Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN SISWA PADA SMK SWASTA KABUPATEN SUBANG Bayu, Kartib; Habibah, Siti
Jurnal Ilmiah Magister Managemen Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Magister Manajemen, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jimm.v2i1.207

Abstract

ABSTRAKKualitas pelayanan merupakan hal yang penting untuk sebuah sekolah. Hal iniberdampak pada citra sekolah. Sekolah yang dapat memberikan kualitas pelayanan yang baikmaka berdampak pada citra yang baik pula. Dengan terbentuknya kualitas pelayanan dan citrasekolah yang baik maka menimbulkan kepuasan terhadap siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah 1). untuk mengetahui gambaran mengenai kualitaspelayanan, citra sekolah dan kepuasan siswa pada SMK Swasta di Kabupaten Subang, 2) untukmengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan citra sekolah SMK Swasta di KabupatenSubang, 3) untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan siswa pada SMKSwasta di Kabupaten Subang, 4) untuk mengetahui pengaruh citra sekolah terhadap kepuasansiswa pada SMK Swasta di Kabupaten Subang dan 5) untuk mengetahui apakah terdapatpengaruh antara kualitas pelayanan dan citra sekolah terhadap kepuasan siswa SMK Swasta diKabupaten Subang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif danverifikatif. Populasi penelitian ini berjumlah 2.209 siswa dan teknik penarikan sampelmenggunakan teknik pendekatan slovin sehingga diperoleh 100 responden. Metode analisis datamenggunakan analisis jalur (path analysis) dengan menggunakan software Lisrel 8.8.Hasil analisis jalur menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan dan citra sekolah memilikihubungan yang kuat sebesar 78%. Kualitas pelayanan dan citra sekolah secara bersama-samaberpengaruh terhadap kepuasan siswa sebesar 72,93%. Kualitas pelayanan dalam meningkatkankepuasan siswa memiliki pengaruh yang signifikan, dalam hal ini kepuasan siswa dipengaruhioleh kualitas pelayanan sebesar 57,38%. Sedangkan, citra sekolah dalam meningkatkankepuasan siswa termasuk dalam kategori rendah sebesar 15,55%. Meskipun citra sekolah masukdalam kategori rendah, tetapi kepuasan siswa salah satunya masih dipengaruhi oleh citrasekolah. Selain itu, ada faktor lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kepuasan siswadiluar variabel kualitas pelayanan dan citra sekolah sebesar 27,07%.Kata kunci : kualitas pelayanan, citra sekolah dan kepuasan siswa.ABSTRACTQuality of service is crucial to a school. This will have an impact on the image of theschool. The school can provide a good quality of service then it will have an impact on theimage anyway. With the formation of the service quality and the image of a good school then itwill give rise to the satisfaction of the students.The purpose of this research is 1) to know the description of the service quality, theimage of the school and student satisfaction at private SMK Subang Regency, 2) to know thequality of service relationship with the image of the school at private SMK Subang Regency, 3)to know the influence of the quality of service of student satisfaction at private SMK SubangRegency, 4) to know the influence of the image of the school to the student satisfaction atprivate SMK Subang Regency and 5) to find out whether there is influence between servicequality and the image of the school to the student satisfaction at Private SMK Subang Regency.The methods used in this research is descriptive and analytical methods verification. The totalpopulation of this research is 2.209 students and technique draw samples using the techniqueapproaches slovin so obtained 100 respondents. Data analysis using the method of pathanalysis (path analysis) and using software Lisrel 8.8.Results of path analysis concluded that the quality of service and the image of theschool have a strong relationship of 78%. Quality of service and the image of schools togetherhave an effect on student satisfaction of 72,93%. Quality of service in improving studentsatisfaction has significant effects. In this case, the student satisfaction is influenced by thequality of service of 57,38%. Meanwhile, the image of schools in improving student satisfactionis included in the low category. Although the image of the school belongs to the category of lowstudent satisfaction 15,55%, but one of them is still influenced by the image of the school. Inaddition, there are other factors that indirectly affect student satisfaction outside the variablequality of service and the image of the school of 27,07%.Keywords: quality of service, the image of the school and student satisfaction.
MODEL ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENDUKUNG PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PENGGANGURAN DI PERDESAAN Munadjat Wardoyo; Muhammad Tasrif; Kartib Bayu
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.629 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9362

Abstract

Semakin banyaknya pengangguran dan kemiskinan, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh wirausahawan karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Oleh karena itu wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Kenyataan yang dihadapi bahwa jumlah wirausaha Indonesia masih sedikit dan mutunya masih rendah,sehingga pembangunan wirausaha merupakan persoalan yang mendesak bagi suksesnya pembangunan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai orientasi kewirausahaan yang dimiliki untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan pembeli untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan pemasok untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan produk komplementer untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan Memperoleh gambaran mengenai kinerja bisnis yang mampu untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Mengetahui pengaruh kewitrausahaan terhadap kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer. Mengetahui pengaruh kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer terhadap kineja bisnis untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian menggunakan Metode deskriptif (descriptive research), dan verifikatif (verificative research). Unit analisis adalah para pengusaha kecil dan mennegah yang ada di daerah pedesaan Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan clusterrandom sampling. Komoditi usaha yang dijadikan sampel di Kabupaten Garut yaitu usaha keajinan kulit, kerajinan tenun, dan usaha dodol. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi adalah usaha kerajinan batu mulia, sparpark kendaraan bermotor, pengolahan ikan asin dan usaha kripik. Hasil sementara pelaksanaan penelitian pada tahun pertama dapatdijelaskan sebagai berikut. Orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi. Namun orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh yang paling tinggi adalah terhadap kerelasian dengan produk komplementer, yaitu sebesar 0.91 atau dengan kontribusi 82%. Sementara besar pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kerelasianpembeli hanya sebesar 0.87 atau dengan kontribusi 75% dan besar pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap terhadap kerelasian dengan pemasok hanya sebesar 0.90 atau dengan kontribusi sebesar 81%. Sehingga semakin meningkat/ baik orientasi kewirausahaan Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi maka akan semakin meningkatkan tingkat kerelasian dengan pembeli, pemasok, dan produk komplementer Wirausaha di Kabupaten Garut dan SukabumiKerelasian dengan pembeli, pemasok, dan produk komplementer secara simultan berpengaruh terhadap kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi. Adapun besarnya pengaruh adalah sebesar 81% dengan arah positif. Secara parsial kerelasian dengan produk komplementer dominan mempengaruhi kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi, dibandingkan dengan faktor kerelasian dengan pembeli dan kerelasian dengan pemasok. Sehinggadengan melihat dari dominasi pengaruh kerelasian dengan produk komplementer maka semakin baik kerelasian dengan produk komplementer maka akan mengakibatkan meningkatnya kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN MELALUI PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN DI DESA PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN Sri Hartati; Kartib Bayu; Eri Mustari; Ipit Zulfan; Yani Nurhayanti; Edwin Karim
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.31290

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat sehingga mereka menjadi mampu mengaktualisasikan diri, harkat serta martabatnya secara maksimal untuk dapat mengembangkan diri secara mandiri. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada perempuan nelayan di Desa Pangandaran. Sebagian besar perempuan nelayan ini memiliki aktivitas berjualan setiap hari libur ke Pantai Pangandaran. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada perempuan nelayan dalam memanfaatkan peluang dengan membuat diversifikasi produk berbahan ikan. Tahapan pengabdian dilakukan mulai dari sosialisasi, pelaksanaan pengabdian dan evaluasi serta pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman terhdap materi yang disampaikan. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan yang dilakukan serta peserta menilai bahwa materi praktik yang disampaikan merupakan inovasi baru yang belum pernah diterima sebelumnya. Sebagian peserta telah mempraktikkan sendiri materi diversifikasi produk ikan untuk dikonsumsi oleh keluarga. Peserta lainnya memiliki ide untuk dijadikan peluang usaha sehingga diharapkan dapat membantu pendapatan keluarga.
Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Produksi dan Pemasaran Jamur Tiram Berbasis Digital di Kabupaten Sumedang Jawa Barat Kartib Bayu; Yogi Makbul; Pringgo Dwiyantoro; Edi Kusniadi; Andhika Riyadi; Ari Nurfadillah; Ari Munawar; Gilang Fauzy M
Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.168 KB)

Abstract

Terjadinya wabah pandemi Covid 19 berdampak terhadap penurunan permintaan jamur tiram segar, keterlambatan pengiriman, dan kualitas jamur cepat rusak, sehingga harga jual menjadi rendah bahkan sampai tidak bisa dijual. Para petani jamur tiram di Kabupaten Sumedang belum melakukan pengaturan produksi dan teknis pemasarannya dilakukan secara langsung. Dilain pihak jika produksi berkurang permintaan pasar tidak terpenuhi, padahal petani lain kelebihan produksi, akhirnya petani rugi karena produknya rusak dan tidak bisa dijual. Tujuan terapan inovasi adalah untuk mengetahui karakteristik pengusaha jamur dan kondisi usaha jamur pada masa pandemi Covid 19, dampak pandemi Covid 19 terhadap aktivitas usaha, dan membangun sistem informasi manajemen produksi dan manajemen pemasaran jamur tiram berbasis digital. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi lapangan, desain Platform digital, pembuatan platform digital, literasi Platform digital, Uji coba (treatmnent) lapangan, implementasi dan pendampingan pengoperasian dan pemanfaatan platform sistem informasi manajemen. Setiap tahapan kegiatan dilakukan kajian dan analisis. Unit analisisnya adalah pengusaha jamur sebanyak 21 orang di Kabupaten Sumedang. Teknis analisis adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil terapan inovasi menunjukkan bahwa karakteristik pengusaha jamur tiram berdasarkan umur, pendidikan, dan pengalaman berusaha jamur cukup memadai untuk mengelola usaha jamur secara profesional. Nilai omset usaha jamur tiram selama pandemi Covid 19 rata-rata Rp 10.839.524 per bulan dan penyerapanan tenaga kerja rata-rata 3 orang per perusahaan. Selama pandemi Covid 19 aktivitas usaha jamur tiram masih tetap beroperasi walaupun terjadi penurunan kapasitas produksi. Pembangunan platform digital sistem informasi manajemen produksi dan pemasaran jamur tiram telah mengakomodasi keragaman variasi objek yang menjadi komoditas dan pola kegiatan ekonomi dari pengusaha jamur. Implementasi platform digital sistem informasi manajemen produksi dan manajemen pemasaran, telah dapat memenuhi kebutuhan para pengguna, sebagian besar sudah paham dalam pengoperasian dan pemanafaatan platform serta informasi yang disajikan sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan para pengusaha jamur. Kata Kunci : Manajemen Produksi, Manajemen Pemasaran, Jamur Tiram, dan Platform digital
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN MELALUI METODE COMMUNITY BASED PARTICIPATORY Sri Hartati; Kartib Bayu; Eri Mustari; Edwin Karim
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.9

Abstract

Community empowerment carried out by the government so far is an integral part of the effort to face national and global challenges. One of the focuses of community empowerment is aimed at fisherwomen. Empowerment of fisherwomen aims to change behavior, namely knowledge, attitudes and skills so that they are able to do so. a change in the use of coastal areas so as to improve community welfare. This service activity aims to find out the needs of fisherwomen in their spare time so that the programs or activities provided are in accordance with their needs. The method used in this service is Participatory Action Research (PAR) by involving fisherwomen in finding the problems faced and how to find solutions together. The results of the discussion found that there were problems faced by fisherwomen related to business opportunities and products that could be sold. The solution from the results of discussions, in-depth interviews and observations concluded that the business opportunity that can be done is to create new products (diversification) of processed fish that have the potential to be sold in their own environment as well as the community and visitors to Pangandaran beach. Product diversification activities are carried out through training using an adult learning approach (andragogy). Based on the statement of the training participants, it showed that 96 percent stated that participating in the training was very beneficial for the trainees, 95 stated that they were very happy to participate in the training, 96 percent stated that the material presented was in accordance with the needs of the participants and the method used was in accordance with the material presented by 90 percent and for the active participation of the training participants was 96.30 percent. Abstrak Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini merupakan salah satu kesatuan dalam upaya menghadapi tantangan nasional maupun secara menyeluruh.Salah satu fokus pemberdayaan masyarakat ditujukan kepada perempuan nelayan.Pemberdayaan perempuan nelayan bertujuan untuk melakukan perubahan perilaku yaitu pengetahuan, sikap serta keterampilan agar masyrakat memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan dalam pemanfaatan wilayah pantai sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perempuan nelayan dalam mengisi waktu luang sehingga program atau kegiatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah Community –Based Participatory Action dengan melibatkan perempuan nelayan dalam menemukan masalah yang dihadapi serta bagaimana menemukan solusinya secara bersama-sama . Hasil diskusi menemukan bahwa ada permasalahan yang dihadapi oleh perempuan nelayan berkaitan dengan masalah peluang usaha dan produk yang akan dapat dijual . Solusi dari hasil diskusi, interview secara mendalam serta observasi memperoleh kesimpulan bahwa peluang usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat produk baru (diversifikasi) hasil olahan ikan yang memiliki potensi untuk dijual di lingkungan sendiri serta masyarakat dan pengunjung pantai Pangandaran. Kegiatan diversifikasi produk dilakukan melalui pelatihan dengan menggunakan pendekatan belajar orang dewasa (andragogy). Berdasarkan pernyataan peserta pelatihan menujukkan bahwa 96 persen menyatakan bahwa mengikuti pelatihan sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan, 95 menyatakan sangat senang mengikuti pelatihan, 96 persen menyatakan materi pelatihan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta dan metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang disampaikan sebesar 90 persen dan untuk keaktipan partisipasi peserta pelatihan sebesar 96,30 persen.
Management Model of Village Owned Enterprises (BUMDes) Kartib Bayu; Sri Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i7.5011

Abstract

Village Owned Enterprises (BUMDes) are business entities whose capital is wholly or largely owned by the village through direct equity participation from village assets. BUMDes as an economic institution with business capital is built on community initiatives and adheres to the principle of independence. The approach method in completing the program is the individual approach, institutional group approach and the library approach. Based on the results of the activities, it was found that (1) Exploration of Bumdes business potential must pay attention to local resources and the competence and commitment of the village community. (2) Bumdes Business Management must be able to integrate community businesses (UMKM) with Bumdes Businesses that are mutually supportive and mutually beneficial. (3) Bumdes business development is carried out in an integrated, synergistic and integrated manner from various stakeholders in one rural area.
Integrasi Green Religion dan Pemodelan Ekonomi: Optimalisasi Hidroponik dalam Edukasi Pelestarian Lingkungan di PKBM Insan Motekar Rusmiati, Elis Teti; Bayu, Kartib; Windianingsih, Agustin; Winata, Nanda Putu
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v4i2.5194

Abstract

Kegiatan di PKBM Insan Motekar ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip green religion dan pemodelan ekonomi untuk mengoptimalkan usaha hidroponik sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Pendekatan Green Religion menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian alam sebagai amanah keagamaan, sementara pemodelan ekonomi diterapkan untuk mengoptimalkan potensi hidroponik sebagai peluang usaha berkelanjutan. Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, peserta diajak untuk: 1)Memahami konsep dasar green religion dan relevansinya dengan praktik hidroponik berkelanjutan. 2)Mengenal dan menggunakan model-model ekonomi sederhana untuk menganalisis biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan usaha hidroponik. 3)Mengidentifikasi peluang pasar dan merencanakan pengembangan usaha hidroponik yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan teoretis, praktik langsung, dan pelatihan dasar analisis ekonomi untuk memproyeksikan potensi keuntungan dari hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep pelestarian lingkungan berbasis ajaran agama, dengan 85% peserta mampu menjelaskan prinsip dasar Green Religion. Selain itu, 75% peserta berhasil menerapkan teknik hidroponik secara mandiri dan memahami konsep dasar biaya, pendapatan, dan keuntungan usaha. Dampak jangka panjang diharapkan terbentuknya komunitas hidroponik berbasis nilai-nilai keagamaan yang mampu mengembangkan usaha berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan berbasis agama dan ekonomi ini diharapkan dapat menjadi model dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di masa depan.
A SYNERGITY MODEL FOR WOMEN FISHERMAN ENTREPRENEURSHIP GROWTH THROUGH THE BUSINESS OF VARIOUS PROCESSED SEA FISH PRODUCTS Yuyus Suryana; Kartib Bayu
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 1 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal areas are areas inhabited by communities with distinctive family characteristics whose days are dominated by women and children. Some men, namely husbands and teenagers, spend much of their time at sea. The involvement of women in making a living for families in coastal areas or fishing villages is inseparable from the gender division of labor system that applies in local communities. The aim of the research is to obtain a synergy model for the growth of fisherman women entrepreneurs. The research method used is descriptive research and treatment research. The unit of analysis is the women of fishermen with a sample size of 20 respondents. The analysis technique used is descriptive and quantitative statistics. The research location is in Palabuhanratu District, Sukabumi Regency. The results showed that the program synergy model between local government, CSR, financial institutions, marketing institutions and community empowerment institutions tends to be more effective and efficient in growing fisherwomen entrepreneurs, In women, fishermen have grown interest and have pioneered businesses independently to produce variants of processed seafood products so that they can use their time well and able to help their families financially. The resulting product marketing is facilitated by PT. Sarana Rezeki Prima through its Outlets both in Sukabumi Regency and outside Sukabumi Regency. Synergy The Fishermen Women Entrepreneurial Development Program is considered quite effective, it is suggested that it can be used as a model for entrepreneurial growth to be applied to other CSR programs with the same or different goals.