p-Index From 2021 - 2026
1.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUTAN LESTARI
M, Iskandar A
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMANFAATAN BAMBU OLEH MASYARAKAT DUSUN SINAR HARAPAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Gunawan, Andri .; M, Iskandar A; Tavita, Gusti eva
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i2.68884

Abstract

Bamboo is a non-timber forest product that has good properties to use, because it has a strong stem. Bamboo has a very important role, especially the community of Sinar Harapan Village, Tekarang District, Sambas Regency. this can be seen from the many uses of bamboo for various community needs, such as food, clothing and handicraft needs. The purpose of this research is to identify the bamboo used, form of use, and the local wisdom of the community in utilizing bamboo. The method used in this research is a survey method. Sampling is done by census or full sampling. The data collection technique used in this research is interview technique. Based on the results of the data obtained at the research site, it was noted that there were 3 types of Abe Bamboo (Gigantochloa balui), Reed Bamboo (Schizostachyum zollingeri) and Ater Bamboo. (Gigantochloa atter), There are 11 bamboo products, namely nyiruk, small baskets, chicken cages, rectangular fruit baskets, pin fruit baskets, round fruit baskets, takin, bubu, galah, lemang and bamboo shoots. The most widely used type of bamboo is Abe (90.9%), while the Ater type bamboo is only used for cooking.Keywords: Utilization, Species of Bamboo, Sinar Harapan VillageAbstrakBambu merupakan hasil hutan bukan kayu yang memiliki khasiat yang baik untuk dimanfaatkan, karena memiliki batang yang kuat. Bambu memiliki peranan yang sangat penting khususnya masyarakat Desa Sinar Harapan, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. hal ini terlihat dari banyaknya pemanfaatan bambu untuk berbagai kebutuhan masyarakat, misalnya kebutuhan pangan, sandang dan kerajinan. tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi Bambu yang dimanfaatkan, bentuk pemanfaatan, dan bagaimana kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan bambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, Pengambilan sampel dilakukan secara sensus atau full sampling, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Berdasarkan hasil data yang diperoleh di lokasi penelitian tercatat ada 3 jenis Bambu Abe (Gigantochloa balui) Bambu Buluh (Schizostachyum zollingeri) dan Bambu Ater. (Gigantochloa atter), Pemanfaatan bambu ada 11 produk yaitu nyiruk, bakul kecil, sangkar ayam, keranjang buah segi empat, keranjang buah pin, keranjang buah bulat, takin, bubu, galah, lemang dan rebung, Jenis bambu yang paling banyak digunakan adalah Abe (90,9%), sedangkan bambu jenis Ater hanya digunakan untuk memasak.Kata Kunci: Pemanfaatan, Jenis Bambu, Desa Sinar Harapan
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TEMPAT BERSARANG LEBAH MADU HUTAN (Apis dorsata) DENGAN TEKNIK TIKUNG DI DUSUN SEMANGIT DESA NANGA LEBOYAN KABUPATEN KAPUAS HULU Nova, Nova Diea; Thamrin, Edy; M, Iskandar A; Damiska, Septi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.53534

Abstract

Local wisdom is a tradition that has been passed down from generation to generation by the community from generation to generation until now in a traditional organization called periau. Local wisdom is carried out by the people of Dusun Batu Rawan to preserve the nesting places of forest bees (Apis dorsata) in the Sentarum Lake Forest Area. This study aims to explain the form of community local wisdom in preserving nesting sites with tikung techniques, efforts to preserve nesting sites and efforts to conserve forest bee feed (Apis dorsata) by the people of Dusun Batu Rawan in the Danau Sentarum Forest Area, Selimbau District, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan Province. This study used a survey method with interview techniques to 20 respondents from Periau Semangit and 15 honey farmers in Batu Rawan Hamlet. The results show that the form of local wisdom practiced by the people of Dusun Batu Rawan, Nanga Leboyan Village, still maintains customs, ancestral values, prohibitions, harvest systems, sanctions for violations and tree ownership. Preservation of the type of feed is carried out by planting putat (Barringtonia actutangula) trees along the lake, not mining without a permit, not burning and cutting trees in the Sentarum Lake Forest Area. Preservation of nesting trees is carried out by guarding forage trees, not burning forests, involving APDS and traditional institutions.Keyword: Forest Honey Bees, Local Wisdom, Tikung TechniquesAbstrakKearifan lokal dalam melestarikan tempat bersarang lebah madu hutan merupakan tradisi yang diturunkan secara turun temurun oleh masyarakat hingga sekarang dalam suatu organisasi adat yang disebut periau. Kearifan lokal dilakukan oleh masyarakat Dusun Batu Rawan untuk melestarikan tempat bersarang lebah madu hutan (Apis dorsata) di Kawasan Hutan Danau Sentarum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan tempat bersarang dengan teknik tikung dan upaya pelestarian tempat bersarang dan upaya pelestarian pakan lebah hutan (A.dorsata) oleh masyarakat Dusun Batu Rawan di Kawasan Hutan Danau Sentarum, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara kepada 20 responden dari Periau Semangit dan 15 petani madu di Dusun Batu Rawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal yang dilakukan masyarakat Dusun Batu Rawan Desa Nanga Leboyan masih mempertahankan adat istiadat, nilai-nilai leluhur, larangan, sistem panen, sanksi pelanggaran dan kepemilikan pohon. Pelestarian jenis pakan bagi lebah madu hutan dilakukan dengan menanam pohon putat (Barringtonia actutangula) di sepanjang danau, tidak melakukan penambangan tanpa izin, tidak membakar dan menebang pohon di Kawasan Hutan Danau Sentarum. Pelestarian pohon bersarang dilakukan dengan menjaga pohon, tidak membakar hutan, melibatkan APDS dan lembaga adat dalam upaya pelestarian Kawasan Hutan Danau Sentarum.Kata Kunci: Lebah Madu Hutan, Kearifan Lokal, Teknik Tikung