Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Potensi Penambahan Pati Jagung, Ubi Kayu, Beras Ketan Dan Sagu Pada Alginat Terhadap Perubahan Dimensi Dendy Murdiyanto; Ariyani Faizah; Mahmud Khalifa; Amira Khansa Nabila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.749 KB)

Abstract

Latar belakang : Alginat adalah gel hidrokoloid yang sebagian besar mengandung air yang mana air akan menguap jika cetakan diletakkan di udara terbuka sehingga menyebabkan penyusutan (sineresis) atau akan mengembang bila direndam dalam air (imbibisi). Pada dasarnya dimensi alginate sudah baik, namun jika tidak segera diisi dengan bahan gypsum kedokteran gigi dapat menyebabkan dimensi yang cepat berubah sehingga akan mempengaruhi akurasi hasil cetakan. Upaya yang dilakukan untuk memperlambat perubahan dimensi bahan cetak alginat yaitu dengan melakukan modifikasi bahan cetak alginate dengan pati alami. Pati yang berpotensi menjadi bahan modifikasi yaitu pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu. Tujuan : Mengkaji penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dalam menghambat perubahan dimensi. Metode : Jenis penelitian ini adalah litterature review, pencarian artikel publikasi pada Google Schoolar, PubMed dan Science Direct menggunakan kata kunci yang telah ditentukan yaitu bahan cetak alginat, perubahan dimensi dan pati alami. Pertanyaan (PICOS, P = populasi, I= intervensi, C = pembanding, O = hasil, S = jenis studi) format tersebut digunakan untuk formulasi selama pelaporan yang menunjukkan tinjauan sistematis. Kesimpulan : Penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dapat menghambat perubahan dimensi karena adanya reaksi dari kandungan amilosa dan amilopektin.
Cytotoxicity Study of Composite Restorative Materials in Dentistry Dendy Murdiyanto; Arny Try Kartinawati; Dannu Larezha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.234 KB)

Abstract

Composite resin is one of the dental restorative materials that is currently often used in dental practice. Composite resin is currently widely used for restoration because it has a color that almost resembles the color of natural teeth so that it will produce a very satisfying aesthetic. However, composite resins also have several disadvantages, including cytotoxicity. This literature review aims to determine whether dental composite resin restoration materials are cytotoxic. Methacrylate-based resin monomers such as Bis-GMA, TEGDMA, and UDMA are cytotoxic. Incomplete polymerization of composite resins can produce residual monomers that will come into contact with the oral environment and can cause irritation to the soft tissues of the oral cavity and also the pulp. The composite resin monomer has cytotoxicity. The order of the most cytotoxic composite resin monomers was Bis-GMA > UDMA > TEGDMA
Peluang dan Tantangan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Prodi Kedokteran Gigi Dendy Murdiyanto; Nilasary Rochmanita Suparno; Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Ikmal Hafizi; Juwita Raditya Ningsih; Aprilia Yuanita Anwaristi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menghadapi revolusi 4.0. Mahasiswa dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi. Prodi Kedokteran Gigi memiliki ilmu yang membutuhkan body of knowledge yang baik dan rigid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan implementasi MBKM di Kedokteran Gigi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Jumlah responden adalah 17 dosen tetap FKG UMS dan 346 mahasiswa S1 FKG UMS. Hasil penelitian adalah pengetahuan dosen tentang kebijakan MBKM masih kurang dan jumlah SKS yang dapat dikonversikan adalah kurang dari 10 SKS. Mahasiswa juga belum menyiapkan diri untuk menjadi bagian dalam kegiatan MBKM. Kesimpulannya adalah MBKM jika diterapkan di FKG UMS memerlukan penyesuaian kebijakan sehingga tidak mengurangi waktu pembelajaran dan mempengaruhi capaian pembelajaran lulusan mahasiswa.
Perubahan Derajat Keasaman Saliva setelah Pemberian Larutan Bentonit Murdiyanto, Dendy; Maheswari, Larissa P.; Ginanjar, Muhammad M.
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derajat keasaman (pH) saliva yang rendah akan memudahkan pertumbuhan kuman asidogenik dan membuat email gigi terkikis. Selain itu pH rendah dapat menyebabkan iritasi pada jaringan lunak rongga mulut seperti gingiva, mukosa dan lidah. Bentonit merupakan tanah liat alami mengandung montmorilonit yang dapat menyerap ion H+ dan melepaskan ion OH- pada larutan, mengandung oksida alkali, serta memiliki ph 7- 9. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan bentonit terhadap perubahan pH pada saliva. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian posttest control group design. Pada penelitian ini terdapat 4 kelompok konsentrasi larutan bentonit, yaitu kelompok A (larutan bentonit 5%), kelompok B (larutan bentonit 10%), kelompok C (larutan bentonit 20%), dan kelompok D (larutan bentonit 40%) dengan pengulangan sebanyak 6 kali. Saliva buatan pH 5,5 ditambahkan dengan larutan bentonit konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% untuk melihat perubahan pH saliva pada masing-masing kelompok. Hasil pengukuran perubahan pH diuji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk (p>0,05) dan uji homogenitas Levene’s Test (p>0,05) serta dianalisis menggunakan uji One Way Anova (p<0,05). Analisis uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara masing-masing kelompok (?<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian larutan bentonit konsentrasi 5-40% dapat menaikkan derajat keasaman saliva.
Potensi Penambahan Pati Jagung, Ubi Kayu, Beras Ketan Dan Sagu Pada Alginat Terhadap Perubahan Dimensi Murdiyanto, Dendy; Faizah, Ariyani; Khalifa, Mahmud; Nabila, Amira Khansa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Alginat adalah gel hidrokoloid yang sebagian besar mengandung air yang mana air akan menguap jika cetakan diletakkan di udara terbuka sehingga menyebabkan penyusutan (sineresis) atau akan mengembang bila direndam dalam air (imbibisi). Pada dasarnya dimensi alginate sudah baik, namun jika tidak segera diisi dengan bahan gypsum kedokteran gigi dapat menyebabkan dimensi yang cepat berubah sehingga akan mempengaruhi akurasi hasil cetakan. Upaya yang dilakukan untuk memperlambat perubahan dimensi bahan cetak alginat yaitu dengan melakukan modifikasi bahan cetak alginate dengan pati alami. Pati yang berpotensi menjadi bahan modifikasi yaitu pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu. Tujuan : Mengkaji penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dalam menghambat perubahan dimensi. Metode : Jenis penelitian ini adalah litterature review, pencarian artikel publikasi pada Google Schoolar, PubMed dan Science Direct menggunakan kata kunci yang telah ditentukan yaitu bahan cetak alginat, perubahan dimensi dan pati alami. Pertanyaan (PICOS, P = populasi, I= intervensi, C = pembanding, O = hasil, S = jenis studi) format tersebut digunakan untuk formulasi selama pelaporan yang menunjukkan tinjauan sistematis. Kesimpulan : Penambahan pati jagung, pati ubi kayu, pati beras ketan putih dan pati sagu pada bahan cetak alginat dapat menghambat perubahan dimensi karena adanya reaksi dari kandungan amilosa dan amilopektin.
Cytotoxicity Study of Composite Restorative Materials in Dentistry Murdiyanto, Dendy; Kartinawati, Arny Try; Larezha, Dannu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite resin is one of the dental restorative materials that is currently often used in dental practice. Composite resin is currently widely used for restoration because it has a color that almost resembles the color of natural teeth so that it will produce a very satisfying aesthetic. However, composite resins also have several disadvantages, including cytotoxicity. This literature review aims to determine whether dental composite resin restoration materials are cytotoxic. Methacrylate-based resin monomers such as Bis-GMA, TEGDMA, and UDMA are cytotoxic. Incomplete polymerization of composite resins can produce residual monomers that will come into contact with the oral environment and can cause irritation to the soft tissues of the oral cavity and also the pulp. The composite resin monomer has cytotoxicity. The order of the most cytotoxic composite resin monomers was Bis-GMA > UDMA > TEGDMA
Peluang dan Tantangan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Prodi Kedokteran Gigi Murdiyanto, Dendy; Suparno, Nilasary Rochmanita; Sari, Nendika Dyah Ayu Murika; Hafizi, Ikmal; Ningsih, Juwita Raditya; Anwaristi, Aprilia Yuanita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menghadapi revolusi 4.0. Mahasiswa dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi. Prodi Kedokteran Gigi memiliki ilmu yang membutuhkan body of knowledge yang baik dan rigid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan implementasi MBKM di Kedokteran Gigi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Jumlah responden adalah 17 dosen tetap FKG UMS dan 346 mahasiswa S1 FKG UMS. Hasil penelitian adalah pengetahuan dosen tentang kebijakan MBKM masih kurang dan jumlah SKS yang dapat dikonversikan adalah kurang dari 10 SKS. Mahasiswa juga belum menyiapkan diri untuk menjadi bagian dalam kegiatan MBKM. Kesimpulannya adalah MBKM jika diterapkan di FKG UMS memerlukan penyesuaian kebijakan sehingga tidak mengurangi waktu pembelajaran dan mempengaruhi capaian pembelajaran lulusan mahasiswa.
SISTEM PAKAR BIDANG ILMU PENYAKIT MULUT SEBAGAI MEDIA BELAJAR MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI Murdiyanto, Dendy; Filgazwi, Azbara
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Latar Belakang: Ilmu kedokteran yang ada saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat akibat arus ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan teknologi banyak manfaat yang dapat menunjang pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien. Teknologi berkembang dalam banyak berbagai bidang, terutama di bidang kedokteran gigi. Sistem pakar (Expert System) adalah suatu program pengetahuan yang mengaplikasikan solusi dengan kualitas pakar dalam menyelesaikan suatu masalah dalam suatu domain yang spesifik. Pemanfaatan sistem pakar di bidang kedokteran gigi ini dapat membantu mahasiswa kedokteran gigi dalam melakukan penelusuran penyakit secara dini untuk mengetahui suatu jenis penyakit, konsultasi dalam menjaga kesehatan, dan dapat berupa sebuah solusi berupa rencana perawatan dari hasil penelusuran penyakit yang ada. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan aplikasi sistem pakar khususnya pada bidang ilmu penyakit mulut bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran gigi sebagai media belajar dalam mempelajari ilmu penyakit mulut. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan bersifat inferensial dengan menggunakan instrumen penelitian pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka atau referensi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji blackbox, validasi data, dan user acceptance test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil uji blackbox sesuai dengan fitur yang diharapkan, validasi data sesuai dengan ahli pakar, dan user acceptance test dengan persentase rata-rata yaitu 90,6%. Nilai tertinggi 93,4% dan mulut, dan nilai terendah 88,1%. Kesimpulan: Aplikasi sistem pakar bidang ilmu penyakit mulut dapat membantu mahasiswa dalam mendapatkan hasil penelusuran penyakit gigi dan mulut. "