Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN RUANG DIGITAL SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI BAGI PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI WARGA Cevi Mochamad Taufik; Diny Fitriawati; Krisna Aditya; Rizqi Ghassani; Gilang Bintang; Suhaeri Suhaeri; Didin Sabarudin; Hasim Hasim; Edi Wibowo; Erna Suminar; Fauzan Ahdi Widyaputra; Widiasari Tresno Ati; Gita Eka Sila; Miftakhul Fikri; Jentot Tugiyono
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JPKM) KEBANGSAAN Vol 2 No 1 (2026): Edisi 3
Publisher : LPPM UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/9xpb1t26

Abstract

Luas ruang digital dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bagi tujuan pemberdayaan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan, meningkatkan kualitas, atau meningkatkan kompetensi masyarakat. Hal yang sama juga dapat digunakan oleh para pelaku bisnis. Manfaat besar ruang digital menampung seluruhnya tanpa membedakan-bedakan skala atau level usaha. Dari bisnis kelas konglomerat, usaha berskala UMKM, hingga usaha level mikro yang dilakukan perseorangan memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan ruang digital. Problem penggunaan sarana digital terjadi manakala para pelaku usaha kecil dengan level perseorangan masih belum aware atas manfaat ruang digital. Karena inilah yang menjadi latar aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (Ilkom UKRI) di kecamatan Madalajati Kota Bandung. Tujuan PkM adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kepada para pelaku usaha sektor mikro dalam aksesibilitas dan aktivitas perdagangan yang ditransformasikan ke dalam jaringan digital. Untuk mencapai sasaran tersebut, metode yang digunakan adalah ceramah berdasarkan pada tema-tema khusus berkenaan dengan kemampuan dasar penggunaan sarana digital. Hasil PkM menunjukkan, pengetahuan warga meningkat setelah mendapat penjelasan mendalam mengenai digitalisasi secara komprehensif, bahkan muncul komitmen untuk berusaha menautkan aktivitas perdagangannya dengan terlebih dahulu membuka akses ke jaringan digital.