Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PATI JAGUNG (amylum maydis) TERHADAP KUALITAS BEDAK TABUR YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia Sinensis., L) SEBAGAI ANTI JERAWAT Hamidah, Nida; Priatni, Haty Latifah
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 4 No. 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 September 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun teh hijau (camellia sinesis., L) mempunyai zat aktif yaitu katekin yang berfungsi sebagai antibakteri yang dapat membunuh bakteri. Biji jagung manis tersebut memiliki pati sebagai zat pelekat sekaligus dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit wajah. Kandungan jagung manis berupa; energi, protein, lemak, karbohidrat,kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin C, vitamin B, dan air, yang banyak bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Ekstrak daun teh hijau camellia sinensis sebagai antijerawat dapat diformulasikan sebagai sediaan bedak tabur, dan apakah penambahan Pati jagung amylum maydis dalam formulasi bedak tabur dapat mempengaruhi kualitas sediaan bedak tabur Formulasi sediaan bedak tabur terdiri dari bahan-bahan seperti zinc oksida, magnesium stearat, magnesium karbonat, talkum, dan ekstrak daun teh hijau sebagai zat aktif serta penambahan pati jagung dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, kecepatan alir serbuk, bobot jenis, pH, kelembaban dan uji daya lekat. Hasil menunjukan dari uji kecepatan alir serbuk F0: (1,2),F1: (1,1),F2:(1,1), dan F3: (1). Uji kelembaban didapat kadar air F0: (4,04%), F1: (4,02%), F2: (4,01%), dan F3: (4,04%). Uji pH F0,F1,F2, dan F3, didapat hasil pH 7. Uji daya lekat F0: 70%, F1: 60%, F2: 60% dan F3: 50%. Dari keempat formulasi yang dibuat dengan melakukan uji sediaan jadi. Didapat hasil uji kelembaban dan uji daya lekat dengan formulasi pati jagung 20% memiliki hasil paling baik dari pati jagung 10% dan 15%. Tetapi tidak memenuhi standar ketentuan pH.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS KUNINGAN (UNIKU) TENTANG BAHAYA MEROKOK SHISHA DI KABUPATEN KUNINGAN Aryana, Rifky Adhi; Priatni, Haty Latifah
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 4 No. 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 September 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Kuningan tentang pemahaman kesehatan terhadap dampak bahaya dari rokok shisha. Methode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Populasi dalam peneliti ini berjumlah 44 responden. Teknik sampling penelitian ini menggunakan tehnik total sampling, dengan jumlah sampel 44 responden. Variabel penelitian ini adalah tingkat pengetahuan remaja tentang rokok hisap shisa. Data di ambil dengan kuesioner, kemudian di olah dan di analisis dengan data distribusi frekuensi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan Mahasiswa Universitas Kuningan (UNIKU) Fakultas Komputer di Kabupaten Kuningan, memililiki tingkat pengetahuan yang “cukup” mengenai tingkat pengetahuan dari bahaya merokok shisha. Hasil tersebut sesuai dengan kategori tingkat pengetahuan yaitu kategori “cukup” dengan skor 60% – 75% dengan hasil persentase yang didapat yaitu (61%).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45’ KUNINGAN Vaoziah, Riva Tri; Priatni, Haty Latifah
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v6i1.168

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi akibat berkembang biaknya mikoorganisme di dalam saluran kemih. Infeksi saluran kemih di Indonesia dan Prevalensinya masih cukup tinggi, jumlah penderita ISK di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk pertahun nya atau sekitar 180.000 kasus baru pertahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pengobatan antibiotik infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap RSUD 45’ Kuningan berdasarkan kepada standar yang di tetapkan oleh Guidline Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif pengumpulan data secara retrospektif yang di dasarkan pada catatan medis. Dari hasil pengamatan sampel yang di dapat sebanyak 40 penderita infeksi saluran kemih, dengan jumlah pasien laki-laki sebanyak 16 (40%) , perempuan sebanyak 24 (60%). Jenis antibiotik yang di gunakan antibiotik ciprofloxacin (52,5%), ceftriaxone (27,5%), amoxcicillin (12,5%), dan cotrimoxazol (7,5%.). Kesesuian dosis (92,5%) dan kesesuian lama pemberian (82,5%).
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM (Ca) SUSU SAPI MURNI DAN SUSU SAPI KEMASAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL YANG BEREDAR DI KECAMATAN CIGUGUR KUNINGAN Priatni, Haty Latifah; Pauziah, Risna
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v8i1.216

Abstract

Susu merupakan cairan berwarna putih yang diproduksi kelenjar susu binatang ternak sehat dan mengandung mineral, seperti kalsium. Kalsium merupakan mineral esensial yang paling dibutuhkan oleh tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi serta mengatur proses biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kadar kalsium (Ca) dalam susu sapi murni dan susu sapi kemasan yang beredar di Kecamatan Cigugur Kuningan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan uji laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan uji pengendapan dan metode kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet Visibel. Hasil analisis kualitatif menunjukkan seluruh sampel positif mengandung kalsium. Hasil analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet Visibel menunjukkan bahwa absorbansi diperoleh pada panjang gelombang 520 nm dengan hasil pengukuran didapatkan kadar kalsium sampel A yaitu 1,703 mg/mL; sampel B 1,563 mg/mL; sampel C 1,664 mg/mL; sampel D 1,757 mg/mL; sampel E 1,772 mg/mL dan sampel F 1,865 mg/mL.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN DI PASAR KEPUH KABUPATEN KUNINGAN janah, lilis nur; Priatni, Haty Latifah; Wiryani, Ani Siti
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jfarmaku.v9i1.507

Abstract

ABSTRAK Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Formalin tergolong sebagai zat karsinogen yaitu senyawa yang dapat menyebabkan timbulnya kanker, oleh karena itu bahan formalin tidak boleh digunakan baik dalam makanan maupun minuman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi formalin pada ikan asin yang dijual di pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Jenis ikan asin yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan asin peda , rebon, mujaer, sepat, tanjan dan teri. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini yaitu secara random sampling di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif metode uji warna menggunakan pereaksi kalium permanganat (KMnO4). Hasil penelitian yang diperoleh untuk semua sampel tidak ada yang terdeteksi mengandung formalin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ikan asin di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan aman dan dapat digunkan sebagai makanan bagi masyarakat. Kata Kunci: Formalin, ikan asin, analisis. ABSTRACT Formalin is a toxic substance and dangerous to the health of the human body. Formalin is classified as a carcinogen, namely a compound that can cause cancer, therefore formalin should not be used either in food or beverages. The purpose of this study was to identify formaldehyde in salted fish sold at the Kepuh market, Kuningan Regency. The types of salted fish used in this study were salted fish peda, rebon, mujaer, sepat, tanjan and anchovies. The sample chosen in this study was by random sampling at Kepuh Market, Kuningan Regency. The type of research used is qualitative analysis of the color test method using potassium permanganate (KMnO4) reagent. The research results obtained for all samples were not detected to contain formalin. Based on these results it can be concluded that salted fish in Kepuh Market, Kuningan Regency, is safe and can be used as food for the community. Keywords: : Formalin, salted fish, analysis.
Analisis Bahan Kimia Obat Deksametason Pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar Di Toko X Priatni, Haty Latifah; Malik, Faturahman Abdul
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 September 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jfarmaku.v9i2.497

Abstract

Jamu merupakan obat tradisonal yang berasal dari bahan alam dan telah digunakan secara turun-temurun. Masyarakat percaya bahwa jamu memiliki efek samping yang lebih sedikit dan aman dikonsumsi. Namun, ada beberapa produsen yang menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya Deksametason pada jamu pegal linu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah jamu pegal linu yang beredar di Toko X mengandung bahan kimia obat Deksametason. Jamu pegal linu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 sampel jamu yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi warna asam sulfat pekat dan asam anhidrat serta menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak yang digunakan etanol 96% : kloroform (1:9), pelarut yang digunakan adalah kloroform, metanol, aquadest dan fase diam yang digunakan adalah plat silika gel GF254. Hasil analisis menunjukan tidak adanya bahan kimia obat deksametason pada setiap sampel jamu jika dilihat dari tidak adanya noda bercak berwarna ungu, adapun bercak pada sampel tetapi terdapat perbedaan nilai Rf dengan baku pembanding.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA MINUMAN KEMASAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS Priatni, Haty Latifah; Kurniasari, Nia; Wiryani, Ani Siti
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 5 (2023): Vol. 1, No. 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan sel. Minuman kemasan yang mengandung Vitamin C sering terpapar oleh sinar matahari pada saat proses distribusi dan penjualan, yang dapat mengakibatkan degradasi senyawa asam askorbat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada lima sampel minuman kemasan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan reaksi warna dan analisis kuantitatif dengan mengukur kadar vitamin C pada sampel minuman kemasan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 253 nm. Dari hasil analisis kualitatif pada 5 sampel terdapat 3 sampel positif yang mengandung vitamin C yaitu pada sampel A, B, dan C. Kadar vitamin C pada minuman kemasan yaitu pada sampel A sebesar 5,3768 mg/mL, sampel B 1,2123 mg/mL dan sampel C 1,2454 mg/mL.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR KALSIUM PADA YOGHURT BERMEREK DAN TIDAK BERMEREK DI KECAMATAN CIGUGUR MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Priatni, Haty Latifah; Dwi Assya, Salsa
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 5 (2024): Vol. 2, No. 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan asupan gizi yang cukup diperlukan tubuh agar tetap sehat. Kalsium merupakan salah satu zat gizi yang berperan penting dalam tubuh. Sumber utama asupan kalsium berasal dari susu dan produk olahan susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kalsium dan mengetahui kadar kalsium yang terkandung pada 4 sampel yoghurt bermerek dan 4 sampel yoghurt tidak bermerek yang beredar di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental di Laboratorium secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan kalsium, uji kuantitatif dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kadar kalsium pada sampel. Pada analisis kualitatif diketahui bahwa seluruh sampel positif mengandung kalsium. Diperoleh hasil panjang gelombang maksimum yaitu 531 nm serta diperoleh persamaan regresi linier y = 0,3x + 0,428 dengan nilai koefisien korelasi 0,98090. Berdasarkan pengukuran diketahui bahwa ratarata kadar kalsium pada yoghurt bermerek adalah 1,83 mg/mL, sedangkan rata-rata kadar kalsium pada yoghurt tidak bermerek adalah 1,922 mg/mL. Sehingga terdapat perbedaan kadar kalsium pada yoghurt bermerek dan tidak bermerek yang beredar di Kecamatan Cigugur sebesar 0,092 mg/mL atau 4,78%.
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis di Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan Hanifah, Rakhmawati; Herliningsih, Herliningsih; Priatni, Haty Latifah; Rizqulloh, Aditya; Novitasari, Pricillia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v2i2.344

Abstract

Jumlah populasi yang bertambah setiap tahunnya menjadi tantangan dalam dunia kesehatan, khususnya dalam menjamin kesejahteraan kesehatan masyarakat melalui pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan merupakan kunci bagi masyarakat untuk mengetahui keluhan atau penyakit Tidak Menular (PTM) yang sedang dialami. Dengan meninjau pemeriksaan kesehatan secara berkala, maka upaya untuk menyembuhkan dan mengendalikan suatu penyakit juga akan meningkat apabila diikuti dengan perilaku dan pola hidup yang sehat. Terbatasnya akses dan fasilitas kesehatan, kurangnya kesadaran masyarakat, dan faktor ekonomi menjadi faktor penghambat dalam upaya meningkatkan kesehatan dikalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Dengan adanya program pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit sehingga diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah preventif yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diikuti oleh 88 orang yang dilakukan di Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 30 Mei 2024 pada pukul 08:00 s.d selesai.
Analysis of Hydroquinone and Mercury in Whitening Cream Using UV-Vis Spectrophotometry and ICP-OES Priatni, Haty Latifah; Marini, Marini; Nurhayatina, Rina
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.846

Abstract

Whitening creams contain active substances that inhibit melanin formation. Hydroquinone and mercury are often added due to their effectiveness in reducing melanin and providing quick skin smoothing. This study aims to determine the levels of hydroquinone and mercury in whitening creams using UV-Vis spectrophotometry. A random sampling from cosmetic stores in Kuningan yielded 9 whitening cream samples. The experimental method included sample collection, standard solutions preparation, calibration curve construction, and qualitative tests for hydroquinone and mercury. FeCl3 was used for hydroquinone, and potassium iodide (KI) color test for mercury, with ICP-OES and UV-Vis Spectrophotometry for quantitative analysis. Qualitative KI testing showed that 6 out of 9 samples (A, B, C, D, F, I) contained mercury. FeCl3 testing found hydroquinone in 3 samples (D, E, G). UV-Vis Spectrophotometry identified hydroquinone in 8 samples (A, B, C, D, E, F, H, I) exceeding 0.02%, with concentrations ranging from 0.0809% to 3.5875%. Sample G had 0.0134%. ICP-OES testing revealed mercury content from -0.0071 to -0.6018 mg/L in samples A-H, less than 0.0001% in mg/Kg, but sample I had a high mercury content of 138.4844 mg/L.