Akbar, Kurnia Ardiansyah
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jl. Kalimantan No.I/93 68121 Jember, Jawa Timur, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA PADA HOTEL X DI KABUPATEN JEMBER Savitri, Regina Nanda; Indrayani, Reny; Akbar, Kurnia Ardiansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.22921

Abstract

Hotel termasuk dalam gedung bertingkat yang berpotensi mengalami kebakaran karena material yang ada dalam bangunan rawan terhadap penjalaran api. Karakteristik penghuni hotel juga sangat beragam karena berasal dari berbagai kalangan usia, kondisi fisik, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan tentang kebakaran yang berbeda. Sistem pendeteksian merupakan komponen awal yang penting untuk pengamanan bahaya kebakaran. Prioritas selanjutnya adalah menyelamatkan penghuni dari asap kebakaran, karena sebagian besar penyebab kematian adalah asap kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem proteksi aktif kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa sebagai upaya pencegahan dari bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis penelitian ini meliputi detektor, alarm, sprinkler, APAR, hidran, sarana jalan keluar, pintu dan tangga darurat, tempat berhimpun, dan lampu darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penerapan sistem proteksi aktif kebakaran adalah 65,67% dengan kategori cukup dan persentase penerapan untuk sarana penyelamatan jiwa adalah 75,50% dengan kategori cukup. Hasil penilaian penerapan ini diperoleh dengan membandingkan kondisi aktual lapangan dengan ketentuan dari standar yang berlaku. Pihak hotel diharapkan mampu memperbaiki komponen yang rusak dan melakukan pemeliharaan pada komponen yang masih dalam kondisi baik agar tidak mengalami kerusakan dan dapat diandalkan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN (KBKP) DI KABUPATEN JEMBER Sandra, Christyana; Tri Herawati, Yennike; Baroya, Ni'mal; Sulistiyani, Sulistiyani; Ningrum, Prehatin Trirahayu; Akbar, Kurnia Ardiansyah; Ramani, Andrei
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i1.22441

Abstract

Kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBKP) merupakan salah satu sistem pembayaran dalam program jaminan kesehatan nasional pada puskesmas untuk meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien sehingga mutu layanan yang diberikan dapat terjaga. Kabupaten Jember sebagai salah satu kabupaten yang menjalankan kebijakan tersebut, namun diketahui terdapat kendala dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Penilaian terhadap puskesmas melalui KBKP dilihat berdasarkan pencapaian indikator yang meliputi angka contact rate, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, rasio peserta prolanis dan 1 indikator tambahan yaitu kunjungan rumah. Namun pelaksanaan kebijakan ini terdapat beberapa permasalahan yang dapat menghambat pencapaian target. Penelitian ini menggunakan metode Riset Implementasi. Riset ini membahas berbagai masalah implementasi dalam konteks yang beragam dimana pengambilan datanya dilakukan secara kualitatif (indepth interview) dan kuantitatif (analisis data sekunder). Evaluasi pelaksanaan KBKP tahun 2016 menunjukkan masih banyaknya tantangan dan hambatan sehingga BPJS Kesehatan mengeluarkan petunjuk teknis terkait KBKP. Tujuan penyusunan petunjuk teknis tersebut adalah memberikan panduan bersama pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan di FKTP. Pemerintah daerah diketahui kurang terlibat dalam kebijakan KBKP tersebut, tidak terdapat kebijakan yang mendukung kebijakan KBKP di tingkat kabupaten. Pencapaian target indikator yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP masih sulit dicapai oleh puskesmas khususnya pada indikator contact rate, pencapaian target indicator contact rate hanya 15 puskesmas (30%). Pencapaian indikator rujukan non spesialistik yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP selalu dapat dicapai oleh puskesmas (100%), namun indikator prolanis target pencapaiannya hanya 38 puskesmas dari 50 puskesmas yang dapat mencapai (76%). Sulitnya pencapaian target indikator contact rate karena petugas kesehatan di puskesmas tidak sempat meng-entry data kontak sehat dan kontak sakit pada aplikasi P Care. Diketahui KBKP dapat meningkatkan kepuasan peserta karena memaksa puskesmas untuk meningkatkan contact rate dengan peserta JKN dan merasa di ‘spesial’kan dengan program prolanis. Kebijakan KBKP juga dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas karena puskesmas harus meningkatkan sarana prasarana agar 145 diagnosis tersebut dapat diselesaikan.
Gambaran Sarana Proteksi Aktif Kebakaran Dan Kepatuhan Konsumen Pada Tanda Dan Rambu Peringatan Di SPBU Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Lestari, Ayu Mega; Indrayani, Reny; Akbar, Kurnia Ardiansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v15i2.17546

Abstract

One of the workplaces that often occurs in fires is a Petrol Station. As an effort to prevent fire with the availability of fire protection facilities available at gas stations. The purpose of this study is to describe the means of active fire protection and consumer compliance with warning signs and signs contained by gas stations as an effort to prevent fires in the Petrol Station Regency of Bondowoso. This research uses a descriptive quantitative research that illustrates the level of compliance with SPBU Safety Man Module regulations, SPBU Standard Operating Procedures and Management, K3LL Guidelines, Public Works Minister Regulation No: 26/PRT/M /2008 and SNI based on actual conditions. The sample in this study were 7 Petrol Station in Bondowoso Regency and 100 individuals related to consumer compliance. Data collection was carried out by interview, observation and documentation study. The average result of the suitability level of active protection facilities is 24.6% with the APAR criteria where the suitability level reaches 61.9% and the absorbance of sand reaches 85.71%. For fire detectors, fire alarms, fire hydrants and hose reels have not been implemented. While the level of consumer compliance is 95.83%. The results showed that active fire protection facilities at gas stations were not in accordance with laws and regulations, while consumer compliance was in the good category.
Climate Factors Contribute to Irritant Contact Dermatitis Among Farmers: A Study in East Java, Indonesia Akbar, Kurnia Ardiansyah; Fatma, Rosa Kumala; Aqilah, Syarifah
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 14 No. 3 (2025): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v14i3.2025.286-292

Abstract

Introduction: Irritant contact dermatitis is a common occupational disease among farmers, often triggered by environmental stressors. In Indonesia, particularly in Jember and Wuluhan District, over 70% of the population is engaged in farming, increasing vulnerability to climate-related health issues. This study aimed to examine the association between climate variables and the incidence of irritant contact dermatitis among farmers in Wuluhan District, East Java. Methods: A retrospective study was conducted using outpatient records from Lojejer Primary Healthcare Facility from July 2022 to December 2024. Included cases were farmers aged ≥17 years diagnosed with irritant contact dermatitis. Climate data—temperature, humidity, and wind flow—were obtained from the World Weather Satellite. Multiple linear regression assessed the relationship between monthly dermatitis cases and climate variables. Significance was set at p < 0.05. Results: A total of 462 dermatitis cases were recorded. Humidity was significantly associated with increased dermatitis incidence (p = 0.047; 95% CI: 1.464 to 0.011; R² = 0.369), suggesting a moderate predictive value. In contrast, temperature (p = 0.274) and wind flow (p = 0.624) were not significant. Conclusions: Humidity significantly contributes to irritant contact dermatitis among farmers, likely due to prolonged skin exposure and barrier dysfunction. These findings underscore the need for climate-responsive occupational health strategies, such as improved protective equipment and work schedule adaptations, to safeguard farmer health amid changing environmental conditions.