Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA DAN FASILITAS SOSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN KEBUN DI AFDELING 1 ESTATE TSB 1 PT. TRITUNGGAL SENTRA BUANA Putri Andina, Tantya; Obeth, Ernita; Rahman, Mujibu
JURNAL AGRIMENT Vol. 6 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.514

Abstract

This research is motivated by factors that affect employee satisfaction at work such as compensation provided by the company, the work environment created around the company and social facilities available in the company. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of compensation, work environment and social facilities on employee job satisfaction. This study obtained data through filling out questionnaires and interviews with 27 respondents. Data were analyzed using multiple linear regression, are T test to determine the effect of compensation, work environment, and social facilities partially on job satisfaction, F test to determine the effect of compensation, work environment, and social facilities simultaneously on job satisfaction, and R2 test to determine the contribution off all independent variables (compensation, work environment, and social facilities) to the dependent variable (job satisfaction). The results of this study indicate that only compensation and work environment have a significant effect on job satisfaction. The compensation value (t-count 2.67 > t-table 2.07) with a significance value of 0.013 < 0.05 and the value of work environment (t-count 3.52 > t –table 2.07) with a significance value of 0.001 < 0,05. The result of the F test indicate that compensation, work environment, and social facilities have a significant effect on job satisfaction (F-count 11.36 > F-table 3.03) with a significance value of F 0.00009 < 0.05. For the contribution or contribution of compensation, work environment and social facilities to job satisfaction, it shows a strong correlation with a percentage of 0.597 or 59.7%.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana dalam Program Pengembangan Usaha Olahan Miracle Tree “Kelor” Bustomi, Muhamad Yazid; Sardianti, Andi Lelanovita; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kelor yang tumbuh di daerah warga setempat yang juga tersedia lahan pekarangan yang cukup luas. Tanaman kelor memiliki potensi dan peluang serta kaya manfaat, baik untuk mencukupi kebutuhan pangan, obat herbal keluarga dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satu cara dalam menjaga ketahanan pangan keluarga yaitu dengan memanfaatkan kemampuan dalam pengolahan produk pangan. Kegiatan ini dilakukan kepada kelompok dasawisma di RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana yang memiliki potensi dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanaman kelor, mengingat khasiat dan manfaat dari tanaman ini. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi dan praktik untuk menambah keterampilan Ibu-ibu dasawisma, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan dalam pengelolaan tanaman kelor melaui pelatihan. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memahami dan mempraktikkan dalam pengolahan tanaman kelor menjadi teh dan tepung yang berbahan baku kelor. Masyarakat menjadi mengetahui bahwa kelor yang diolah menjadi tepung kandungan gizi akan bertambah tinggi. Selain itu juga, masyarakat menjadi tertarik untuk membudidayakan tanaman kelor di pekarangan rumah, walaupun di lahan yang sempit tanaman ini juga dapat berkembang dengan baik.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Rosella Menjadi Selai dan Syrup Pada Kelompok Rumah Tangga RT 20 Kelurahan Sempaja Utara Lelanovita Sardianti, Andi; Yazid Bustomi, Muhamad; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3081

Abstract

Kelurahan Sempaja Utara memiliki wilayah yang cukup luas dibandingkan dengan kelurahan lain yang ada di Kota Samarinda. Wilayah yang sebagian besar lahan yang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian menjadi potensi dalam pengembangan tanaman rosella. Pekarangan rumah yang di wilayah ini juga masih tergolong luas, sehingga cocok untuk digunakan untuk menanam bunga rosella. Tanaman rosella dapat diolah menjadi beberapa produk olahan yang kaya manfaat, di antaranya yaitu diolah menjadi selai dan syrup. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok rumah tangga dalam pehamaman manfaat tanaman rosella, pengolahan menjadi syrup dan selai, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella. Metode yang digunakan yaitu dengan sosialisasi langsung kepada peserta dengan mempraktikkan pengolahan bunga rosella. Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh anggota dasawisma yang menghasilkan produk berupa selai dan syrup yang dibagikan kepada peserta kegiatan. Berbagai manfaat yang terkandung dalam bunga rosella diharapkan dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk dalam memanfaatkannya jika diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini berupa peningkatan softskill pemahaman manfaat tanaman rosella 100%, pemahaman pengolahan menjadi syrup dan selai 100%, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan 100%, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella 70%.
Pelatihan Pemanfaatan Nasi Sebagai Campuran Pembuatan Kerupuk Rasa Bawang di Dasawisma Lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru Sukariyan, Sukariyan; Sardianti, Andi Lelanovita; Bustomi, Muhamad Yazid; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4212

Abstract

Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu dengan mendorong kreativitas di kalangan masyarakat. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik-teknik terbaik untuk mengolah nasi sisa menjadi kerupuk yang lezat dan bergizi. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengajarkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan, dengan harapan peserta mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomis melalui pemanfaatan nasi sebagai campuran pembuatan kerupuk. Metode kegiatan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Peserta kegiatan tertarik untuk menerapkan apa yang disampaikan di rumah masing-masing. Hal ini tergambar dari keseriusan peserta dalam bertanya terkait proses atau urutan dalam pengolahan nasi tersebut, karena sering ditemui nasi yang dimasak masih berlebih dan perlu untuk dimanfaatkan. Kerupuk nasi rasa bawang ini dapat mendorong masyarakat untuk dapat mengurangi biaya dalam pemenuhan menu tambahan yaitu kerupuk yang akan menjadi pelengkap makanan. Selain itu, kegiatan ini juga menambah wawasan dan mind set peserta akan pentingnya pemanfaatan nasi menjadi suatu peluang usaha yang menguntungkan.
Pengaruh Upah Lingkungan Kerja dan Fasilitas Sosial Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Panen Titania, Desi; Obeth, Ernita; Juli Kardika, Adelia
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i2.191

Abstract

Sumber daya manusia dalam perusahaan sangatlah diperlukan untuk menjalankan kegiatanperusahaan. Kepuasan kerja merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan perusahaan dalam rangkamendorong kinerja karyawan dan penilaian terhadap kepuasan kerja karyawan. Ada beberapa hal yangdipakai dalam penilaian mengenai kepuasan kerja, sebagai pertimbangan dalam penilaian kepuasan kerjaantara lain upah, lingkungan kerja dan fasilitas sosial. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipengaruh upah, lingkungan kerja dan fasilitas sosial terhadap kepuasan kerja karyawan panen. Datadiperoleh melalui wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuesioner kepada karyawanpanen di Estate 2 PT.Tritunggal Sentra Buana. Responden ditentukan menggunakan metode purposivesampling dengan kriteria tertentu sehingga dipeoleh 42 responden. Data dianalisis regresi linier berganda,uji t, uji f dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial upah danfasilitas sosial berpengaruh terhadap kepuasan kerja, namun lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadapkepuasan kerja. Walaupun secara parsial lingkungan kerja tidak berpengaruh, namun secara simultanupah, lingkungan kerja, dan fasilitas sosial berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
Analisa Potensi Bahaya Pabrik Kelapa Sawit di Desa Jambuk, Kecamatan Bongan, Kalimantan Timur Obeth, Ernita; Fahrizal; Hidayahtullah, Fathur Fiqri
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1822

Abstract

Perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Hal ini mendorong pertumbuhan perkebunan kelapa sawit termasuk pabrik kelapa sawit. Lingkungan kerja pabrik memiliki potensi bahaya dan risiko bagi karyawan pabrik namun masih banyak perusahaan kelapa sawit yang belum menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja yang baik sehingga masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik. Penerapan sistem kesehatan dan keselamatan kerja adalah bagian dari manajemen risiko. Dalam rangka mengurangi potensi risiko yang terjadi di pabrik kelapa sawit, perlu dilakukan analisa HIRARC (hazard identification, risk analysis, and risk control). Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan 20 responden yang dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama (hazard identification) adalah wawancara terhadap mandor dan karyawan pabrik. Tahap kedua (risk analysis) adalah wawancara terhadap karyawan di stasiun pengamatan dan tahap ketiga (risk control) adalah wawancara terhadap pihak manajemen dan Ahli K3. Hasil pengamatan menunjukkan penyebab terjadinya bahaya adalah tidak adanya pembangunan infrastruktur secara berkala, adanya kelalaian dalam inspeksi dan pemeliharaan mesin, dan kelalaian karyawan dalam penggunaan APD. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan adanya potensi bahaya cedera dan luka di stasiun loading ramp dan indexter sedangkan bahaya cedera, luka hingga kehilangan nyawa di stasiun grading, oil control, dan boiler. Level risiko paling rendah adalah 4 (level rendah) sedangkan level risiko tertinggi adalah 20 (level ekstrim). Tindakan pengendalian yang dilakukan adalah engineering control, administrative control, dan penggunaan alat pelindung diri.