Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM PUISI “KARANGAN BUNGA” KARYA TAUFIK ISMAIL Krisna, Avni Amelia Putri; Qur'ani, Hidayah Budi
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.515 KB) | DOI: 10.26418/ekha.v4i2.44480

Abstract

AbstractLiterary work, especially poetry, is an effective form of work in delivering social criticism. Literary works often describe the social reality that exists around the author's environment. Taufik Ismail's literary works carry a lot of themes that are full of social criticism in the life problems of the Indonesian people. In addition to the theme of social criticism, Taufik Ismail's poetry literature also focuses on moral, social, political, cultural, love, and religious themes. The objective of this research is to describe the social criticism contained in the poem "Karangan Bunga" by Taufik Ismail. This type of research used to examine the poetry text "Karangan Bunga" by Taufik Ismail is a qualitative descriptive study. The data source used was a poem by Taufik Ismail entitled "Karangan Bunga" which was published in 1966. The results of the study obtained the following conclusions: 1) social criticism of the government, 2) social criticism of security forces, and 3) social criticism as symbol of grief of the people.  AbstrakKarya sastra khususmya puisi, merupakan salah satu bentuk karya yang efektif dalam penyampaian kritik sosial. Karya sastra seringkali mengambarkan tentang realitas sosial yang ada di sekitar lingkungan pengarang. Karya sastra Taufik Ismail banyak mengangkat tema-tema yang sarat dengan kritik sosial dalam masalah kehidupan rakyat Indonesia. Selain tema tentang kritik sosial, karya sastra puisi karya Taufik Ismail juga mengangkat tema moral, sosial, politik, budaya, percintaan, dan agama.  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam puisi “Karangan Bunga” karya Taufik Ismail. Jenis penelitian yang yang digunakan untuk mengkaji teks puisi “Karangan Bunga” karya Taufik Ismail adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Karangan Bunga” yang diterbitkan pada tahun 1966. Hasil penelitian memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) kritik sosial terhadap pemerintah, 2) kritik sosial terhadap aparat keamanan, dan 3) kritik sosial sebagai lambang duka rakyat.
HEGEMONI TOKOH NYAI SUKU DALAM NASKAH DRAMA GENERASI TERAKHIR KARYA GEPENG NUGROHO Fibiani, Mufadila; Qur'ani, Hidayah Budi
Jurnal Pena Indonesia Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v6n1.p71-86

Abstract

Penerapan Media Video Pembelajaran “Mahir Berpidato” Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berpidato Siswa Ayuni, Prajna Paramita; Anggraini, Purwati; Qur'ani, Hidayah Budi
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 3 (2025): Kode: Edisi September 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat pada artikel ini adalah kurangnya hasil belajar siswa dalam praktik berpidato, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa, melalui media belajar berupa video pembelajaran. Penggunaan video pembelajaran yang berjudul “Mahir Berpidato” diharapkan dapat meningkatkan skor hasil belajar siswa, pada materi praktik berpidato. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan cara melakukan perencanaan pembelajaran di awal siklus, kemudian refleksi hasil pembelajaran yang dilakukan pada setiap akhir siklus untuk menentukan keberlanjutan atau tidaknya siklus. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Blitar dengan sampel 40 siswa. Penelitian dilakukan pada tanggal 15 Maret-20 Mei 2022. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pengamatan atau observasi terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan video pembelajaran “Mahir Berpidato” memberikan hasil belajar yang cukup memuaskan pada siklus pertama. Namun, nilai tertinggi yang didapatkan belum maksimal dan belum mencapai KKM. Untuk itu, diadakan siklus kedua untuk meningkatkan hasil belajar. Setelah dilanjutkan pada siklus kedua, hasil yang didapatkan cukup memuaskan sehingga dapat disimpulkan pada siklus, nilai materi berpidato siswa sudah mencapai KKM. Pada siklus kedua ini, keterampilan berpidato siswa sudah mengalami peningkatan, untuk itu tidak perlu melanjutkan penelitian ke siklus berikutnya. Kata Kunci: video mahir berpidato, keterampilan berpidato, media pembelajaran, SMA
Citra Perempuan dalam Dongeng “Nelayan dan Putrinya” Karya Lena D Qur'ani, Hidayah Budi; Candra Rahma Wijaya Putra; Fina Hiasa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4651

Abstract

Citra merupakan salah satu bentuk filsafat eksistensialis, sangat penting dalam kehidupan manusia, mencakup proses visual, verbal, dan nonverbal. Pada penelitian ini berfokus pada dongeng yang menceritakan tokoh perempuan. Adapun dongeng yang dipilih berjudul “Nelayan dan Putrinya” karya Lena D diterbitkan tahun 1996. Dongeng “Nelayan dan Puterinya” merupakan salah satu cerita pilihan yang dimuat dalam majalah Bobo Edisi 50 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan feminisme yang berfokus pada penggambaran citra perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik kepustakaan dan teknik baca-catat serta menggunakan metode membaca sebagai perempuan atau reading as a woman. Terdapat tiga bentuk citra perempuan yaitu citra fisik, psikis, serta sosial serta manfaat citra perempuan bagi pembaca anak-anak dalam dongeng “Nelayan dan Putinya” karya Lena D. Ketiga citra perempuan tersebut digambarkan melalui tokoh perempuan bernama Mutiara. Hal tersebut membuktikan bahwa sedari dini perempuan sudah dilabeli dengan citra tersebut. Adapun manfaat yang ditemukan pada penggambaran citra tokoh perempuan bagi pembaca diantaranya pemecahan stereotip gender, mendorong ambisi dan kepercayaan diri, dan membangun pemahaman tentang kesetaraan.
Inovasi Literasi Guru Melalui Pendampingan Penulisan Puisi Berbasis AI Qur'ani, Hidayah Budi; Kumalasani, Maharani Putri; Ulum, Bahrul; Nuryasin, Mohammad
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38640

Abstract

Abstract:  Technological developments and digitalization require teachers to innovate. Innovation can be realized by having competence in empowering AI. Based on that, this community service activity aims to (1) improve teachers' creative literacy competencies through AI-based poetry writing training and (2) integrate AI technology in literature learning in elementary schools, especially in the creative process of writing poetry. This community service is in partnership with fifth-grade Indonesian language teachers at Muhammadiyah 9 Elementary School, Malang City. This community service uses a training method consisting of five stages of activities, namely socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability. The results of this community service are (1) an increase in competence in creative literacy aspects, especially in AI-based poetry writing and (2) an increase in the ability to integrate AI in literature learning in elementary schools. The overall community service results were obtained through direct interviews with community service participants.Abstrak: Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut guru untuk berinovasi. Inovasi dapat direalisasikan dengan memiliki kompetensi dalam memberdayakan AI. Berdasarkan hal itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru melalui pelatihan penulisan puisi berbasis AI dan (2) mengintegrasikan teknologi AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar, khususnya dalam proses kreatif menulis puisi. Pengabdian ini bermitra dengan guru bahasa Indonesia kelas V SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan yang terdiri atas lima tahap kegiatan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Hasil pengabdian ini berupa (1) adanya peningkatan kompetensi dalam aspek literasi kreatif, khususnya dalam penulisan puisi berbasis AI dan (2) adanya peningkatan kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Hasil pengabdian secara keseluruhan didapatkan melalui wawancara secara langsung terhadap peserta pengabdian.
Aesthetic Quality in Elementary School Students' Poetry Resulting from Artificial Intelligence Formulation Qur'ani, Hidayah Budi; Putra, Candra Rahma Wijaya; Zahro, Alfiatus; Ardiansyah, Yulianto
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 17, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v17i2.38597

Abstract

This study aims to describe and analyze the quality of aesthetic elements in poems written by fifth-grade elementary school students produced through the assistance of Artificial Intelligence formulations. Amidst the rapid integration of technology in education, debates have arisen regarding the originality and aesthetic quality of literary works involving algorithms. This study uses a descriptive qualitative approach with formal objects in the form of 20 student poems with nature, social, and family themes. Data analysis focused on four main aspects of poetics, namely: diction, imagery, style (figures of speech), and musicality. The results show that the poems formulated by AI have aesthetic qualities that remain grounded in the characteristics of child psychology. First, a dialectic of diction was found between students' affective honesty (spontaneity) and AI's lexical enrichment that strengthens the descriptive-aesthetic aspect. Second, the use of multisensory imagery (visual, auditory, and tactile) demonstrates AI's ability to concretize students' operational imagination. Third, the dominance of personification reflects children's natural animism, combined with the technologically enhanced poetic sentence structure, creating profound ecological and social empathy. Fourth, the musicality of the text is maintained through the regularity of rhyme and the use of onomatopoeia, which maintain the identity of children's play. The conclusion of this study confirms that AI technology does not diminish the authenticity of students' feelings but rather serves as a scaffolding that enhances the aesthetic quality and expressiveness of students' poetry. This research has implications for the need to adapt collaborative literary pedagogy with digital technology at the elementary school level.