Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRAINER ELEKTRONIKA DASAR TERHADAP KEEFEKTIFITASAN PROSES BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF DI SMK NEGERI 2 LAMONGAN FARID, MOH; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya media pembelajaran yang layak digunakan pada pembelajaran Parktikum teknologi dasar Otomotif di Jurusan teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 2 Lamongan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Hasil penelitian ini berupa media pembelajaran trainer elektronika dasar yang telah divalidasi dan dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran dengan nilai presentase 80%. Dan hasil respon siswa terhadap media pembelajaran trainer elektronika dasar dinyatakan sangat baik dengan nilai presntase 82,67%. sehingga dapat dinyatakan bahwa media trainer elektronika dasar layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. Dan hasil pengamatan efektifitas proses belajar siswa dinyatakan sangat efektif dengan nilai presentase 81,65%. Sehingga dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran trainer elektronika dasar sangat efektif apabila digunakan dalam proses pembelajaran Kata kunci: pengembangan, media, kelayakan, efektivitas, elektronika dasar.
PERAN AMERTA INDAH OTSUKA DALAM KESEHATAN MASYARAKAT Suhdi, Suhdi; Rosyid, Abd.; Khozairi, Moh; Firdaus, Waldi; Hasin, Nur; Farid, Moh; Rian Ramadan, Muhammad; Yuliyanto, Moh; Roihan, Roihan
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 3 No. 1 (2024): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/pps.v3i1.312

Abstract

Amerta Indah Otsuka merupakan perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produk dan program kesehatan. Artikel ini membahas peran perusahaan dalam menghasilkan produk kesehatan yang inovatif, serta kontribusinya terhadap program kesehatan masyarakat. Melalui metode penelitian kualitatif, data diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa produk seperti Pocari Sweat dan Nutricare memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi dan nutrisi yang baik. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga kesehatan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LAHAN WAKAF MUSHOLLA DAN MAKAM AL-MA’LA DI JAMBANGAN SURABAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL, KEAGAMAAN, DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT Evendi, Wakid; Suyuti, Suyuti; Suwito, Suwito; Mujito, Mujito; Zakki, Muhammad; Farid, Moh; Darmawan, Didit; Majid, Amir Bandar Abdul
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v4i1.1045

Abstract

ABSTRAK Masyarakat kelurahan Jambangan Surabaya menghadapi tantangan besar terkait kesejahteraan sosial dan keagamaan. Dalam hal ini makam dan musholla Al-Ma’la diwakafkan untuk masyarakat,Musholla berperan penting sebagai pusat komunitas, partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan akses terhadap program sosial masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan komitmen keagamaan melalui pengabdian masyarakat. Program -program yang dilaksanakan mencakup kegiatan seperti kompetisi keagamaan, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, dan inisiatif kesejahteraan sosial. Pendekatan partisipatif dan diterapkan dengan melibatkan warga setempat dan pengurus musholla dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan pengabdian masyarakat untuk melestarikan dan menjaga lahan wakaf adalah tanggungjawab bersama di masyarakat sehingga menimbulkan peningkatan yang nyata dalam partisipasi masyarakat di kegiatan keagamaan dan sosial, yang berkontribusi terhadap kohesi sosial dan pertumbuhan spiritual. Studi ini menyoroti pentingnya inisiatif yang berpusat pada lahan wakaf berupa masjid,musholla atau makam dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menumbuhkan rasa persaudauraan dan solidaritas antar masyarakat. Kata Kunci: wakaf, pengabdian masyarakat, kesejahteraan sosial ABSTRACT The community of Jambangan Village, Surabaya faces major challenges related to social and religious welfare. In this case, the tomb and the Al-Ma'la prayer room are donated to the community. The prayer room plays an important role as a community center, participation in religious activities and access to social programs are still limited. This study aims to improve social welfare and religious commitment through community service. The programs implemented include activities such as religious competitions, educational support, health services, and social welfare initiatives. A participatory approach was applied by involving local residents and prayer room administrators in the design and implementation of activities. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively. The results show that community service to preserve and maintain waqf land is a shared responsibility in the community, resulting in a significant increase in community participation in religious and social activities, which contributes to social cohesion and spiritual growth. This study highlights the importance of initiatives centered on waqf land in the form of mosques, prayer rooms or tombs in meeting community needs and fostering a sense of brotherhood and solidarity between communities. Keywords: waqf, community service, social welfare
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Aliyah Nahdlatul Athfal Gersempal Omben Sampang Baihaqi, Ach; Nisa', Khairun; Wahli, Imam; Abror, Achmad Rauhul; Farid, Moh
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 10 No. 2 (2022): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v10i2.1076

Abstract

This research was motivated by students' lack of interest in the subject of Islamic Cultural History, resulting in boredom and a lack of active participation. The primary objective of this study was to determine the extent to which this learning model can increase student engagement and to demonstrate positive changes in student understanding and participation in the learning process. The research focused on two main topics: first, how effective is the implementation of the Collaborative Learning model in increasing student engagement in the subject of Islamic Cultural History at Madrasah Aliyah Nahdlatul Athfal; and second, what are the supporting and inhibiting factors in the effectiveness of the implementation of the Collaborative Learning model in increasing student engagement.In this thesis, the author used a qualitative approach. The rationale for using a qualitative approach was to facilitate the researcher in obtaining research results from the field, both verbally and in writing, regarding the situations and conditions experienced by students during the teaching and learning process. The results showed that the implementation of the Collaborative Learning model was effective in increasing student engagement. This was evidenced by students' enthusiasm in group discussions, their courage to express their opinions, their increased confidence, and their increased understanding of the Islamic Cultural History material. Supporting factors for the successful implementation of this model were students' high enthusiasm for learning, teacher readiness and creativity, and a conducive learning environment. Meanwhile, inhibiting factors included unequal roles within groups and a lack of understanding of the material among some students. These findings are expected to provide input for teachers and prospective teachers in selecting and implementing appropriate learning models to increase student engagement.