Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Combination Of Goat Rumen And Mas Snails As Decomposer Bacteria In Manufacturing Empty Palm Bunch Compost Fauzan Bintang Andaswara, Muhammad; Rusmini, Rusmini; Abidin, Zainal; Mudi, La; Daryono, Daryono; Anwar, Rusli; Arifin, Syaiful
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 5 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v5i1.1041

Abstract

One effort to utilize EPOFB waste is by composting EPOFB. Cellulose can be broken down by the activity of microorganisms that are capable of hydrolyzing cellulose as an energy source, such as bacteria and fungi. One solution for managing EFB waste is to utilize cellulose decomposing organisms, which come from goldfish snails (pomacea canaliculata) and goat rumen (caprovis spp.). The aim of this research is to calculate the length of time for composting, observe the physical properties of the compost and test the nutrient elements N, P, K, C/N ratio and pH, compost from EFB using decomposer bacteria from golden snails combined with goat rumen at the P1 level and the P2 level. using commercial bioactivators. Fertilizer results at each level were compared with the Indonesian National Standard SNI No./140/10/2004. This research was carried out at the Agronomy Laboratory of the Plantation Plant Cultivation Study Program and Pilot Gardens of the Samarinda State Agricultural Polytechnic, from June to September 2023. The research results show the length of time for composting to compost empty oil palm bunch waste at P1 level using a golden snail decomposer combined with rumen goats and P2 used a commercial biodecomposer for 53 days. Based on the results of research on the physical properties of empty oil palm fruit bunch waste compost at levels P1 and P2, the temperature at the end was the same, namely 28ºC, while the color, odor and texture parameters were better at level P2, namely blackish brown, odorless and slightly grainy in texture. The research results at the P2 treatment level were better in terms of the element parameters N, P, K and C, namely, N = 1.0343%, P = 0.2554% and K = 32.58, which met SNI 19-7030-2004 standards.
Analisis Kerusakan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dari Serangan Hama Tikus di Afdeling 1 & 2 Estate TSB 1 PT. Tritunggal Sentra Buana: Damage Analysis of Fresh Fruits Bunch (FFB) Palm Oil from Rats Attacks at Afdeling 1 & 2 TSB Estate 1 PT Tritunggal Sentra Buana Ngapiyatun, Sri; Raihan, Riyadh; wartomo; Anwar, Rusli; Mirasari, Rossy; Aziza, Humairo
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2922

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melakukan pengelolaan lahan yang baik, agar terhindar dari organisme pengganggu tanaman khususnya hama tikus, hal ini sangat berpengaruh terhadap produksi tandan buah segar yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian yang di sebabkan hama tikus serta kerugian rendemen OER yang disebabkan hama tikus dan faktor penyebab terjadinya losses brondolan yang disebabkan hama tikus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil data primer yang berupa berat kehilangan hasil losses brondolan yang ditimbang langsung di lapangan, melakukan pengamatan di lapangan dan dokumentasi. Data sekunder yaitu berupa dokumen perusahaan dan studi pustaka. Teknik penentuan sampel menggunakan metode field application atau secara langsung di lapangan dan lokasi penelitian ini dipilih secara acak (random sampling) karena untuk mengetahui keberadaan hama dalam kawasan yang diamati. Hasil penelitian yang dilakukan di Afdeling 1 & 2 Estate TSB 1 PT. Tritunggal Sentra Buana menunjukkan bahwa total losses brondolan yang disebabkan hama tikus pada afdeling 1 sebesar 0,028 % sedangkan untuk afdeling 2 sekitar 0,046 %. Penyebab terjadinya losses berondolan ini akibat dari faktor kurangnya melakukan perawatan dan pengendalian secara maksimal oleh karena itu, perlu perhatian khusus dalam membenahi masalah terkait kehilangan hasil losses berondolan ini agar tercapai produksi yang optimal.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana dalam Program Pengembangan Usaha Olahan Miracle Tree “Kelor” Bustomi, Muhamad Yazid; Sardianti, Andi Lelanovita; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kelor yang tumbuh di daerah warga setempat yang juga tersedia lahan pekarangan yang cukup luas. Tanaman kelor memiliki potensi dan peluang serta kaya manfaat, baik untuk mencukupi kebutuhan pangan, obat herbal keluarga dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satu cara dalam menjaga ketahanan pangan keluarga yaitu dengan memanfaatkan kemampuan dalam pengolahan produk pangan. Kegiatan ini dilakukan kepada kelompok dasawisma di RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana yang memiliki potensi dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanaman kelor, mengingat khasiat dan manfaat dari tanaman ini. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi dan praktik untuk menambah keterampilan Ibu-ibu dasawisma, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan dalam pengelolaan tanaman kelor melaui pelatihan. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memahami dan mempraktikkan dalam pengolahan tanaman kelor menjadi teh dan tepung yang berbahan baku kelor. Masyarakat menjadi mengetahui bahwa kelor yang diolah menjadi tepung kandungan gizi akan bertambah tinggi. Selain itu juga, masyarakat menjadi tertarik untuk membudidayakan tanaman kelor di pekarangan rumah, walaupun di lahan yang sempit tanaman ini juga dapat berkembang dengan baik.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Rosella Menjadi Selai dan Syrup Pada Kelompok Rumah Tangga RT 20 Kelurahan Sempaja Utara Lelanovita Sardianti, Andi; Yazid Bustomi, Muhamad; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3081

Abstract

Kelurahan Sempaja Utara memiliki wilayah yang cukup luas dibandingkan dengan kelurahan lain yang ada di Kota Samarinda. Wilayah yang sebagian besar lahan yang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian menjadi potensi dalam pengembangan tanaman rosella. Pekarangan rumah yang di wilayah ini juga masih tergolong luas, sehingga cocok untuk digunakan untuk menanam bunga rosella. Tanaman rosella dapat diolah menjadi beberapa produk olahan yang kaya manfaat, di antaranya yaitu diolah menjadi selai dan syrup. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok rumah tangga dalam pehamaman manfaat tanaman rosella, pengolahan menjadi syrup dan selai, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella. Metode yang digunakan yaitu dengan sosialisasi langsung kepada peserta dengan mempraktikkan pengolahan bunga rosella. Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh anggota dasawisma yang menghasilkan produk berupa selai dan syrup yang dibagikan kepada peserta kegiatan. Berbagai manfaat yang terkandung dalam bunga rosella diharapkan dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk dalam memanfaatkannya jika diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini berupa peningkatan softskill pemahaman manfaat tanaman rosella 100%, pemahaman pengolahan menjadi syrup dan selai 100%, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan 100%, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella 70%.
Pelatihan Pemanfaatan Nasi Sebagai Campuran Pembuatan Kerupuk Rasa Bawang di Dasawisma Lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru Sukariyan, Sukariyan; Sardianti, Andi Lelanovita; Bustomi, Muhamad Yazid; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4212

Abstract

Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu dengan mendorong kreativitas di kalangan masyarakat. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik-teknik terbaik untuk mengolah nasi sisa menjadi kerupuk yang lezat dan bergizi. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengajarkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan, dengan harapan peserta mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomis melalui pemanfaatan nasi sebagai campuran pembuatan kerupuk. Metode kegiatan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Peserta kegiatan tertarik untuk menerapkan apa yang disampaikan di rumah masing-masing. Hal ini tergambar dari keseriusan peserta dalam bertanya terkait proses atau urutan dalam pengolahan nasi tersebut, karena sering ditemui nasi yang dimasak masih berlebih dan perlu untuk dimanfaatkan. Kerupuk nasi rasa bawang ini dapat mendorong masyarakat untuk dapat mengurangi biaya dalam pemenuhan menu tambahan yaitu kerupuk yang akan menjadi pelengkap makanan. Selain itu, kegiatan ini juga menambah wawasan dan mind set peserta akan pentingnya pemanfaatan nasi menjadi suatu peluang usaha yang menguntungkan.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Desa Loa Janan Ulu Dalam Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Metode Takakura Menjadi Pupuk Organik Untuk Mendukung Rumah Pangan Lestari (RPL) Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Anwar, Rusli; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i2.11446

Abstract

In this era of globalization, environmental problems have become global issues. Society are aware of the dangers posed by environmental damage. One of the causes of environmental damage is environmental pollution caused by the accumulation of waste produced by humans. Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara regency is the village with the highest density with 1,007.90 population/km2. There are 3,401 households in the village area ladder. Housewives are also part of society produce waste or rubbish every day. Every day kitchen activities are included contributes quite a significant amount of waste. Kitchen waste that has been around all this time just thrown straight into landfill or burned straight away. Manage of kitchen waste needs to be dealt with so that it can be utilized as an ingredient for organic fertilizer. Composting is one of the efforts to process waste in order to recycle it organic waste with the concept of decomposing organic materials through processes weathering, besides being non-damaging and environmentally friendly. The simple way to make compost is the takakura basket method with help Local Organism Molecules. The solutions offered are: 1. Giving information about processing kitchen waste using the zero waste concept; 2. Giving information on the benefits of using organic fertilizer for partners and the environment with socialization; 3. Providing training on processing organic waste using methods Takakura makes simple use of surrounding resources. this activity planned for 4 months and carried out in Loa Janan Ulu Village, District Loa Janan, Kutai Kartanegara Regency. The result of the dedication of Loa Village Women Janan Ulu felt benefits such as increasing knowledge and insight handling organic household waste so that it becomes added value for plants in the yard includes vegetable plants that are consumed every day as well as ornamental plants. The follow-up to this activity requires training grow crops in the yard properly to utilize the land area available yard.
PEMANFAATAN ECO-ENZYME SEBAGAI SOLUSI LIMBAH ORGANIK DAN ALTERNATIF PUPUK CAIR RAMAH LINGKUNGAN Sukariyan, Sukariyan; Saridanti, Andi Lelanovita; Bustomi, Muhamad Yazid; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Putra, Pandhu Rochman Suosa; Fahrizal, Fahrizal; Marlendi, Sri
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20811

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan berupa eco-enzyme sebagai alternatif pupuk cair alami. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya volume limbah organik rumah tangga yang belum terkelola dengan baik serta ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam kegiatan pertanian dan penghijauan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, demonstrasi pembuatan eco-enzyme, serta pendampingan praktik langsung kepada peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Hal ini dijelaskan sebelum kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan limbah hanya sebesar 55% peserta memahami pentingnya pengelolaan limbah organik, namun setelah dilakukan pelatihan dan sosialisasi maka pengetahuan tentang eco-enzyme menjadi 82,8% menilai eco-enzyme sebagai solusi efektif dalam mengurangi limbah rumah tangga, dan 89,4% menyadari manfaatnya sebagai pengganti pupuk kimia. Selain itu, 85,8% peserta mengalami dampak perubahan yang pola pikir tentang pemanfaatan eco-enzyme dan berencana membuat eco-enzyme secara rutin dan mengajak keluarga atau tetangga untuk berpartisipasi. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan tingkat kepuasan yaitu 89,4% peserta menilai kegiatan ini bermanfaat bagi diri mereka serta lingkungan sekitar.