Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

ANALISIS MAKNA SAMĀWĀT DALAM KITAB TAFSIR RAHMAT KARYA OEMAR BAKRY Chairunissa, Putri Evta; Shofa, Ida Kurnia; Mualim, Mohamad
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.439

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh pertanyaan mengenai perbedaan pandangan para mufasir dalam memahami makna lafadz Samāwāt. Beberapa upaya dilakukan untuk memahami pentingnya Samāwāt, yang tampaknya memaksakan konsep penafsir ke dalam teks. Permasalahannya dalam penelitian ini adalah Analisis makna Samāwāt terhadap penafsiran Oemar Bakry dalam kitab Tafsir Rahmat. Cara Oemar Bakry menafsirkan dan menerjemahkan teks tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap seberapa luas konten Tafsir Rahmat disebarluaskan. Misalnya dalam kitab Tafsir Rahmat makna Samāwāt diartikan sebagai ruang angkasa untuk menggambarkan tentang tatanan alam jagad raya. Pemilihan diksi ruang angkasa menunjukkan adanya wacana yang dibangun olehnya berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu astronomi dan teknologi. Penelitian ini adalah jenis kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif sebagai alat analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat lafadz Samāwāt yang terdapat dalam kitab Tafsir Rahmat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjemahan ruang angkasa karya Oemar Bakry sangat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan kontemporer mengenai alam semesta. Bentuk penafsiran ini menunjukkan tahapan berpikir dialektik antara ilmu pengetahuan dan al-Qur’an dalam kandungan Tafsir Rahmat memberikan sumbangsih metode penafsiran yang menjadikannya titik pusat ketertarikan para peneliti sebelumnya.
TREND BEAUTY MENURUT AL-QUR’AN: Analisis QS. Al-Nisa’ Ayat 119 Dan QS. Al-Rum Ayat 30 Perspektif Quraish Shihab Andriani, Nuryah Vika; Shofa, Ida Kurnia; Mualim, Mohamad
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 23 No. 1 (2024): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v23i1.441

Abstract

Trend beauty (kecantikan) termasuk dalam fenomena yang mengalami evolusi dan perubahan yang disebabkan adanya perkembangan media dan masyarakat. Sebagai manusia pasti menginginkan pribadinya secara lahir maupun bathin memiliki nilai keestetikan. Sedangkan hal ini identik sekali dengan wanita. Dalam upaya pemenuhan mempercantik diri, klinik kecantikan menyediakan fasilitas bagi para pemburu trend beauty tersebut. Eyelash extension (tanam bulu mata), nail art (seni hias kuku), dan sulam alis kini menjadi trend beauty yang digandrungi para wanita. Dalam menanggapi persoalan ini penulis akan merujuk pada perspektif Quraish Shihab  berdasarkan Q.S. An-Nisa’ ayat 119 dan Q.S. Ar-Rum ayat 30. Dalam Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menggunakan pendekatan yang berbeda untuk menjawab pertanyaan ini. Adapun jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian yang bersifat kepustakaan  dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Penulis menggunakan dua sumber rujukan yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Adapun hasil dari pembahasan ini adalah Quraish Shihab menyatakan bahwa ketiga trend beauty yang disebutkan di atas tidak termasuk dari larangan yang mutlak karena dalam penggunaannya tidak terdapat unsur yang menyatakan bahwa mengalihkan atau menghilangkan fungsi tubuh manusia. Namun dalam proses penyelesaian jurnal ini, penulis juga menyajikan beberapa argument terkait tentang trend beauty menurut ulama-ulama yang berbeda. Dengan begitu pada akhir pembahasan mendapatkan hasil akhir yang bisa dijadikan sebagai dasar ilmu dalam menanggapi fenomena trend beauty tersebut.
TELAAH KITAB TAFASSERE BICARA UGINA SURAH ‘AMMA KARYA AGH. MUHAMMAD AS’AD SENGKANG Adinda, Nur; Shofa, Ida Kurnia; Ghifari, Muhammad
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.363

Abstract

This article examines one of the tafsir books compiled by AGH. Muhammad As'ad, one of the Indonesian clerics who is influential in South Sulawesi. The book of tafsir is entitled Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma. This tafsir is among the first tafsir written using Lontarak script and in Bugis language, so this tafsir book provides a new nuance in the history of the study of al-Qur'an tafsir in South Sulawesi. The book of tafsir was translated into Indonesian by AGH. As'ad students, Sjamsoeddin Singkang. The book Tafasere Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma is classified as a book that has little exposure to the general public, so no research has been found that examines this book of tafsir. This research aims to examine the characteristics, background of interpretation, sources, methods and styles used by AGH. As'ad in interpreting the Koran. This type of research is library research using descriptive analysis methods. From this research it can be seen that the Bugis community was the main target for writing the book Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma because the community's understanding there is still very limited and there are still many ritual practices that are not in accordance with Islamic teachings and beliefs. As for the source of AGH interpretation. As'ad uses the bi al-ray tafsir method. From a methodological aspect, this interpretation uses the ijmali method with simple interpretation. The breadth of explanation falls into the category of bayani interpretation. The targets and order of verses are interpreted using the maudhu'i verse method. The style of interpretation tends to be towards faith and divinity, making it fall into the category of interpretation of the i'tiqadi style. Artikel ini mengkaji salah satu kitab tafsir yang disusun oleh AGH. Muhammad As’ad, salah satu ulama Nusantara yang berpengaruh di Sulawesi Selatan. Kitab tafsirnya diberi judul Tafasere Bicara Ugina Surah Amma. Tafsir tersebut termasuk tafsir pertama yang ditulis menggunakan aksara Lontarak dan berbahasa Bugis sehingga kitab tafsir ini memberikan nuansa baru dalam sejarah kajian tafsir al-Qur’an di Sulawesi Selatan. Kitab tafsir diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh murid AGH. As’ad, Sjamsoeddin Singkang. Kitab Tafasere Bicara Ugina Surah Amma tergolong kitab yang kurang terekspos di masyarakat umum, sehingga belum ditemukan penelitian yang mengkaji kitab tafsir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, latar belakang penafsiran, sumber, metode dan corak yang digunakan AGH. As’ad dalam menafsirkan al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa masyarakat Bugis menjadi sasaran utama penulisan kitab Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma karena pemahaman masyarakat di sana masih sangat terbatas dan masih terdapat banyak praktik ritual yang tidak sesuai dengan ajaran dan keyakinan Islam. Adapun mengenai sumber penafsiran AGH. As’ad menggunakan metode tafsir bi al-ray. Dari aspek metolodogi, tafsir ini menggunakan metode ijmali dengan penafsiran sederhana. Keluasan penjelasan masuk pada kategori tafsir bayani. Adapun sasaran dan tertib ayat yang ditafsirkan menggunakan metode maudhu’i ayat. Corak penafsiran cenderung mengarah ke arah keimanan dan ketuhanan menjadikannya termasuk kategori tafsir corak i’tiqadi.
VERNAKULARISASI DALAM TAFSIR BASA SUNDA: Studi Atas Tafsir Nurul Bajan Karya Muhammad Romli Dan H.N.S Midjaja Nurmawati, Reni; Mualim, Mohamad; Shofa, Ida Kurnia
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.371

Abstract

This article examines one of the most famous Sundanese tafsir books of its time and was written by a modernist Islamic figure in West Java, namely Muhammad Romli and H.N.S Midjaja. The book of tafsir is entitled Tafsir Qur'an Basa Sundanese Nurul Bajan. This tafsir was not completed in 30 juz, only reaching the third juz of Surah Al-Imran verse 91. This tafsir was written using Sundanese Latin language and script with old spelling that had not been perfected. There are three cultural aspects that influence the process of interpreting the Koran into Sundanese, including language stratification, traditional Sundanese expressions, and Sundanese nature. This research aims to examine the elements of vernacularization in Nurul Bajan's interpretation, which includes Sundanese language etiquette (Sundanese language steps), traditional Sundanese expressions, and Sundanese natural descriptions. This type of research is library research and is classified as qualitative research. This research uses a descriptive-analytical method using the vernacularization theory approach initiated by Anthony H. Johns. The results of this research can be concluded that Tafsir Nurul Bajan contains forms of vernacularization consisting of language manners (undak-usuk basa) which include the words arandjeun, manehna, ngadeg, abdi, wife, bodjo, garwana, pameget, uninga, ngadamel, and wallon. Traditional expressions include the words Mung kedah buleud determination and Ngahidji sabilulungan. A description of the nature of Sundanese which includes the words "like rain growing keunana pepelakan, nu njukakeun ka artisan tanina: tuluj maneh nendjo (njaksian) djadi koneng even speed pisan, tuluj kaajaanana djadi antjur". Artikel ini mengkaji salah satu kitab tafsir Sunda yang paling tersohor pada zamannyadan ditulis oleh seorang tokoh Islam modernis di Jawa Barat yakni Muhammad Romli dan H.N.S Midjaja. Kitab tafsirnya diberi judul Tafsir Qur’an Basa Sunda Nurul Bajan. Tafsir ini tidak selesai ditulis 30 juz, hanya sampai pada juz ketiga surat Al-Imran ayat 91. Tafsir ini ditulis menggunakan bahasa dan aksara latin Sunda dengan ejaan lama yang belum disempurnakan. Ada tiga aspek budaya yang mempengaruhi proses penafsiran Al-Qur’an kedalam bahasa Sunda, antara lain, stratifikasi bahasa, ungkapan tradisional Sunda, dan alam kesundaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur vernakularisasi dalam tafsir Nurul Bajan yang meliputi tatakrama bahasa Sunda (undak-usuk basa Sunda), ungkapan tradisional Sunda, dan gambaran alam kesundaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan(library research) dan diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitisdengan menggunakan pendekatan teori vernakularisasi yang digagas oleh Anthony H. Johns.Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tafsir Nurul Bajan mengandung bentuk-bentuk vernakularisasi yang terdiri dari tatakrama bahasa (undak-usuk basa) yang meliputi kataarandjeun, manehna, ngadeg, abdi, istri, bodjo,garwana, pameget, uninga, ngadamel, dan walon. Ungkapan tradisional yang meliputi kata Mung kedah buleud tekad dan Ngahidji sabilulungan. Gambaran alam kesundaan yang meliputi kata “seperti hudjan numbuhkeunana pepelakan, nu njukakeun ka tukang-tukang tanina: tuluj maneh nendjo (njaksian) djadi koneng malah laju pisan, tuluj kaajaanana djadi antjur”.