Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program “Rodanya Mas Bagia” Di Kota Magelang Zainuri, Muhammad; Mutmainah, Nur Fitri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2029-2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat melalui program 'Rodanya Mas Bagia' di Kota Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan pemerintah, pendamping program, dan warga setempat. Penelitian ini menggunakan indikator partisipasi tujuh tingkat dari Jules Pretty sebagai kerangka utama. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat partisipasi masyarakat, dengan dominasi pada tahap pasif dan konsultatif, sementara tingkat swakelola sepenuhnya masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program telah berhasil membentuk fondasi pemberdayaan masyarakat, tetapi diperlukan upaya peningkatan kapasitas untuk mencapai partisipasi yang interaktif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang pembangunan partisipatif dengan menawarkan wawasan untuk perbaikan program berbasis masyarakat di masa depan.This research aims to analyze community empowerment strategies through the 'Rodanya Mas Bagia' program in Magelang City. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews and documentation with key stakeholders, including government representatives, program facilitators, and local residents. The study applies Jules Pretty's seven-level participation indicators as the main framework. The findings reveal varying levels of community participation, predominantly at the passive and consultative stages, while fully independent self-management remains limited. The research concludes that the program has successfully laid the foundation for community empowerment but requires enhanced capacity-building efforts to achieve sustainable and interactive participation. The study contributes to the field of participatory development by offering insights for improving future community-based programs.
Pencegahan Stunting dengan Inovasi Teknologi berupa Modifikasi Timbangan Digital Terkoneksi Android Sudarsono, Bambang; Sukesi, Tri Wahyuni; Tentama, Fatwa; Mutmainah, Nur Fitri; Yuliansyah, Herman; Mulasari, Surahma Asti; Nafiati, Lu’lu’; Sulistyawati, Sulistyawati; Ghozali, Fanani Arief
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3176

Abstract

Stunting is a problem that has a negative impact on society and can last for a long time. This community service program aims to increase the knowledge and skills of partner communities in preventing stunting by using innovative technology called the "Tas Stunting Kit." This activity involves creating appropriate technology, training health cadres, and evaluating technological innovation. The digital scale is modified to connect to an Android tablet via Bluetooth and is packaged in a bag. This community service program was attended by 29 participants, all of whom were health cadres, with the implementing team consisting of the chief proposer, additional proposers, and a second team consisting of lecturers and students. This technological innovation was evaluated with the Software Usability Scale (SUS) as a series of modifications to digital scales and Android applications, with the results having an acceptable acceptability range. The subsequent follow-up is developing a more integrated data collection system as a basis for the village government to make data-based decisions.
Peran Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Ketahanan Keluarga Mutmainah, Nur Fitri; Saharuddin, Erni; Utsany, Royan; Warastri, Annisa
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3501

Abstract

This community service activity is based on the background of  the family vulnerability that is in Dukuh Karangtengah with indicators of the rate of divorce, cause juvenile delinquency, increased cases of stunting. The importance of the family resilience aspect is needed as a promotional and preventive effort against such problems. The purpose of this PkM activity is to enhance the knowledge, skills of the community partners in promoting strengthening family resilience. The objective of this activity is the realization of the independence of the society in connection with social, economic and health aspect. The method is carried out with knowledge education, as well as training related to strengthening community groups, strengthening institutions with hydroponic skills and cultivation of catfish program. Based on statistical, there is a significant improvement in the average of knowledge before and after education and training. This family resilience-building activity is important to realize the national resiliencia in a wider way.
Analisis Kualitas Pelayanan Publik di Puskesmas Gamping II Kabupaten Sleman Nurmulya, Dwina; Mutmainah, Nur Fitri
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50258

Abstract

Kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan merupakan aspek strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memegang peran sentral dalam memberikan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik di Puskesmas Gamping II Kabupaten Sleman dengan menggunakan teori Kualitas Pelayanan oleh Zeithaml sebagaimana dijelaskan oleh Hardiansyah (2011) dalam Remba (2024). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Kepala Puskesmas, petugas pelayanan umum, PJ penanganan keluhan pelanggan, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan di Puskesmas Gamping II dinilai baik, namun masih ditemukan beberapa permasalahan. Dimensi tangible menunjukkan profesionalisme petugas dan lingkungan yang bersih. Dimensi reliability menegaskan konsistensi pelayanan sesuai SOP, tetapi keterbatasan tenaga kesehatan menimbulkan waktu tunggu yang lama. Dimensi responsiveness tercermin dari kesiapan petugas membantu pasien dan adanya mekanisme penanganan keluhan yang baik. Dimensi assurance ditunjukkan melalui sikap ramah dan kompetensi petugas yang baik. Dimensi empathy terlihat adanya prioritas layanan bagi kelompok rentan. Upaya perbaikan perlu difokuskan pada penguatan fasilitas pelayanan dengan memperhatikan tata letak puskesmas, penambahan SDM, serta sistem evaluasi mutu pelayanan yang lebih menyeluruh terutama dalam perbaikan sistem antrian pelayanan puskesmas.
Inovasi Teknologi Tepat Guna Pakan Campuran Fermentasi–Kering untuk Efisiensi Peternakan Domba pada Kelompok Lansia Produktif Toifur, Moh; Okimustava, Okimustava; Yunianto, Irfan; Sudarsono, Bambang; Mutmainah, Nur Fitri; Hanafi, Yahya; Izzati, Elsarina Nur; Susanto, Eko
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1s7t3479

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberdayaan kelompok lansia produktif melalui penerapan teknologi tepat guna pakan campuran fermentasi–kering dalam budidaya domba di Kalurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas ternak akibat keterbatasan kemampuan peternak lansia dalam pengelolaan pakan dan pemanfaatan limbah peternakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 40 peserta dari dua kelompok mitra, yaitu Kelompok BETERNAK dan LANTERA, terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan pada berbagai aspek produksi: efisiensi pakan meningkat sebesar 35%, pertambahan bobot domba naik dari 0,6 kg/bulan menjadi 0,9 kg/bulan, dan waktu kerja lansia berkurang dari 3,2 jam menjadi 1,8 jam per hari. Skor keberdayaan produksi meningkat dari 2,81 (kategori sedang) menjadi 4,29 (kategori sangat baik). Sebanyak 92,5% peserta mampu memproduksi pakan campuran secara mandiri dan 87,5% memahami prinsip biosekuriti serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Selain itu, program ini memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan tambahan rata-rata Rp600.000–Rp800.000 per bulan per anggota. Berdasarkan capaian indikator tersebut, penerapan teknologi ini menunjukkan efektivitas dalam mendukung aktivitas lansia serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok dalam pengelolaan peternakan berkelanjutan. Penerapan teknologi pakan campuran ini memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas ternak, penguatan kapasitas lansia dalam pengelolaan peternakan, serta kemandirian kelompok dalam produksi pakan dan pengolahan limbah. Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, hemat waktu, dan mudah direplikasi sehingga memungkinkan kelompok untuk mempertahankan praktik ini secara berkelanjutan. Rencana keberlanjutan program meliputi pembentukan unit produksi pakan skala kelompok, pemanfaatan pupuk organik sebagai produk tambahan yang bernilai ekonomi, serta penguatan jejaring dengan pemerintah desa dan dinas terkait untuk mendukung pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan. Hasil kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan (SDG 1), ketahanan pangan (SDG 2), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12). Innovation of Appropriate Technology in Mixed Fermented–Dry Feed for Improving Sheep Farming Efficiency among Productive Elderly Farmers Abstract This community service program aims to improve the efficiency and empowerment of productive elderly groups through the application of an appropriate technology for fermented–dry mixed feed in sheep farming in Argodadi Village, Sedayu District, Bantul Regency. The program was initiated due to low livestock productivity, which stems from limited abilities of elderly farmers in feed management and livestock waste utilization. The implementation method employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, consisting of socialization, technical training, technology application, mentoring, and evaluation stages. A total of 40 participants from two partner groups, BETERNAK and LANTERA, were actively involved in all stages of the program. Measurement results indicated improvements across various production aspects. Feed efficiency increased by 35%. Average sheep weight gain rose from 0.6 kg/month to 0.9 kg/month. The daily working time of elderly farmers decreased from 3.2 hours to 1.8 hours per day. The production empowerment score increased from 2.81 (moderate category) to 4.29 (very good category). A total of 92.5% of participants were able to independently produce mixed feed, and 87.5% understood biosecurity principles and livestock waste processing into organic fertilizer. In addition, the program generated an economic impact in the form of an increase in additional income of approximately IDR 600,000–800,000 per member per month. Based on these indicators, the application of this technology demonstrates effectiveness in supporting the daily activities of elderly farmers and enhancing the capacity and independence of the groups in sustainable livestock management. The adoption of the mixed-feed technology also has long-term impacts, including improved livestock productivity, strengthened capabilities of elderly farmers in farm management, and increased group self-reliance in feed production and waste processing. The technology is simple, time-efficient, and easily replicable, enabling the groups to maintain its practice sustainably. The program’s sustainability plan includes establishing a group-scale feed production unit, utilizing organic fertilizer as an additional value-added product, and strengthening networks with village authorities and relevant government agencies to support the development of sustainable livestock enterprises. The outcomes of this program contribute to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly poverty reduction (SDG 1), food security (SDG 2), decent work and economic growth (SDG 8), and responsible consumption and production (SDG 12).