Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Visual

Penerapan Gaya Ekletik Bertema Energy of Java Pada Perancangan Interior Hotel Grand Tjokro Jakarta Jennifer Tendean; Adi Ismanto; Aing R. Nayadilaga
VISUAL Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i2.17308

Abstract

Energy merupakan kata lain dari cakra, atau dalam Bahasa jawa  disebut Tjokro yang mendasari konsep pada  perancangan hotel ini. Sehingga menghadirkan suasana energi Jawa dalam hotel. Dengan gaya Ektletik, yaitu menggabungkan 2 gaya yaitu Tradisional dan Modern ke dalam hotel. Sehingga meggabungkan antara Energi tradisional Jawa dengan hospitality inilah yang dilakukan Grand Tjorko Jakarta. Sebagai hotel bisnis di tengah kota, Hotel Grand Tjokto Jakarta menjadi wadah bagi para pebisnis untuk mendukung kegiatan bisnis mereka dan menawarkan fasilitas MICE yang baik , juga tidak lupa akan fungsi utama sebagai tempat penginapan. Desain interior mempunyai peranan penting dalam menciptakan suasana yang menarik dengan memperhatikan kebutuhan fasilitas ruang melalui analisis aktivitas pengunjung dan juga pengelola. Dengan menganalisa beberapa aspek dapat di ambil konsep “Energy of Java”  dengan menghadirkan nuansa tradisional Jawa, berfokus pada kota Jogja sebagai asal pendirian cabang pertama Hotel Grand Tjokro, yang dipadukan dengan gaya modern sebagai citra dari city hotel yang mengasilkan suasana yang hangat dan juga elegan. Kata kunci: Hotel, Energy, Ekletik, Hotel, Java, Modern, Traditional.
Evaluasi Proses dan Pemecahan Masalah Desain pada Interior Hotel Holiday Inn Sunter Kemayoran - Jakarta Adi Ismanto
VISUAL Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i2.2125

Abstract

Proses desain dan pemecahan masalah desain interior pada fasilitas publik seperti hotel sangat menarik untuk dijadikan sebagai acuan dari proses belajar-mengajar desain interior di Perguruan Tinggi. Hotel merupakan fasilitas publik yang sangat kompleks mencakup berbagai macam aktivitas manusia pada semua fasilitas perancangan interior. Banyak proyek desain modern yang terlalu rumit untuk diselesaikan secara memuaskan oleh proses konvensional tua. Banyak kesalahan yang dibuat dengan proses desain, dan menjadi tidak berguna ketika desainer atau tim kerja melaksanakan proyek. Penelitian ini mencoba untuk menunjukkan fakta proses desain yang digunakan oleh desainer interior, berbagai jenis masalah dan pemecahan permasalahan desain pada hotel berbintang 4 yaitu: Holiday Inn Sunter, Kemayoran Jakarta, yang merupakan hotel Holiday Inn pertama di Jakarta yang diresmikan tahun 2014. Hotel ini juga memiliki konsep tema desain yang unik sehingga dijadikan acuan oleh pihak pengelola InterContinental Hotel Group (IHG) untuk membuat hotel Holiday Inn lainnya, terutama untuk tipe hotel Holiday Inn Express. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancara desainer yang masih aktif bekerja di konsultan desain Hadiprana selaku perancang hotel ini dan mengikuti proses desain dengan beberapa pertanyaan yang ditampilkan dalam bentuk narasi, skema, dan tabel. Melalui hasil wawancara dengan desainer hotel Holiday Inn Kemayoran Jakarta dapat disimpulkan bahwa proses desain hotel Holiday Inn Kemayoran merupakan karya yang berhasil dengan gaya desain yang masih bertahan hingga saat ini. Hasil desain adalah cerminan dari Tim desain yang solid dan mampu memecahkan masalah desain dengan kreatif dan inovatif sehingga mudah dipahami dan diterima oleh klien, operator dan pengguna hotel
Perancangan Interior Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Asprila Jordi; Adi Ismanto
VISUAL Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v13i2.8711

Abstract

Penerapan Konsep Adaptive Reuse pada Desain Interior Café di Kawasan Kota Lama Semarang (Studi Kasus: Tekodeko Koffiehuis) Noeratri Andanwerti; Adi Ismanto; Fivanda Fivanda
VISUAL Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i1.7393

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang yang didalamnya terdapat bangunan bersejarah, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Semarang. Untuk menjaga kelestarian dan revitalisasi melalui pemugaran bangunan dengan pendekatan adaptive reuse, mengganti fungsi baru bangunan lama menjadi museum, perkantoran, restoran, café dan lainnya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami masalah yang dihadapi pemilik bangunan lama, pengelola dan arsitek dalam penerapan konsep adaptive reuse, yaitu dengan memasukkan fungsi baru akan berdampak pada fisik bangunan bersejarah yang memiliki berbagai persyaratan-persyaratan yang wajib dipatuhi dan mengetahui bagaimana gaya desain interior dan furniture dalam penerapan fungsi baru dari bangunan bersejarah. Metode kualitatif dilakukan melalui kajian sejarah untuk membandingkan perubahan bentuk, estetika dan fungsi lama/asal dari objek penelitian dan melalui berbagai wawancara dengan pengelola bangunan dan praktisi arsitek konservasi yang menangani pekerjaan revitalisasi. Hasil penelitian ini menggambarkan adaptasi fungsi cafe pada bangunan lama ini terjadi perubahan pada struktur dan kulit bangunan dengan pendekatan visual yang selaras dengan karakter visual warisan budaya kolonial sehingga keberlanjutan bangunan terhadap lingkungan dapat terjaga. Pada bagian interiornya terjadi perubahan yang cukup signifikan untuk mengakomodasi fungsi ruang komersial.Kata kunci:, desain interior, café, adaptive reuse, konservasi
Penerapan Konsep Green Architecture Pada Desain Interior RA Suites Simatupang Jakarta Adi Ismanto; Adelia Agistin; Kris Wardhana
VISUAL Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/vis.v19i1.26453

Abstract

Keterbatasan lahan untuk fasilitas hunian dan akomodasi merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam era globalisasi saat ini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menciptakan fasilitas bangunan bertingkat dan berfungsi ganda sebagai hunian dan fasilitas akomodasi yang biasa disebut dengan istilah kondotel atau kondominium dan hotel. Selain itu, pembangunan sebuah fasilitas bangunan bertingkat juga harus mempertimbangkan isu desain yang keberlanjutan. Konsep Green Architecture merupakan suatu metode perencanaan arsitektur berkelanjutan yang mencoba meminimalisir berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari hunian terhadap manusia dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perancangan interior dengan penerapan konsep Green Architecture dengan studi kasus fasilitas publik kondotel Ra Suites Simatupang di Jakarta. Proses perancangan terdiri dari dua tahapan yaitu analisis dan sintesis. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memecahkan permasalahan citra, tema dan gaya desain yang digunakan dari kriteria data yang sudah dikumpulkan, dilanjutkan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan pedoman besaran ruang, standar utilitas dan pengondisisan ruang sesuai dengan konsep Green Architecture. Hasil konsep Green Architecture pada desain interior Ra Suites Simatupang Jakarta dengan tema desain Urbanic Hidden Garden memberikan solusi kesehatan dan kenyamanan pengguna dengan menciptakan penghawaan yang baik serta pencahayaan yang optimal dari bukaan arsitektur bangunan sesuai dengan standar utilitas perhotelan. Selain itu penerapan konsep Green Architecture juga dapat menunjang kebutuhan pengguna dari segi layout, furniture maupun fasilitas lainnya dengan penggunaan material yang ramah lingkungan serta teknologi energi terbarukan dengan menggunakan alat photovoltaic panel untuk dapat mendistribusikan udara bersih dan sejuk ke dalam ruangan.
Sistem Pintar Sebagai Penunjang Fasilitas Pada Interior Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan Ismanto, Adi; Feliciana, Samantha; Wardhana, Kris
VISUAL Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/vis.v20i1.32707

Abstract

Semenjak adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia bahkan Indonesia dari 2020 silam sampai 2023, mengakibakan penurunan angka pariwisata indonesia sehingga banyak usaha penginapan gulung tikar terutama di daerah-daerah yang masih berkembang dan mengandalkan pariwisata untuk berkembang. Saat ini Indonesia sedang menjalani industri 4.0 yaitu zaman digitalisasi. Namun, negara-negara maju lainnya sudah mulai memasuki industri 5.0 yaitu sistem pintar masa depan. Oleh sebab itu, untuk menjawab tujuan perancangan yang ada, yaitu membuat pengunjung mendapatkan pengalaman menginap yang tidak terlupakan, perancangan ulang Mason Pine bukan hanya merombak desain sebelumnya namun juga menambahkan teknologi didalamnya. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, menggunakan analisis, mengacu pada data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan pendukung, serta menghasilkan suatu teori. Sistem pintar dimaksimalkan pada setiap area, misalnya Reception Lobby, Lift Lobby, Lobby Bathroom, Meeting Room, Bedroom, dll. Adapun sistem pintar yang dipergunakan seperti Google Home untuk komando menggunakan suara, smart bidet, smart self-parking chair, smart control panel, dan masih banyak lagi. Sistem pintar yang dirancangkan pada perancangan hotel ini diharapkan dapat menjadi pelopor masuknya revolusi industri 5.0 ke Indonesia sehingga Indonesia dapat lebih maju dalam hal teknologi. Dari penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner, 100% responden mengatakan tertarik pada hotel berbasis teknologi dan 100% mengatakan belum pernah merasakan hotel berteknologi masa depan sebelumnya di Indonesia.