Background: High workload for a long period of time, the risk of contracting diseases from patients, uncomfortable workplaces, lack of time to complete tasks, and ineffective coping mechanisms during work can trigger nurses to experience burnout. Purpose: To determine the relationship of coping mechanisms with burnout in nurses who treat patients. Method: A descriptive correlational study using a cross-sectional approach. The total sampling technique involved a population of 48 people. A questionnaire was used as the instrument. Data were analyzed using the Spearman Rank Test. Results: The study showed that most coping mechanisms were categorized as adaptive coping mechanisms (56.3%), and most nurses had low levels of burnout (58.3%). The analysis showed a p-value of 0.003, indicating a relationship between coping mechanisms and burnout in nurses caring for patients. The correlation strength was 0.424 (moderate strength) with a negative correlation. The results of this study indicate a relationship between coping mechanisms and burnout in nurses, indicating that the quality of coping mechanisms will influence the level of burnout in nurses. Conclusion: It is recommended that nursing departments organize activities that can enhance coping mechanisms, such as family gatherings or capacity building to foster a sense of community. Keywords: Burnout; Coping Mechanisms; Nurses. Pendahuluan: Beban kerja yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, risiko tertular penyakit dari pasien, tempat kerja yang tidak nyaman, kuranngnya waktu untuk menyelesaikan tugas, dan mekanisme koping yang tidak efektif selama masa bekerja dapat memicu perawat mengalami burnout. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan burnout pada perawat yang menangani pasien. Metode: Deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Mekanisme koping sebagian besar memiliki kategori mekanisme koping adaptif (56.3%), dan sebagian besar perawat memiliki tingkat burnout yang rendah (58.3%). Hasil Analisa menunjukan nilai p=0.003 yang berarti ada hubungan antara mekanisme koping dengan burnout pada perawat yang menangani pasien. Nilai kekuatan korelasi 0.424 (kekuatan sedang) dengan arah korelasi bernilai negatif. Hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara mekanisme koping dengan burnout pada perawat menandakan jika baik buruknya mekanisme koping akan mempengaruhi tinggi rendahnya burnout pada perawat. Simpulan: Bidang perawatan agar mengadakan kegiatan yang bisa meningkatkan mekanisme koping seperti family gatring atau capacity building untuk meningkatkan rasa kebersamaan. Kata Kunci: Burnout; Mekanisme Koping; Perawat.