Munir, Ahmad Ali
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Kerukunan Umat Beragama Dengan Nilai-Nilai Pluralisme Gus Dur Rohman, Fathur; Munir, Ahmad Ali
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.957 KB)

Abstract

Artikel ini mencoba menjelaskan tentang implementasi nilai-nilai pluralisme Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk membangun kerukunan antar umat beragama. Mendiang Gus Dur sebagaimana diketahui merupakan salah satu tokoh pegiat pluralisme di Indonesia. Karena komitmen, kiprah, dan pemikirannya tentang pluralisme ia dijuluki sebagai Bapak pluralisme Indonesia. Bagi  Gus Dur, pluralisme adalah kunci utama untuk membangun masyarakat Indonesia yang plural. Pluralisme bukanlah upaya untuk menyamakan atau menyatukan agama-agama, tetapi mengakui kebenaran agama lain dengan diikuti peran aktif dalam mencapai tujuan bersama. Toleransi yang hanya  menekankan penerimaan atau pengakuan kebebasan aktifitas ibadah agama lain saja belum cukup kuat menjadi dasar membangun kerukunan. Toleransi masih cukup rawan dan riskan tersusupi provokasi dan propaganda yang memecah belah. Untuk membangun kerukunan, dibutuhkan niatan yang tulus untuk melakukan dialog dan komunikasi yang produktif lintas agama. Tidak cukup sampai di situ, dialog antaragama juga harus direalisasikan secara riil dalam bentuk kerjasama antar umat beragama untuk mencapai kerukunan yang kuat berbasis pluralitas.
Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAI SMP Kelas IX Saefudin, Ahmad; Munir, Ahmad Ali; Novitasari, Silvia Putri; Rahmah, Aulia; Ummah, Khoirotul
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v21i3.1434

Abstract

Religious Moderation is very relevant to Indonesia's pluralistic conditions. Religious people are no longer reluctant to acknowledge others, be tolerant, respect various thoughts, reduce fanaticism and violence, and strengthen national insight. The Religious Moderation Module in Islamic Religious Education (PAI) subjects by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia is limited to integrating moderate values ??into Core Competencies (KI), Basic Competencies (KD), and Learning Outcomes (CP). This study aims to identify the values ??of Religious Moderation contained in PAI for class IX SMP and their integration into the Lesson Plan (RPP). In this study, researchers used a qualitative research approach of content analysis or commonly known as qualitative content analysis (QCA). In conclusion, the values ??of Religious Moderation contained in the textbook for PAI and Budi Pekerti Class IX SMP are textual and contextual. These values ??include i'tidal (perpendicular), tasamuh (tolerance), shura (deliberation), tawassuth (moderation), islah (improvement), qudwah (pioneering), muwathanah and (love of the homeland). These values ??are spread out in Basic Competencies in odd semesters and even semesters.
Dinamika sistem pendidikan seni ukir Jepara Al Mufti, Alex Yusron; Rohman, Fathur; Munir, Ahmad Ali
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v20i2.6202

Abstract

Sejak kemunculannya, seni ukir Jepara mengalami pasang surut. Selain karena faktor ekonomi, hal ini juga dipengaruhi oleh minat generasi muda terhadap seni ukir. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika proses pewarisan seni ukir Jepara melalui pendidikan. Ada dua hal yang menjadi fokus kajian tulisan ini, yaitu sejarah dan perkembangan ukir Jepara dan dinamika pendidikan seni ukir Jepara. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni ukir Jepara diajarkan melalui tiga jenis pendidikan, yaitu formal melalui sekolah kejuruan dan non kejuruan, non formal melalui brak dan sanggar, dan informal melalui pendidikan keluarga. Ketiga jenis pendidikan tersebut pada kenyataannya juga mengalami pasang surut. Namun, hingga saat ini yang masih eksis bertahan hanyalah pendidikan ukir dengan pola pendidikan informal dan non formal. Adapun pendidikan formal melalui sekolah kejuruan harus gulung tikar karena berbenturan dengan regulasi. Sementara pendidikan formal melalui sekolah non kejuruan dianggap kurang efektif karena hanya sebagai pelajaran tambahan.