Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Preferensi Siswa Terhadap Program Bantuan Pendidikan: Studi Komparatif Antara Makanan Bergizi Gratis (MBG) Dan Sekolah Gratis: Sumatera Utara Muhammad Afdal; Parlaungan Gabriel Siahaan; Sundari Lisadin; Dinni Ria Anggita; Alifya Dzihni Innayah; Chelsy Nainggolan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i2.10583

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam upaya mewujudkan pemerataan pendidikan, pemerintah Indonesia menghadirkan berbagai program bantuan pendidikan, di antaranya Program Sekolah Gratis dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa terhadap kedua program tersebut serta mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi dan konsentrasi belajar siswa di MAN 1 Model Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap 100 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pandangan yang beragam terhadap kedua program. Sebagian besar siswa memandang Program Sekolah Gratis lebih membantu dalam mengurangi beban biaya pendidikan dan mendukung keberlanjutan sekolah. Di sisi lain, Program MBG dipandang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi yang berpengaruh terhadap kesehatan, energi, motivasi, dan konsentrasi belajar siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua program memiliki manfaat yang saling melengkapi dalam mendukung kualitas pendidikan. Program Sekolah Gratis berperan dalam meningkatkan akses dan keberlanjutan pendidikan, sedangkan Program MBG membantu meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan integrasi kedua program agar kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Kata Kunci: Pendidikan, Preferensi Siswa, Sekolah Gratis, Makan Bergizi Gratis, Motivasi Belajar
Optimalisasi Strategi Penempatan Karyawan Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Untuk Meningkatkan Kinerja di PT Citra Baru Perkasa Jakarta Barat Hilma Harmen; Alya Ridha Nasution; Clara Pratama; Cut Nasiva Danil; Jhonatan Fidei Lafau; Sakila Putri; Sampelia Christina; Sundari Lisadin; Syukria Resti Haq
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 3 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v3i1.5591

Abstract

Strategi penempatan karyawan yang optimal menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja dalam suatu perusahaan. PT Citra Baru Perkasa menghadapi tantangan dalam penempatan karyawan yang belum sepenuhnya mempertimbangkan latar belakang pendidikan, yang dapat berdampak pada produktivitas, motivasi, serta tingkat retensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi penempatan karyawan yang berbasis pada latar belakang pendidikan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap berbagai penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kesesuaian latar belakang pendidikan dengan produktivitas karyawan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pelatihan adaptif, sistem penempatan berbasis data, serta evaluasi berkala untuk mengoptimalkan strategi penempatan karyawan. Berdasarkan temuan tersebut, PT Citra Baru Perkasa disarankan untuk menerapkan sistem seleksi dan penempatan berbasis kompetensi, meningkatkan program pelatihan bagi karyawan yang ditempatkan di luar bidangnya. Dengan mengoptimalkan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas karyawan, mengurangi tingkat turnover, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih efektif dan efisien.