Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN MENULIS KEMBALI CERPEN DI KELAS IX SMP IT AL-MUMTAZ PONTIANAK TAHUN AJARAN 2014/2015 Hardianti, Dwi; ., Martono; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.844 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk pendeskripsian pembelajaran menulis kembali cerpen di kelas IX SMP IT Al-Mumtaz Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan bentuk penelitian adalah kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen perencanaan pembelajaran menulis kembali cerpen yang dibuat oleh guru. Jumlah siswa yang menjadi objek penelitian berjumlah 44 siswa dengan pembagian 24 siswa di kelas A dan 20 siswa di kelas B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis kembali cerpen yang dilakukan oleh guru belum maksimal jika KKM untuk pelajaran bahasa Indonesia adalah 75. Perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru mendapat skor 3,13, sedangkan pelaksanaan pembelajaran menunjukkan skor 3,41. Hal ini disebabkan perolehan nilai rata-rata untuk hasil pembelajaran di kelas IX A adalah 66,25 dan nilai rata-rata di kelas IX B mencapai 70,50.   Kata kunci: Pembelajaran Menulis Kembali Cerpen Abstract: The purpose of this research is to describe the study of Re-write Short Stories in Class IX SMP IT Al-Mumtaz Pontianak in Academic Year 2014/2015. This research uses descriptive method and form of research is qualitative. Data and data sources in this study a plan document learning to write short stories created by the teacher. The number of students who become the object of the study amounted to 44 students with a division of 24 students in the class A and 20 students in the class B. Based on these result can conclude that learning to re-write short stories performed by the teacher has not been fully proven maximum if the minimum completeness criteria  (KKM) for learning Indonesian is 75,00. Whereas the lesson planning done by the teacher achieve a score 3,13 while the implementation of learning showed a score 3,41. These case caused the average value achievement for the learning outcomes in class IX A was 66,25 and the average value in class IX B reaches 70,50. Keywords: The Study of Re-write Short Stories
Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru untuk Pendidikan Inklusif di Kec. Tekarang Hardianti, Dwi; Patriantoro, Patriantoro; Priyadi, Antonius Totok
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 1, No 01 (2024): Seminar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v1i01.87345

Abstract

Pendidikan menjadi tujuan dari amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia dan merupakan kewajiban negara dalam menyediakan pendidikan yang layak bagi masyarakat Indonesia tanpa adanya tendensi apapun. Pendidikan inklusif yaitu pendekatan yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua anak, termasuk anak yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus dapat belajar secara beriringan dalam lingkungan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pendidik dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif, tantangan yang dihadapi pendidik dalam mengajar serta model pelatihan yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di sekolah yang menjalankan pendidikan inklusif. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri 03 Tekarang yang ada di Kab. Sambas. Instrumen yang digunakan adalah data kualitatif berupa hasil observasi, daftar pertanyaan untuk wawancara, dan hasil dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum adanya kesiapan guru dalam mendidik peserta didik dengan disabilitas, ketersediaan sarana dan sumber daya yang masih kurang dalam mendukung pendidikan inklusif, serta pelatihan pendidikan inklusif yang belum merata diberikan kepada guru untuk menghadapi peserta didik dengan kebutuhan khusus. Simpulan dan saran dari penelitian ini yaitu keterlibatan pemerintah dan lembaga pendidikan dalam penyediaaan pelatihan bagi pendidik yang terfokus pada pendidikan inklusif, pemerintah dan pihak sekolah memastikan ketersediaan infrastruktur fisik dan fasilitas pembelajaran, serta penerapan pendekatan pembelajaran differentiated instruction (pembelajaran yang dibedakan) untuk menyesuaikan kebutuhan peserta didik.