Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Infrastructure Development and Food Security in Indonesia: The Impact of the Trans-Java Toll Road on Rice Paddy Farmers’ Desire to Sell Farmland Makbul, Yogi; Faoziyah, Uly; Ratnaningtyas, Sudrajati; Kombaitan, Benedictus
Journal of Regional and City Planning Vol 30, No 2 (2019)
Publisher : Center for Research and Community Services ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2019.30.2.4

Abstract

This paper addresses the implications of infrastructure development for regional food security. The development of the Trans-Java toll road threatens food security in Indonesia, especially in the northern part of Java, the largest producer of rice paddy in the country. This development can raise land prices near the toll road, particularly near the toll gates, which tends to encourage farmers to sell their farmland. Thus, farmland will likely be converted to non-agricultural uses. The farmers? decisions have a major influence on food security, related not only to a decline in productive agricultural land area but also related to the ability of the region to supply rice to other parts of the country. This research analyzed the characteristics of rice paddy farmers who desire to sell their farmland. Using the Mann-Whitney U test statistical technique this research focused on Gantar District, the highest paddy producing district in Indramayu Regency, which is passed by the Trans-Java toll road. The respondents were farmers who were members of farmers? groups in the area; the sample was selected using random cluster sampling. The results show that farmers who desire to sell their farmland are those who can get a high price for their farmland, have low income, and are less active in farmers? groups. From these results, we suggest that the government should more actively implement programs to make farmers? groups more attractive in order to ensure that the members will be more active, thereby facilitating the promotion of the importance of food security in Indonesia.Abstrak. Makalah ini membahas implikasi pembangunan infrastruktur untuk ketahanan pangan regional. Perkembangan jalan tol Trans-Jawa mengancam ketahanan pangan di Indonesia, terutama lahan sawah di Jawa utara yang merupakan penghasil padi terbesar di Indonesia. Ini dapat menaikkan harga tanah di dekat jalan, terutama di dekat gerbang tol dan cenderung mendorong petani untuk menjual tanah pertanian mereka, sehingga kemungkinan akan mengubah lahan pertanian menjadi kegiatan non-pertanian. Keputusan petani ini memiliki pengaruh besar pada ketahanan pangan, terkait tidak hanya dengan penurunan lahan pertanian produktif, tetapi juga pada kemampuan daerah untuk memasok beras ke daerah lain. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis karakteristik petani padi yang ingin menjual tanah pertanian mereka. Dengan menggunakan teknik statistik uji Mann-Whitney U, penelitian ini berfokus pada Kabupaten Gantar, kabupaten penghasil padi tertinggi di Kabupaten Indramayu yang dilewati oleh jalan tol Trans-Jawa. Responden adalah petani yang merupakan anggota kelompok petani di daerah tersebut, dan sampel dipilih menggunakan cluster random sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa petani yang ingin menjual tanah pertanian mereka adalah mereka yang dapat mendapatkan harga tinggi untuk tanah pertanian mereka, berpenghasilan rendah, dan kurang aktif dalam kelompok tani. Dari hasil ini, kami menyarankan bahwa pemerintah harus lebih aktif mengimplementasikan program untuk membuat aktivitas kelompok petani lebih menarik untuk memastikan bahwa anggota akan lebih aktif, sehingga memfasilitasi promosi pentingnya ketahanan pangan di Indonesia.Kata kunci. Jalan tol Trans-Jawa, konversi lahan pertanian, ketahanan pangan, Indonesia, sawah.
Rice Price Market Integration and Supply Chain Management (SCM) in Indonesia Makbul, Yogi; Limakrisna, Nandan; Ratnaningtyas, Sudrajati; Rochana, Siti Herni
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 6 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze rice market integration and SCM among major cities in Indonesia. The data are the average monthly rice prices in 33 major cities from January 2014 to December 2017 taken from the Central Statistics Bureau of Indonesia. The research methods are non–time series analysis and time series analysis. The results from the non–time series analysis show that almost all rice prices have significant market integration, but a few cities do not. The time series analysis covers only a few of the cities included in the research; however, due to the requirement that the Error Correction Model (ECM) data must be stationary. The results from the time series analysis show that all cities analyzed have significant long-run integration, but in the short run, only a few cities have market integration. The results of this research can support government intervention in spreading the rice price in a few cities to other cities in Indonesia.
Infrastructure Development and Food Security in Indonesia: The Impact of the Trans-Java Toll Road on Rice Paddy Farmers’ Desire to Sell Farmland Yogi Makbul; Uly Faoziyah; Sudrajati Ratnaningtyas; Benedictus Kombaitan
Journal of Regional and City Planning Vol. 30 No. 2 (2019)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2019.30.2.4

Abstract

This paper addresses the implications of infrastructure development for regional food security. The development of the Trans-Java toll road threatens food security in Indonesia, especially in the northern part of Java, the largest producer of rice paddy in the country. This development can raise land prices near the toll road, particularly near the toll gates, which tends to encourage farmers to sell their farmland. Thus, farmland will likely be converted to non-agricultural uses. The farmers’ decisions have a major influence on food security, related not only to a decline in productive agricultural land area but also related to the ability of the region to supply rice to other parts of the country. This research analyzed the characteristics of rice paddy farmers who desire to sell their farmland. Using the Mann-Whitney U test statistical technique this research focused on Gantar District, the highest paddy producing district in Indramayu Regency, which is passed by the Trans-Java toll road. The respondents were farmers who were members of farmers’ groups in the area; the sample was selected using random cluster sampling. The results show that farmers who desire to sell their farmland are those who can get a high price for their farmland, have low income, and are less active in farmers’ groups. From these results, we suggest that the government should more actively implement programs to make farmers’ groups more attractive in order to ensure that the members will be more active, thereby facilitating the promotion of the importance of food security in Indonesia. Abstrak. Makalah ini membahas implikasi pembangunan infrastruktur untuk ketahanan pangan regional. Perkembangan jalan tol Trans-Jawa mengancam ketahanan pangan di Indonesia, terutama lahan sawah di Jawa utara yang merupakan penghasil padi terbesar di Indonesia. Ini dapat menaikkan harga tanah di dekat jalan, terutama di dekat gerbang tol dan cenderung mendorong petani untuk menjual tanah pertanian mereka, sehingga kemungkinan akan mengubah lahan pertanian menjadi kegiatan non-pertanian. Keputusan petani ini memiliki pengaruh besar pada ketahanan pangan, terkait tidak hanya dengan penurunan lahan pertanian produktif, tetapi juga pada kemampuan daerah untuk memasok beras ke daerah lain. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis karakteristik petani padi yang ingin menjual tanah pertanian mereka. Dengan menggunakan teknik statistik uji Mann-Whitney U, penelitian ini berfokus pada Kabupaten Gantar, kabupaten penghasil padi tertinggi di Kabupaten Indramayu yang dilewati oleh jalan tol Trans-Jawa. Responden adalah petani yang merupakan anggota kelompok petani di daerah tersebut, dan sampel dipilih menggunakan cluster random sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa petani yang ingin menjual tanah pertanian mereka adalah mereka yang dapat mendapatkan harga tinggi untuk tanah pertanian mereka, berpenghasilan rendah, dan kurang aktif dalam kelompok tani. Dari hasil ini, kami menyarankan bahwa pemerintah harus lebih aktif mengimplementasikan program untuk membuat aktivitas kelompok petani lebih menarik untuk memastikan bahwa anggota akan lebih aktif, sehingga memfasilitasi promosi pentingnya ketahanan pangan di Indonesia. Kata kunci. Jalan tol Trans-Jawa, konversi lahan pertanian, ketahanan pangan, Indonesia, sawah.
Do Poor Paddy Farmers Benefit from Increasing Rice Prices? Yogi Makbul; Nandan Limakrisna; Sudrajati Ratnaningtyas; Aryo Cokrowitianto
International Journal of Supply Chain Management Vol 10, No 2 (2021): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A policy of high rice prices can increase paddy farm incomes but also cause a rise in rice expenditures for farm households. Such a policy is needed to stimulate production but can harm rice consumers, especially poor families. We surveyed 284 paddy farmers in Gantar Sub-District, Indramayu Regency, Indonesia to analyze the impact of increasing rice prices on farmers’ net incomes, including poor paddy farmers. We found that a price increase benefits farmer if the price transmission elasticity is more than 0.2 for non-poor paddy farmers or 0.6 for poor paddy farmers. A high rice price policy can benefit paddy farmers if there is good price transmission in the market. Good transmission requires a strong rice market efficiency channel.
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Produksi dan Pemasaran Jamur Tiram Berbasis Digital di Kabupaten Sumedang Jawa Barat Kartib Bayu; Yogi Makbul; Pringgo Dwiyantoro; Edi Kusniadi; Andhika Riyadi; Ari Nurfadillah; Ari Munawar; Gilang Fauzy M
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.168 KB)

Abstract

Terjadinya wabah pandemi Covid 19 berdampak terhadap penurunan permintaan jamur tiram segar, keterlambatan pengiriman, dan kualitas jamur cepat rusak, sehingga harga jual menjadi rendah bahkan sampai tidak bisa dijual. Para petani jamur tiram di Kabupaten Sumedang belum melakukan pengaturan produksi dan teknis pemasarannya dilakukan secara langsung. Dilain pihak jika produksi berkurang permintaan pasar tidak terpenuhi, padahal petani lain kelebihan produksi, akhirnya petani rugi karena produknya rusak dan tidak bisa dijual. Tujuan terapan inovasi adalah untuk mengetahui karakteristik pengusaha jamur dan kondisi usaha jamur pada masa pandemi Covid 19, dampak pandemi Covid 19 terhadap aktivitas usaha, dan membangun sistem informasi manajemen produksi dan manajemen pemasaran jamur tiram berbasis digital. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi lapangan, desain Platform digital, pembuatan platform digital, literasi Platform digital, Uji coba (treatmnent) lapangan, implementasi dan pendampingan pengoperasian dan pemanfaatan platform sistem informasi manajemen. Setiap tahapan kegiatan dilakukan kajian dan analisis. Unit analisisnya adalah pengusaha jamur sebanyak 21 orang di Kabupaten Sumedang. Teknis analisis adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil terapan inovasi menunjukkan bahwa karakteristik pengusaha jamur tiram berdasarkan umur, pendidikan, dan pengalaman berusaha jamur cukup memadai untuk mengelola usaha jamur secara profesional. Nilai omset usaha jamur tiram selama pandemi Covid 19 rata-rata Rp 10.839.524 per bulan dan penyerapanan tenaga kerja rata-rata 3 orang per perusahaan. Selama pandemi Covid 19 aktivitas usaha jamur tiram masih tetap beroperasi walaupun terjadi penurunan kapasitas produksi. Pembangunan platform digital sistem informasi manajemen produksi dan pemasaran jamur tiram telah mengakomodasi keragaman variasi objek yang menjadi komoditas dan pola kegiatan ekonomi dari pengusaha jamur. Implementasi platform digital sistem informasi manajemen produksi dan manajemen pemasaran, telah dapat memenuhi kebutuhan para pengguna, sebagian besar sudah paham dalam pengoperasian dan pemanafaatan platform serta informasi yang disajikan sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan para pengusaha jamur. Kata Kunci : Manajemen Produksi, Manajemen Pemasaran, Jamur Tiram, dan Platform digital