Articles
MODIFIKASI SEPEDA LISTRIK MENJADI SEPEDA LISTRIK HYBRID PADA SUPLAI ENERGI LISTRIK
Ghoni Musyahar;
Isnan Lutfi Mubarok
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 1 No. 1 (2017): Volume 1. No. 1 - Januari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v1i1.389
Dari judul diatas Sepeda listrik ini menggunakan 2 suplay energi yaitu daya dari baterai dan suplay tambahan untuk mem-back up daya baterai itu sendiri. Sehingga mampu menambah jarak tempuh sepeda listrik itu . Dalam hal ini daya tambahan menggunakan suplai energy generator dari Genset. Sehingga kita tidak repot mencari sumber energy untuk mensuplay daya baterai. Untuk memudahkan mobilitas genset maka digunakan genset portable 2 tak yang lebih kecil bentuk dan beban lebih ringan
PERBAIKAN SISTEM PENTANAHAN PERALATAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) JENIS TANAH KERIKIL KERING
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 1 No. 1 (2017): Volume 1. No. 1 - Januari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v1i1.390
Tujuan sistem pentanahan adalah untuk membatasi tegangan pada bagian-bagian peralatan yang tidak dialiri arus dan antara bagian-bagian tersebut dengan tanah, hingga tercapai suatu nilai yang aman untuk semua kondisi operasi, baik kondisi normal maupun saat terjadi gangguan. Hasil pengukuran resistans pentanahan di lokasi yaitu 12,51 ohm pada jarak 3 meter dari PLTMH dan untuk memenuhi PUIL 2000 dari hasil perhitungan diperlukan 5 (lima) elektrode pentanahan yang dipasang paralel pada kedalaman 1,5 (satu setengah) meter dari permukaan tanah. Sehingga Resistans pentanahan total yang dihasilkan 2,52 ohm yaitu dibawah 2,63 ohm dari PUIL 2000. Sesuai dengan tujuan pentanahan bahwa arus gangguan harus secepatnya terdistribusi secara merata ke dalam tanah, maka penyelidikan tentang karakteristik tanah sehubungan dengan pengukuran tahanan dan tahanan jenis tanah merupakan faktor penting yang sangat mempengaruhi besarnya tahanan pentanahan. Hasil pengukuran resistansi pentanahan pada PLTMH yang terukur 12,5 Ω masih jauh dari standar PUIL 2000. Maka dilakukan upaya-upaya untuk memperkecil nilai resistansi tersebut. Caranya dengan memasang ground rod tambahan sebanyak 4 buah, yang diperkirakan jika nilai resistansinya sama akan didapat nilai tahanan sebesar 2,50 Ω. Karena perbedaan nilai tahanan dari masing-masing ground rod, maka hasil yang terukur masih tinggi. Untuk itu perlu ditambah sebuah ground rod lagi.
PROTOTYPE PEMBELAJARAN LIFT TIGA LANTAI BERBASIS ARDUINO
Ghoni Musyahar;
Miftakhul Huda
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 1 No. 1 (2017): Volume 1. No. 1 - Januari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v1i1.391
In the globalization era, There are many multistoried buildings with different heights scale. This is also due to facilitate community activities at the same place, so we need some elevator control system design that serves as a means of transportation that is connecting vertically between floors of a building. Simulation tool consists of a series of DC motor controller which is governed by the system microcontroller with input push button switchs . In the circuit of DC motor controllers, direction of rotation and speed set by the driver motor. For microcontroller as controller, selected from types Arduino Uno R3 with the programming C language. In the process control, elevators will move vertically either move up or move down in accordance input selector button.
KUALITAS LISTRIK DAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA BEBAN LISTRIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KAPASITOR
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 2 No. 1 (2017): Volume 2. No.1 - Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v2i1.396
Pemakaian energi listrik pada beban beban listrik, sering menimbulkan problem karena daya yang dikonsumsi tidak sesuai dengan daya yang dibutuhkan oleh beban. Hal ini disebabkan karena faktor daya pada beban terpasang cukup rendah. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan daya listrik yang tersedia dari PLN, maka keberadaan daya reaktif harus dibuat seminimal mungkin. Beban listrik pada umumnya bersifat induktif, dicirikan dengan arus yang tertinggal terhadap tegangan. Untuk itu haruslah dilakukan perbaikan faktor daya pada instalasi dengan memperhitungkan kapasitas beban terpasang dengan faktor daya yang dihasilkan. Salah satu cara perbaikan faktor daya adalah dengan memasang kapasitor. Dengan perbaikan faktor daya yang mendekati Cos φ (phi) =1 maka didapat pemakaian daya listrik yang optimum
OPTIMASI KONDISI JARINGAN LISTRIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO CURUG MUNCAR 2 (50KVA – 3 Phasa) DENGAN PERBAIKAN UKURAN PENGHANTAR JALUR TRANSMISI
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 2 No. 1 (2017): Volume 2. No.1 - Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v2i1.397
Optimasi kondisi jaringan dilakukan dengan cara menganalisis jaringan listrik yang lama kemudian mencari titik-titik beban yang mungkin untuk direkonfigurasi. Dari kemungkinan-kemungkinan yang ada, dilakukan analisis beban kemudian dicari mana kemungkinan rekonfigurasi jaringan dengan rugi jaringan yang paling kecil. Kekurang optimalan penggunaan alat-alat elektronik oleh penduduk setempat sangat dirasakan, Hal tersebut disebabkan karena tegangan yang diterima oleh mereka kurang dari batasan toleransi tegangan terendah (10%) dari tegangan normal, terlebih pada waktu malam hari. Salah satu penyebab dari kekurang optimalan adalah penggunaan kabel transmisi yang tidak sesuai dengan perhitungan ukuran kabel maupun jenisnya. Dengan memperbaiki hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan optimasi suplay listrik ke rumah-rumah penduduk.
PENGARUH PENGGANTIAN LAMPU PIJAR DENGAN LAMPU LED DI SEKTOR RUMAH TANGGA TERHADAP SUPLAI DAYA POWER PLANT
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 2 No. 1 (2017): Volume 2. No.1 - Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v2i1.398
Salah satu jenis kegiatan terstruktur yang dapat dilakukan oleh perusahaan penyedia energi listrik untuk tujuan penghematan penggunaan listrik di sisi konsumen rumah tangga adalah Lighting-Demand Side Management. Agar kegiatan ini dapat berlangsung secara efektif, perlu dilakukan perencanaan aspek teknis dan ekonomis yang baik. Di sisi lain, konsumen mempunyai preferensi tentang pola penggunaan lampu di rumah. Penentuan pola pembebanan merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan aktifitas DSM. Penerapan program demand side management harus dimulai dari tingkat rumahtangga. Misalnya dengan cara menganti semua lampu pijar dengan lampu LED, karena bisa lebih berhemat dan menguntungkan. Penghematan bisa ditekan atau dimaksimalkan sampai 40%. Jika semua rumah tangga menerapkan sistem demand side management, maka akan berpengaruh juga pada sektor pembangkit yang juga terjadi penghematan pada pensuplaian daya yang juga 40%, pembangkit akan mengurangi gas buang reduksi CO2 sekitar 400.000 ton / tahun.
PERENCANAAN INSTALASI LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM DENGAN SISTEM STEP DIMMING PADA LAMPU SODIUM
Ghoni Musyahar;
Bambang Supriyono
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 2 No. 1 (2017): Volume 2. No.1 - Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v2i1.400
Keberadaan penerangan jalan sangat penting bagi pengguna jalan pada kondisi malam hari dan kondisi berkabut, yang pemasangannya di tempatkan pada ruas jalan titik yang tepat, dan juga pemasangan instalasi yang sesuai dengan standar international. Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata lampu dapat berarti bola cahaya. Dialam semesta terdapat 2 buah macam sumber cahaya, yaitu sumber cahaya alami matahari dan sumber cahaya buatan, cahaya buatan juga terdapat berbagai jenis sumber energinya dan salah satunya adalah lampu yang sumber energinya dari listrik. Kontrol ballast digunakan untuk mengontrol atau menyaklar ballast dari 250 watt ke 150 watt dan bekerja dalam 6 jam. Jam 18.00 – 24.00 lampu menyala dalam keadaan beban listrik 250 watt karena jumlah pemakai jalan masih ramai dan jam 00.00 – 06.00 lampu menyala dalam keadaan beban listrik surut menjadi 150 watt. Pengujian Kapasitor berfungsi untuk mengetahui pengurangan daya semu pada lampu penerangan jalan umum sesuai dengan hasil yang maksimal.
ANALISA PEMANFAATAN ENERGI SURYA SEBAGAI SUMBER ENERGI PADA MESIN PENGERUK SAMPAH DI KECAMATAN WONOKERTO
R.Kurniawan Dwi Septiady;
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3. No. 1 - Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v3i1.401
Alat ini merupakan prototype mesin pengeruk sampah otomatis, yang mengaplikasikan solar cell sebagai sumber energi untuk pengoperasiannya, yakni dengan proses konversi energi.Salah satu permasalahan dalam bidang energi listrik adalah keterbatasan sumber energi fosil yang merupakan sumber utama penghasil energi listrik di Indonesia. Untuk mengurangi dampak ketergantungan listrik terhadap ketersediaan bahan bakar fosil ini, maka dibutuhkan sumber energi listrik baru yang dapat diperbaharui. Solar cell merupakan salah satu sumber penghasil energi listrik yang bersumber dari cahaya matahari yang tidak terbatas, dan ramah lingkungan. Dikarenakan sumber dari solar cell ini adalah matahari, maka keluaran dari solar cell ini pun tidak stabil, karena berubah ubah sesuai dengan cuaca yang terjadi dan lingkungan disekitarnya, maka dibutuhkan suatu penyimpanan energi yang dapat menampung energi listrik keluaran solar cell. Baterai adalah salah satu peralatan yang dapat menyimpan energi listrik dan dapat menampung energi keluaran yang berasal dari solar cell. Penelitian dilaksanakan untuk menjelaskan proses konversi energi secara rinci, hingga energi listrik yang dihasilkan solar cell dapat digunakan untuk pengoperasian alat. Alat ini juga menggunakan komponen mikrokontroler Atmega8 sebagai pengendalinya.agar energi listrik yang masuk ke baterai dapat termonitor.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN ALAT KEJUT ELEKTRONIK
Tawarno Tawarno;
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3. No. 1 - Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v3i1.404
Penelitian ini berjudul pengembangan dan pemanfaatan alat kejut elektronik untuk pengamanan brankas terhadap tindak kejahatan pencurian. Masalah yang diteliti adalah : apakah model rangkaian pengubah tegangan DC yang dihasilkan dari baterai dikuatkan dan diubah menjadi tegangan AC dapat menghasilkan efek kejut apabila orang jahat menyentuh brankas, orang jahat itu akan tersentak atau shock, sehingga orang jahat yang menyentuhnya akan jera atau takut. Obyek penelitian ini adalah pengembangan dan uji coba alat kejut elektronik untuk memberikan efek kejut atau shock pada pencuri. Langkah-langkah penelitian terdiri atas : rancangan pengumpulan data, rancangan alat-alat penelitian, rancangan bahan-bahan penelitian, rancangan pelaksanaan penelitian, rancangan pengujian/pengukuran alat, analisis perumusan masalah, dan implementasi alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas kerja alat pada rangkaian pengubah tegangan DC yang dihasilkan dari baterai dikuatkan dan diubah menjadi tegangan AC dapat menghasilkan tegangan 350 volt dengan frekuensi 20 KHz, yaitu selanjutnya setelah melalui rangkaian pelipat tegangan, tegangan outputnya total sebesar 3, 5 KV dengan frekuensi sebesar 200 KHz. Penelitian ini memberikan simpulan bahwa langkah-lankah yang dirumuskan, bahwa alat ini dapat digunakan untuk memberikan efek kejut atau shock pada pencuri dengan model pembuatan dan pemanfaatan alat kej
MEREDUKSI KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI
Tawarno Tawarno;
Ghoni Musyahar
Cahaya Bagaskara : Jurnal Ilmiah Teknik Elektronika Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3. No. 1 - Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48144/cahaya_bagaskara.v3i1.405
Sistem tenaga listrik harus memiliki tingkat keandalan yang tinggi agar sistem tersebut mampu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan secara kontinyu dan kualitas daya yang baik dari segi fluktuasi tegangan maupun frekuensinya. Salah satu gangguan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan kedip tegangan (voltage sags). Kedip tegangan ini dapat disebabkan oleh pemikulan beban yang besar atau pengasutan motor berkapasitas besar. Pada pengasutan motor arus starting yang dihasilkan dapat mencapai 5-10 kali nilai nominalnya, sehingga perlu diterapkan metode starting motor untuk mereduksi arus yaqng besar ini.