Iqbal Kamar
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemodelan Proses Pemurnian Sour Gas dengan Absorpsi Campuran Amina pada Gas Sweetening Plant Menggunakan Aspen Hysys V14 Marsel Suryaa; Nasrul Z.A; Zainuddin Ginting; Syamsul bahri; Iqbal Kamar; Dede Ibrahim Muthawali
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.21272

Abstract

Pemurnian gas alam kotor (sour gas) yang mengandung H2S dan CO2 merupakan proses krusial dalam industri energi untuk mengurangi kontaminan yang dapat menyebabkan korosi dan menurunkan nilai kalor gas. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pencampuran Metildietanolamina (MDEA) dengan Monoetanolamina (MEA) dan Dietanolamina (DEA) pada proses pemurnian gas alam menggunakan perangkat lunak simulasi Aspen HYSYS V14. Variasi kombinasi campuran amina ini dievaluasi untuk menentukan efisiensi penyerapan H2S dan CO2. Pengujian dilakukan dengan membandingkan campuran MDEA- MEA dan MDEA-DEA dalam kondisi operasi tertentu, yaitu pada suhu dan tekanan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi solvent berpengaruh signifikan terhadap performa sistem, dengan peningkatan efisiensi penyerapan H2S dan CO2, penyerapan H2S dan CO2 optimal Pada suhu 30„ƒ Tekanan 350 psig dan pada laju alir solvent 1200 kgmol/h, penurunan energi regenerasi, serta penurunan korosi pada peralatan. Kesimpulannya, kombinasi solvent MDEA dengan MEA dan DEA memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi proses pemurnian gas alam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi pemurnian gas alam yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
PERBANDINGAN PEMBUATAN BRIKET BATUBARA ACEH DAN SERBUK GERGAJI KAYU DENGAN METODE KARBONISASI DAN NON-KARBONISASI nashrun habib; Zainuddin Ginting; Zulnazri; Iqbal Kamar; raudhatul ulfa; Zetta Fazira; Budhi Santri Kusuma
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.26335

Abstract

Penggunaan bahan bakar di Indonesia sangat meningkat namun produksi bahan bakar di dalam negeri belum mampu memenuhi semua kebutuhan pemakaian energi di Indonesia. Sehingga diperlukan pemanfaatkan sumber energi alternatif seperti batu bara dan serbuk gergajian kayu untuk dijadikan bahan bakar yang ramah lingkungan. Dengan demikian mengetahui metode yang baik merupakan salah satu langkah untuk memanfaatkan batubara aceh dan serbuk gergaji kayu sebagai bahan baku alternatif. Oleh karena itu dilakukan pembuatan briket dengan dua metode berbeda yakni karbonisasi dan non karbonisasi agar dapat dilihat perbandingannya serta dilakukan pengujian berupa kadar air, kadar karbon, kadar zat menguap dan nilai karbon yang tepat agar dapat menghasilkan bahan bakar alternatif yang baik dan ramah lingkungan. Maka hasil terbaik untuk metode karbonisasi didapatkan pada perbandingan 25 gram batubara : 75 gram serbuk kayu dengan variasi perekat 15 gr dengan nilai kalor 6561,491 Kal/gr, kadar air 5,904 %, kadar abu 1,626 %., kadar volatile matter 12,388 %, kadar karbon 80,082 % dan laju pembakaran 0,453 gr/menitdan untuk metode non karbonisasi didapatkan pada perbandingan 50 gram batubara : 50 gram serbuk kayu dengan variasi oksidator KMnO4 4% dengan nilai kalor 5668,688 Kal/gr, kadar air 0,477%, kadar abu 2,571%., kadar volatile matter 3,0085%, kadar karbon 93,845% dan laju pembakaran 0,131 gr/menit. Sehingga didapatkan metode karbonisasi menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi namun memberikan kadar air, kadar abu, dan kadar karbon yang lebih tinggi dari metode nonkarbonisasi.
Pembuatan Briket Arang dari Campuran Limbah Sekam Padi dan Pelepah Kelapa Sawit Menggunakan Perekat Tepung Tapioka Maya Febriyanti Sibuea; Rauzatul Rahmah; Wusnah; Muhammad; Sulhatun; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.26396

Abstract

Briket adalah bahan bakar padat berbasis karbon yang memiliki nilai kalor tinggi dan mampu mengalami pembakaran berkepanjangan. Penelitian ini mengeksplorasi pengolahan limbah sekam padi dan pelepah kelapa sawit menjadi briket sebagai substitusi bahan bakar, dengan memanfaatkan tepung tapioka sebagai agen perekat melalui proses karbonisasi. Variabel yang diteliti mencakup perbandingan bahan baku, ukuran partikel, dan konsentrasi perekat. Prosedur meliputi karbonisasi sekam padi pada suhu 250∘C selama 1 jam serta pelepah kelapa sawit pada 300∘C selama 2 jam, dilanjutkan pencampuran, pemadatan briket, dan pengeringan pada 105∘C. Parameter analisis meliputi kadar air, kadar abu, zat volatil, karbon terikat, serta nilai kalor. Hasil mengungkap pengaruh signifikan rasio bahan baku, konsentrasi perekat, dan ukuran partikel terhadap karakteristik fisikokimia dan termal briket. Formulasi optimal dicapai pada komposisi arang sekam padi:pelepah kelapa sawit 25:75, ukuran partikel 80 mesh, dan perekat 8%, yang menghasilkan kadar air 4,4%, kadar abu 11%, zat menguap 14%, karbon terikat 70,6%, serta nilai kalor 4542,0 kal/g.
Inovasi Edible Coating Berbasis Pektin Pisang dan Sorbitol dalam Memperpanjang Umur Simpan Anggur Hijau (Vitis Vinifera L.) Rizka Nurlaila; Wiza Ulfa Fibarzi; Gita Padusy Mantoffani; Iqbal Kamar; Yohana Dian Putri; Zulmiardi zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.27507

Abstract

Anggur bersifat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang terbatas jika disimpan dalam kondisi segar. Suhu optimal untuk penyimpanan anggur adalah antara -1°C hingga 4°C dengan umur simpan selama 4–6 minggu. Sedangkan jika buah disimpan pada suhu ruang umur simpan hanya mencapai 3-6 hari. Edible coating adalah sebuah metode pelapisan buah menggunakan bahan pelapis yang dapat dikonsumsi dan diaplikasikan secara langsung pada permukaan produk yang berupa lapisan tipis. Metode coating dapat dilakukan dengan metode pencelupan (dipping method). Pada penelitian ini akan mengkaji pengaruh perbandingan konsentrasi pektin pisang (2%,4% dan 6%) dan sorbitol (2% dan 3%) terhadap umur simpan pada buah anggur hijau (vitis vinifera linn). Dari penelitian tersebut diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi memiliki pengaruh signifikan terhadap umur simpan yang diukur dengan tingkat susut bobot, kadar vitamin C dan total padatan terlarut (TPT). Dimana semakin tinggi konsentrasi pelapisan pektin maka susut bobot, vitamin C dan total padatan terlarut (TPT) semakin rendah terhadap lama penyimpanan. Nilai susut bobot paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 6% : 2% dengan umur simpan 9 hari yaitu 15,355%, nilai vitamin C paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 4% : 3% dengan umur simpan 9 hari yaitu 0,008%, dan nilai total padatan terlarut (TPT) paling rendah dimiliki oleh konsentrasi 6% : 2% dengan umur simpan 9 hari yaitu 6,8°brix.