Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MOOD BOARD TERHADAP PENGETAHUAN DESAIN BUSANA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BUSANA Afif Ghurub Bestari; Ishartiwi Ishartiwi
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.87 KB) | DOI: 10.21831/jitp.v3i2.8006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) perbedaan pengaruh pembelajaran Desain Busana menggunakan media mood board dan media contoh gambar desain busana terhadap kreativitas dan hasil belajar Desain Busana mahasiswa;  (2) pengaruh positif pembelajaran Desain Busana dengan menggunakan media mood board dibandingkan menggunakan media contoh gambar desain busana terhadap kreativitas desain busana mahasiswa; (3) pengaruh positif pembelajaran Desain Busana dengan menggunakan media mood board dibandingkan dengan menggunakan media contoh gambar desain busana terhadap hasil belajar desain busana mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest, Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian adalah mahasiswa kelas A dan D semester 2 di Pendidikan Teknik Busana FT UNY. Hasil t-test menunjukkan pretest mahasiswa kelas kontrol dan kelas eksperimen hampir sama. Data hasil belajar posttestmenunjukkan selisih skor rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berkategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil nilai rata-rata diperoleh bahwa terjadi peningkatan hasil kreativitas mahasiswa yang signifikan.Kata kunci: media mood board, hasil belajar, desain busana THE IMPACT OF USING MOOD BOARD MEDIA TO  FASHION DESIGN KNOWLEDGE ON FASHION  DESIGN ENGINEERING STUDENTSAbstractThis research aimed to examine (1) the effect of differences in learning to use media Fashion Design mood board and fashion design drawings media examples in creativity and Fashion Design student learning outcomes; (2) the positive influence of learning by using media Fashion Design mood board than using media examples fashion design drawings for the creativity of fashion design students; (3) a positive influence of learning by using media Fashion Design mood board compared to using the media sample images for learning outcomes of Fashion Design student. This research is a quasi-experimental research with pretest-posttest design, Nonequivalent Control Group Design. This research uses experimental class and control class. The research population was a student of class A and D in the 2nd half of Technical Fashion Education Faculty of Engineering, Yogyakarta State of University. t-test results indicate student pretest control class and experimental class is almost the same. Data posttest study results show the difference in average scores between the experimental class and control class category is very high. Based on the results of the average value obtained that an increase in the creativity of the students are significant.Keywords: fashion mood boards, learning outcomes, fashion design
Karakteristik Media Video Pembelajaran Desain Kostum Anita Volintia Dewi; Afif Ghurub Bestari; Kapti Asiatun; Sri Widarwati; Sugiyem Sugiyem
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3300

Abstract

Learning video media has an important role to contain information or instructional messages and can be used in the learning process. In addition, video media can also increase the enthusiasm and enthusiasm of students in participating in the learning process. Costume Design competency learning in the Fashion Design Education Study Program still uses the lecture method and direct demonstrations, so video media is needed to help students explore creativity. Research on the characteristics of Costume Design Learning Video media uses the R&D approach 4 development models of Alessi & Trollip (2001), consisting of 3 stages. namely planning, design, and development. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the development of the characteristics of the learning video for the Costume Design course goes through 3 stages. The planning stage is to ensure that everything is needed in the project, including: defining the breadth of coverage, identifying students, developing boundaries, producing planning documents, producing manuals, determining and gathering resources, conducting brainstorming, and seeking student approval. Design includes developing ideas, conducting task and concept analysis, preparing prototypes, creating flowcharts and story boards, preparing scripts, downloading Ibis Paint supporting software. The development stage includes: preparing text, preparing graphics, producing audio and video, assembling materials using supporting software.
Efektivitas Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Menggambar Ilustrasi Mode Mahasiswa Afif Ghurub Bestari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.539 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i6.12260

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran blended learning yang efektif pada hasil belajar dan kemampuan menggambar mahasiswa mata kuliah Ilustrasi Mode, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar dan keterampilan menggambar ilustrasi mode antara mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif berjenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah jenis quasi experimental. Sampel penelitian ini adalah kelas A sebanyak 42 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas D sebanyak 40 orang sebagai kelas control. Analisis statistik yang dipergunakan meliputi per paired sample t tes dan independent sample t tes. Hasil analisis menunjukkan: (1) hasil uji paired sampel t test yang menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dibandingkan t-tabel dengan nilai signifikan lebih kecil daripada 0,05 berarti implementasi dari model blended learning secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan menggambar mahasiswa pada mata kuliah Ilustrasi Mode, (2) hasil uji independen simple t test yang menunjukkan nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel dengan nilai signifikan lebih kecil 0,05 yang berarti hasil belajar dan keterampilan menggambar ilustrasi mode pada mahasiswa kelas eksperimen memiliki perbedaan secara signifikan dengan mahasiswa pada kelas kontrol.
Pelatihan Fashion Design Digital Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 1 Depok Yogyakarta Kusminarko Warno; Afif Ghurub Bestari; Kapti Asiatun; Sugiyem Sugiyem
Syntax Idea 2926-2935
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i7.4065

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah : 1) meningkatkan pengetahuan siswa SMK N 1 Depok Sleman Program Keahlian Tata Busana kelas X dalam mendesain busana secara digital menggunakan corel draw; 2) meningkatkan keterampilan siswa SMK N 1 Depok Sleman Program Keahlian Tata Busana kelas X dalam mendesain busana secara digital menggunakan corel draw; 3) mengetahui hasil keterampilan yang dicapai siswa SMK N 1 Depok Sleman Program Keahlian Tata Busana kelas X dalam mendesain busana secara digital menggunakan corel draw, serta mengetahui kepuasan peserta pelatihan dalam mempelajari materi desain digital menggunakan software corel draw. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 36 orang siswa SMK N 1 Depok Sleman Program Keahlian Tata Busana kelas X. Kegiatan dilaksanakan dua kali pertemuan secara tatap muka langsung dan tiga kali secara daring serta dilakukan pendampingan secara efektif. Secara rinci kegiatan dilakukan dengan paparan materi, diskusi, penugasan dengan bimbingan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan sebagai berikut: 1) Peningkatan pengetahuan guru prakarya SMP dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan pembuatan desain busana secara digital menggunakan corel draw. 2) keterampilan dari hasil pelatihan berupa gambar proporsi badan dan desain busana secara digital menggunakan software corel draw, 3) Tujuan pelatihan dapat tercapai sesuai target yang ditunjukkan dengan 87% menyatakan sangat puas dan 13% termasuk dalam kategori puas, jadi dapat disimpulkan bahwa pelatihan desain digital dengan menggunakan software corel draw termasuk dalam kategori sangat memuaskan bagi para siswa serta jika dilihat 96% pada skor 4 yaitu sangat memuaskan, dan 4 % menyatakan puas, jadi dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan termasuk dalam kategori sangat memuaskan sehingga pelatihan ini memberikan manfaat yang baik bagi sekolah, guru dan siswa
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Sebagai Upaya Memberikan Bekal Kewirausahaan Siswa Tata Busana Sugiyem, Sugiyem; Widihastuti, Widihastuti; Asiatun, Kapti; Widarwati, Sri; Bestari, Afif Ghurub; Warno, Kusminarko
Jurnal KARINOV Vol 6, No 3 (2023): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v6i3p132-137

Abstract

Ecoprint merupakan teknik pencetakan pada kain atau kertas yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan kayu untuk menghasilkan pola dan warna yang indah. Pelatihan ecoprint sangat penting untuk fesyen berkelanjutan karena fesyen merupakan industri yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan membuat ecoprint sebagai upaya memberikan bekal kewirausahaan sekaligus menuju fesyen yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah ceramah untuk menyampaikan teori ecoprint, metode demonstrasi untuk memberikan contoh proses pembuatan ecoprint, dan praktek membuat ecoprint hingga produk jadi yang dilakukan oleh peserta dengan didampingi tim pengabdi. Hasil kegiatan ini adalah sebagai berikut (1) Terselenggaranya kegiatan pelatihan membuat ecoprint sebanyak tiga kali tatap muka yang diikuti oleh 20 siswa dan empat orang guru dengan tingkat kehadiran 100% (2) Lebih dari 90% siswa mampu membuat produk ecoprint berupa tempat pensi/tas mukena/dompet kosmetik yang siap dipasarkan. Sebagian besar peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan berpendapat bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi pengembangan diri bidang fesyen, pengayaan materi dalam menghias tekstil, peningkatan kualitas diri, peningkatan kualitas lembaga, dan tuntutan pembelajaran kurikulum 2013. Kata kunci— Pelatihan, Ecoprint, Kewirausahaan, Sustainability Abstract Ecoprint is a printing technique on fabric or paper that uses natural materials such as leaves, flowers, and wood to produce beautiful patterns and colors. Ecoprint training is essential for sustainable fashion because fashion is an industry that hugely impacts the environment. The purpose of this training activity is to provide knowledge and skills in making eco prints as an effort to provide entrepreneurial provisions as well as towards sustainable fashion. The methods used in this training activity are lectures to convey eco print theory, demonstration methods to provide examples of the process of making eco prints, and the practice of making eco prints to finished products carried out by participants accompanied by a service team. Results of the activity: (1) The implementation of training activities to make eco prints three times face-to-face which was attended by 20 students and four teachers with an attendance rate of 100% (2) More than 90% of students were able to make eco print products in the form of pensi/mukena bags/cosmetic wallets that were ready to be marketed. Most participants expressed satisfaction with this activity and argued that this training was useful for self-development in the field of fashion, material enrichment in decorating textiles, self-quality improvement, improving the quality of institutions, and learning demands of the 2013 curriculum. Keywords— Training, Ecoprint, Entrepreneurship, Sustainability
Fashion as an Expression of Cultural Identity in the Digital Age Wardaya, Awwali Ibnu; Bestari, Afif Ghurub; Sulistiyanto, Sulistiyanto; Kindiasari, Aktansi
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v4i1.118

Abstract

Fashion has long been a powerful medium for expressing cultural identity, reflecting various communities' values, traditions, and social dynamics. This expression has evolved dramatically in the digital age, shaped by the pervasive influence of technology and social media. This study explores how fashion serves as a conduit for cultural identity in the contemporary digital landscape. It examines the interplay between traditional fashion practices and modern digital platforms. It highlights how individuals and communities use fashion to navigate and assert their cultural identities in an increasingly globalised world. The research investigates the role of digital platforms, such as Instagram, TikTok, and fashion blogs, in disseminating and transforming cultural fashion trends. These platforms provide a space for cultural exchange and the democratisation of fashion, allowing underrepresented voices to showcase their heritage and creativity. Additionally, the study delves into the impact of virtual fashion shows, digital influencers, and online retail on cultural identity expression. It considers how these elements contribute to preserving and evolving traditional fashion practices. Furthermore, the research addresses the complexities of cultural appropriation in the digital age, where fashion trends can be rapidly adopted and commercialised, often detached from their cultural significance. By analysing case studies and engaging with fashion designers, influencers, and consumers, the study offers insights into the ethical considerations and responsibilities involved in cultural fashion representation. The findings suggest that while digital platforms can facilitate celebrating and sharing cultural identities, they pose challenges related to authenticity, appropriation, and commercialisation. This duality underscores the need for a nuanced understanding of fashion as a cultural expression in the digital era. The study concludes with recommendations for fostering a more inclusive and respectful digital fashion ecosystem that honours and preserves cultural identities while embracing innovation and diversity. Through this exploration, the research aims to contribute to the broader discourse on cultural identity, fashion, and digital media, offering valuable perspectives for academics, industry professionals, and cultural advocates.
Pelatihan Pembuatan Blus Lurik sebagai Upaya Membekali Kecakapan Hidup Siswa MA Ibnu Sina Sleman Sugiyem, Sugiyem; Widihastuti, Widihastuti; Bestari, Afif Ghurub; Asiatun, Kapti
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v7i2.7974

Abstract

Kurangnya keterampilan vokasional dan kreativitas dalam pemanfaatan kain tradisional lurik menjadi kendala bagi guru dan siswa MA Ibnu Sina Berbah Sleman Yogyakarta dalam mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis budaya lokal. Keterbatasan pengetahuan tentang teknik desain dan pembuatan busana lurik juga mengakibatkan siswa belum memiliki bekal keterampilan hidup yang memadai untuk menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Pelatihan pembuatan blus lurik dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan guru dan siswa dalam mendesain dan membuat blus berbahan dasar lurik sehingga dapat mengembangkan kreativitas dan memberikan bekal hidup mandiri. Metode kegiatan PPM menggunakan ceramah, demonstrasi, dan praktik. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 pertemuan diikuti 20 peserta dengan materi pengenalan konsep desain, praktik pembuatan pola, menjahit, hingga evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan pelaksanaan pelatihan berlangsung dengan baik melalui pertemuan terstruktur. Respon dan aktivitas siswa sangat positif dengan tingkat partisipasi 100%, antusiasme tinggi, dan perkembangan keterampilan signifikan. Kualitas hasil blus lurik cukup memuaskan dengan 85,7% siswa berhasil membuat pola tepat, 71,4% menghasilkan jahitan rapi, dan 92,8% melakukan finishing dengan baik. Pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan vokasional dan kreativitas siswa dalam pemanfaatan budaya lokal.