Kelarutan air yang rendah dari bahan aktif farmasi (Active Pharmaceutical Ingredients/API) merupakan tantangan besar dalam pengembangan sediaan obat, karena dapat secara langsung membatasi bioavailabilitas dan efektivitas terapeutik suatu produk farmasi. API yang memiliki kelarutan rendah umumnya menunjukkan penyerapan yang terbatas di saluran pencernaan, sehingga menghasilkan profil farmakokinetik yang kurang optimal. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu pendekatan yang menjanjikan dan semakin banyak mendapat perhatian adalah pembentukan ko-kristal farmasi. Ko-kristal merupakan sistem kristalin multikomponen yang terdiri atas API dan koformer, yang terikat melalui interaksi non-kovalen seperti ikatan hidrogen. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif berbagai metode ko-kristalisasi serta peran beragam koformer dalam meningkatkan kelarutan dan laju disolusi API. Studi ini merupakan kajian pustaka yang merangkum hasil dari 12 artikel penelitian yang menunjukkan keberhasilan pembentukan ko-kristal dalam meningkatkan kelarutan obat. Beberapa metode yang digunakan antara lain adalah solvent drop grinding, liquid-assisted grinding, kristalisasi slurry, dan evaporasi pelarut. Teknik-teknik tersebut telah berhasil digunakan untuk membentuk ko-kristal antara API dengan berbagai jenis koformer, seperti asam malat, asam tartarat, resorsinol, dan prolin. Hasil dari studi yang dikaji menunjukkan bahwa pembentukan ko-kristal secara konsisten mampu meningkatkan kelarutan dan laju disolusi API secara signifikan tanpa mengubah struktur kimianya, sehingga tetap mempertahankan aktivitas biologisnya. Selain itu, ko-kristal juga dapat memodifikasi sifat fisikokimia API, seperti titik leleh, higroskopisitas, dan perilaku mekanik, menjadikannya suatu pendekatan yang fleksibel dan aplikatif dalam bidang formulasi farmasi. Dengan demikian, teknologi ko-kristalisasi farmasi merupakan teknik yang andal dan efisien yang memiliki potensi besar dalam pengembangan obat modern. Melalui peningkatan kelarutan dan bioavailabilitas API yang rendah kelarutan, metode ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap desain formulasi farmasi yang lebih efektif dan ramah bagi pasien Dengan demikian, pemilihan metode ko-kristalisasi dan koformer yang sesuai dapat meningkatkan kelarutan serta laju disolusi API yang sukar larut dan mendukung pengembangan formulasi obat dengan bioavailabilitas yang lebih baik.