Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Program Parenting Pola Asuh Dan Metode Cooking Makanan Bergizi Pada Orang Tua Untuk Meningkatkan Imun Dan Kecerdasan Balita Nur Iszakiyah; Nur Khalilah; Taufiqur Rahman; Effatul Afifah; Farisa Latifah; Nindawi Nindawi; Prastomo Suhendro
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26291

Abstract

Masalah gizi yang paling umum di Indonesia adalah malnutrisi, yang meliputi pola makan tidak seimbang dan asupan makanan secara keseluruhan yang tidak memadai. Pola asuh juga merupakan faktor yang berkontribusi terhadap masalah status gizi. Desa Pamaroh, Kadur, Pamekasan merupakan salah satu desa di Pamekasan, Madura, yang menghadapi masalah kesehatan, khususnya dengan tingginya jumlah balita yang mengalami malnutrisi. Lima balita juga tercatat di desa ini mengalami stunting. Memahami kondisi tersebut, Politeknik Negeri Madura Jurusan Kesehatan berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua berupa edukasi pola asuh dan memasak makanan bergizi untuk balita. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kepada 30 ibu yang memiliki balita. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan pola asuh yang benar pada anak balitanya  Rata-rata skor pre-test ibu  sebesar 72,3 meningkat menjadi 98,6 pada post-test, sehingga terdapat peningkatan rata-rata sebesar 26,3 poin.. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi pola asuh dan metode memasak makanan bergizi di Desa Pamaroh, Kadur, Pamekasan berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil pre-test dan post-test. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan oleh kader Posyandu, bidan desa, dan institusi terkait, serta orang tua diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan memanfaatkan bahan pangan lokal guna mendukung upaya pencegahan malnutrisi dan stunting pada balita.