Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Cagar Budaya Candi Abang di Ruang Digital: Analisis Konten Instagram dan TikTok Afifah Sholihah; Putri Ananda Saka; Lobelia Asmaul Husna; Diki Tri Apriansyah Putra; M. Rainan; Ririn Handayani
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 22 No. 2 (2026): ISTORIA Edisi September 2026, Vol. 22 No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v22i2.102294

Abstract

Candi Abang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Sleman. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada ruang fisik, tetapi juga berlangsung di ruang digital melalui media sosial. Hingga kini Candi Abang masih dikaji dominan melalui penelitian arkeologi dan pariwisata, sementara kajian berbasis data media sosial masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan kecenderungan pemanfaatan Candi Abang sebagaimana tercermin dalam konten Instagram dan TikTok, serta menelaahnya sebagai bahan pertimbangan pengelolaan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap 49 unggahan (24 Instagram, 25 TikTok) yang dikumpulkan pada Juni 2026. Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan pra pemrosesan data untuk menyeleksi anomali data. Analisis menggunakan pendekatan directed content analysis. Kategori awal ditentukan secara deduktif sesuai kategori pemanfaatan cagar budaya dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 dan induktif berdasarkan temuan yang ada. Hasilnya bahwa bentuk dan kecenderungan pemanfaatan Candi Abang di media sosial yang paling dominan adalah pariwisata dan pendidikan. Keduanya memberikan peluang dan tantangan bagi pengelolaan Candi Abang.
Pemanfaatan Media Sosial Berbasis Narasi Masyarakat dalam Penguatan Kesadaran Sejarah Lokal Putri Ananda Saka; Djunaidi Djunaidi; Afifah Sholihah; Rico Fernando Siregar
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i3.1109

Abstract

This community service program was motivated by limited historical awareness among the community of Sukamandi Masagi Village, Sagalaherang Subdistrict, Subang Regency, West Java. It aimed to strengthen local historical awareness, particularly among village youth, through the exploration, documentation, and dissemination of community-based historical narratives using social media as a tool for education and digital archiving. Implemented over eight months (April–November 2026), with an intensive two-day core training and account-creation session, the program engaged 15 village youths and consisted of four stages: preparation, socialization, account creation assistance, and content production assistance. During socialization, participants received material on utilizing social media to strengthen local historical knowledge. They were then divided into five teams of three members each to conduct group discussions and complete a storyboard worksheet as the basis for content production, which subsequently served as a reference for producing video content. The program produced three main outputs: an Instagram account functioning as a sustainable platform for publication and digital archiving, a storyboard worksheet to guide future local historical content production, and one published local historical video. Results show improved understanding and enthusiasm among village youth in documenting and disseminating local history through digital media, as reflected in these three outputs. The program also fostered a sense of ownership among youth toward their village's historical heritage. This program is expected to serve as a model for empowering village youth in the sustainable preservation and dissemination of local history through social media.