Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Mengenai Perundungan di SD Negeri 5 Puhu Pratiwi, Suci; Sanjiwani, Anak Agung Sri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.431

Abstract

Latar Belakang: Perundungan merupakan bentuk perilaku menyimpang yang berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, emosional, dan psikologis anak, serta masih sering ditemukan di lingkungan sekolah. Pengganggu pada saat jam pelajaran serta kesejahteraan siswa maupun siswi merupakan salah satu dampak dari perundungan itu sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai perundungan di SD Negeri 5 Puhu, Payangan, Gianyar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 105 siswa dengan 93 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan stratified random sampling, dengan kriteria inklusi siswa-siswi kelas III-VI yang hadir di sekolah dan kriteria eksklusi siswa-siswi kelas III-VI yang tidak hadir pada saat penelitian berlangsung. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan mengenai perundungan dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 76 siswa (81,7%), diikuti kategori kurang sebanyak 9 siswa (9,7%) dan kategori baik sebanyak 8 siswa (8,6%). Berdasarkan kelompok usia, siswa usia 8–10 tahun menunjukkan proporsi pengetahuan baik yang lebih tinggi dibandingkan siswa usia 11–12 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, siswa perempuan cenderung memiliki tingkat pengetahuan perundungan yang lebih baik dibandingkan siswa laki-laki, meskipun mayoritas responden pada kedua kelompok tetap berada pada kategori pengetahuan cukup. Kesimpulan: Hal tersebut menunjukan masih banyak anak-anak yang kurang infomasi mengenai perundungan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki anak-anak perlu diberikan edukasi yang komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam program kesehatan sekolah untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman serta bebas perundungan.