Arie Naftali Hawu Hede
Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi, Fakultas Teknik Pertambangan Dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, Bandung, 40132

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hydrothermal Alteration and Geochemical Signatures of High-Sulfidation Epithermal Gold Mineralization in Petai Patah, West Kalimantan, Indonesia Hede, Arie Naftali Hawu; Azmi, Noprizan; Syafrizal
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 02 (2026): Article In Press-JGEET Vol 11 No 02 : June (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High-sulfidation epithermal systems are an important source of precious metals in volcanic-arc settings, yet detailed studies of these systems in the Schwaner Mountains of western Borneo remain scarce. This study investigates the hydrothermal alteration and geochemical signatures of high-sulfidation epithermal gold mineralization in the Petai Patah area, Ketapang District, West Kalimantan, Indonesia, hosted within the Cretaceous Sukadana Granite and the Paleogene Kerabai Volcanic Complex. An integrated analytical approach was employed, combining reflectance spectroscopy, petrographic analysis, X-ray diffraction (XRD), and whole-rock geochemistry on 15 representative rock samples from surface outcrops and drill cores. Results reveal a well-defined hydrothermal alteration zonation, comprising an advanced argillic core (alunite, pyrophyllite, dickite) in Pit Lokma, surrounded by a phyllic zone (dominant muscovite/sericite–illite–pyrite assemblage) extending into Pit Limun. Gold mineralization (maximum 1.61 ppm Au in sample DC 347, Pit Limun) is spatially correlated with these alteration zones and occurs in association with sulfide minerals, suggesting a structurally controlled fluid pathway. Elevated As concentrations in gold-bearing samples from Pit Limun, together with the diagnostic mineralogical assemblage, support the interpretation of a high-sulfidation epithermal system. This study provides new insights into the spatial relationship between alteration zonation and gold enrichment within a high-sulfidation epithermal system, offering implications for mineral exploration in similar magmatic arc settings across Southeast Asia.
APLIKASI ANALYTIC SIGNAL DAN TOTAL HORIZONTAL DERIVATIVE TERHADAP DATA GRAVITASI DI AREA TAMBANG EMAS RAKYAT KUTA USANG Steven, F.; ., Syafrizal; Hawu Hede, A. N.; Syahwalid, K.; da Costa, J. C.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2453

Abstract

Informasi geologi lokal yang terbatas menjadi tantangan dalam eksplorasi mineral, khususnya di area tambang emas rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi, bentuk, dan estimasi lebar sumber anomali gravitasi di area Tambang Emas Rakyat Kuta Usang dengan menerapkan metode analytic signal (AS) dan total horizontal derivative (THD) terhadap data complete bouguer anomaly (CBA) Global Gravity Model Plus (GGMPlus). Data CBA diolah untuk menghasilkan peta anomali residual, yang kemudian dianalisis menggunakan AS dan THD. Hasil dari analisis tersebut diinterpretasi berdasarkan data geologi dan struktur regional yang sudah diketahui. Validasi lapangan dilakukan melalui pengamatan singkapan batuan dan karakteristik mineralisasi. Hasil penelitian menunjukkan pola anomali gravitasi yang diintepretasikan sebagai sumber berbentuk tegak dan terpotong, terlihat dari pola lonceng dan patahan pada kurva AS. Dua titik singkapan granit di area tambang memperlihatkan pola lonceng, mengindikasikan sumber anomali yang relatif homogen. Estimasi lebar anomali dari puncak kurva THD menunjukkan kesamaan dengan lebar intrusi granit yang teridentifikasi di lapangan. Pola patahan yang teridentifikasi terutama di lokasi tambang rakyat, mengindikasikan perkembangan patahan dan rekahan di seluruh area Kuta Usang. Struktur-struktur ini berperan sebagai jalur bagi fluida hidrotermal, menyebabkan mineralisasi pada batuan sekitarnya, yang dibuktikan dengan keberadaan mineral seperti serisit, karbonat, pirit, sfalerit, galena, dan kalkopirit pada singkapan granit dan sekis mika. Studi ini menunjukkan bahwa analisis anomali gravitasi menggunakan data GGMPlus, AS, dan THD efektif dalam mengidentifikasi potensi mineralisasi emas di area dengan informasi geologi terbatas, dan dapat menjadi panduan awal yang berharga untuk eksplorasi lebih lanjut.