Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Share : Journal of Service Learning

MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENJUALAN UMKM KERAJINAN DI GRESIK Nur Laily; Ikhsan Budi Riharja; R Yudi Sidharta; Widhi Aristianti R
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.01 KB) | DOI: 10.9744/share.8.1.43-48

Abstract

Pandemi mengajarkan banyak hal baru pada semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya kegiatan bisnis. Pada saat sebelum pandemi kegiatan bisnis kerajinan dalam pemasarannya lebih banyak dilakukan secara konvensional yaitu bertemu langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Pada awal sampai pertengahan pandemi pelaku UMKM masih belum terbiasa melakukan kegiatan bisnis secara online sehingga usaha yang dijalankan mengalami penurunan omset penjualan. Salah satu cara untuk mempertahankan bisnis melalui inovasi pemasaran produk dengan menggunakan sosial media yang dilengkapi dengan informasi produk yang singkat, padat, jelas dan menarik. Para pelaku UMKM merasa belum terbiasa dan kurang memahami cara pemasaran online yang tepat. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan pemasaran online dan pendampingan pembuatan media sosial sebagai sarana promosi yang baru. Kegiatan pendampingan ini dilakukan denga memanfaatkan media sosial seperti whatsapp, facebook, dan Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring para pelaku merasa lebih nyaman menggunakan whatsapp status dalam memasarkan produknya di-bandingkan dengan menggunakan facebook dan Instagram. Menurut pelaku UMKM menggunakan whatsapp status jauh lebih mudah, efektif dan efisien karena dengan hanya membuka whatsapp  pelaku UMKM dapat langsung berkomunikasi dengan calon pembeli maupun dengan pihak lainnya. Satu aplikasi semua kegiatan dapat dilakukan sehingga dirasa lebih efektif dan efisien dari sisi waktu.
Pelatihan Brand Awareness Bagi Pelaku UMKM Handycraft, Kecamatan Sukolilo Fidiana Fidiana; Endang Dwi Retnani; Dini Widyawati; Widhi Ariestianti Rochdianingrum; Hindah Mustika
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.1.9-16

Abstract

Brand awareness merupakan kemampuan mengukur sejauh mana pengetahuan tentang keberadaan suatu brand atau dapat dikatakan bahwa brand awareness sebagai kesanggupan seorang pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu brand sebagai bagian dari kategori produk tertentu dimana konsumen akan lebih cenderung memilih brand yang sudah dikenal dan mudah di dapat karena konsumen merasa sudah memahami, nyaman dan aman dengan brand tersebut. Pelaku usaha dapat menggunakan dan mempertahankan brand awareness sebagai sarana untuk memberikan informasi yang lebih detail dan mudah tersampaikan kepada para konsumen, disisi lain dengan adanya brand awareness dapat menjadi tolok ukur besar kecilnya suatu pangsa pasar usaha, salah satu bagian dari brand awareness yaitu packaging yang memiliki peran yang penting untuk kesuksesan suatu produk, packaging sebagai titik awal para konsumen ketika melihat suatu produk dan sebelum para konsumen memutuskan untuk membeli. Packaging merupakan suatu proses untuk melindungi dan menginformasikan orang-orang seputar produk yang dihasilkan oleh suatu brand. Packaging juga menjadi cerminan identitas dari sebuah brand yang ditunjukkan melalui produknya. Di samping itu, packaging juga membuat sebuah produk lebih marketable, aman, dan tetap bersih hingga sampai di tangan konsumen. Hasil dari pelatihan berupa pemberian materi pentingnya brand awareness menjadikan para ibu-ibu pelaku handycraft khususnya kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya merasa dan memahami akan banyaknya manfaat dari pelatihan. Para ibu-ibu semangat dengan mempraktikkan secara langsung bagaimana memilah packaging yang sesuai dengan produk yang di hasilkan terutama terkait ukuran produk dengan ukuran packaging dan mencari nama akan merk (labelling). Senuah kombinasi yang membuat handycraft untuk asesoris (bross kerudung), connector masker, jenis huruf, warna dan ukuran dari merk. Hal menarik dari pelatihan ini menjadikan ibu-ibu pelaku UMKM handycraft lebih mengenal dan memanfaatkan lebih jauh bahwa inovasi yang berupa pemberian brand dan packaging suatu hal yang perlu di perhatikan karena hal ini menjadi daya tarik pembeli ketika pertama kali melihat produk, tetapi tidak mengesampingkan adanya kualitas.