Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Teknologi Informasi, Media Sosial dan Hoaks Wilson M.A. Therik
PAX HUMANA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.879 KB)

Abstract

-
Potret Kehidupan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sasur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara Agnes Kuadang; Daniel Daud Kameo; Wilson M.A. Therik
PAX HUMANA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2268.391 KB)

Abstract

Sasur adalah salah satu desa pesisir di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utarayang sumber penghidupan utama masyarakatnya adalah dari hasil laut, laut juga menjadi satu-satunya jalur transportasi untuk keluar-masuk desa.Dengan keterbatasan tingkat Pendidikan dan pengetahuan, maka pengolahan hasil tangkapan laut di desa Sasur belum dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa Sasur, hal ini terlihat dari tingkat pendapatan dan pengeluaran rumah tangga masyarakat desa Sasur per bulan yang tidak berimbang, bahkan minus (dililit hutang bahan bakar minyak) jika tidak mendapatkan hasil tangkapan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan analisis data baik data sekunder maupun data primer, terungkap bahwa masyarakat desa Sasur perlu sentuhan dari pemerintah berupa bantuan modal usaha, bantuan peralatan tangkap moden dan pelatihan pengolahan hasil tangkapan laut untuk peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat desa Sasur, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa aksi kolektif antara masyarakat desa Sasur yang dapat meningkatan pendapatan rumah tangga per bulan.  
Penerapan Prinsip Pembelajaran dan Respon Kreatif Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah di Tengah Pandemi Covid-19 Roberto Duma Buladja; Wilson M.A Therik
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.42800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan empat prinsip pembelajaran dan respon kreatif Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT), Kalibening, Kota Salatiga di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian adalah kualitatif, berlandaskan desain strategi penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, studi dokumen dan materi audio visual. Teknik analisis data dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan penting, mengungkap unit-unit makna dan mengembangkannya dalam bentuk deskripsi esensi. Hasil penelitian ini menunjukkan antara lain: belajar dari rumah membuat warga belajar menemukan iklim kebebasan belajar, terbentuk pola adaptasi dari proses hingga output pembelajaran, metode pembelajaran lebih fleksibel dan kreatif, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mencapai tujuan pembelajaran. Respon kreatif KBQT di tengah pandemi, yakni: pemanfaatan beberapa perangkat teknologi dan jaringan internet untuk melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi zoom-meet, google-meet, grup WhatsApp dan YouTube. Ada kemudahan mengakses materi pembelajaran; proses pembelajaran lebih efektif dan efisien; menekan biaya tanggungan; waktu belajar lebih fleksibel dan mandiri; orang tua dan pendamping mengontrol output pembelajaran; dan paradigma konsumtif ke produktif serta ada prinsip kebermanfaatan di KBQT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi khazanah ilmu pengetahuan dan referensi bagi lembaga pendidikan formal maupun nonformal untuk merancang strategi adaptasi di tengah pandemi Covid-19.
Multi Persepsi tentang Pekerja Anak di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur di Tengah Pandemi COVID-19 Sem Nggaba Kamangi; Wilson M. A. Therik; Sri Suwartiningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v8i1.40664

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat semua kebiasaan masyarakat berubah. Salah satunya, kebiasaan anak-anak yang seharusnya belajar di Sekolah berubah menjadi Belajar Dari Rumah (BDR), perubahan ini tentunya membuat sebagian anak-anak terlibat sebagai pekerja anak. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan jumlah pekerja anak selama adanya pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumba Timur.  Penelitian ini bertujuan menggambarkan tentang persepsi orang tua pekerja anak, persepsi Dinas Sosial (Bidang rehabilitasi dan Pekerja Sosial) dan persepsi masyarakat umum terhadap keberadaan pekerja anak di Pasar Inpres Matawai di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlandaskan pada studi kasus. Studi kasus merupakan salah satu bagian dari metode kualitatif yang mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam dengan mengaitkan berbagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya pandemi COVID-19 membuat jumlah pekerja anak meningkat dan menambah beban anak-anak yang seharusnya belajar dan bermain ditambah dengan beban kerja yang dilakukan setiap harinya dengan menjajakan berbagai  aneka sayuran di Pasar Inpres Matawai. Fenomena ini tentunya berimplikasi pada masa depan pekerja anak terlebih dalam pembangunan sumber daya manusia. Keberadaaan pekerja anak di Pasar Inpres Matawai terbentuk oleh persepsi pekerja anak itu sendiri dan persepsi dari  berbagai pihak, yang mendukung dan tidak mendukung semua aktivitas pekerja anak di masa pandemi COVID-19.
The Imaginary Pilgrimage: The Narrative of Going Home in the Javanese-Moslems Migrant’ Slametan Ritual in Maluku Jobert Tupan; Izak Y.M Lattu; Wilson M.A. Therik
FIKRAH Vol 10, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.401 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v10i1.14943

Abstract

Migration is not only the movement of people to settle elsewhere, but also cultural displacement. This study reveals the Moslemss tradition among migrants from Central Java in Waihatu, Maluku. The approach of this research is qualitative with the type of research is netnography. Data collection techniques were carried out through documentation, observation and virtual interviews. The subject of this research is the young generation of Javanese Moslemss who are vulnerable to being contaminated by radicalism and extremism and or the essence of Javanese culture. The results of this study are the village slametan ritual in Wahatu is a manifestation of society and its cultural movement. Even though the culture became vacuum due to the disconnection of local wisdom between generations, and was inundated by obstacles due to the local socio-political situation, the event was then revitalized. After being revitalized, the village slametan ritual emerged with its new nuances related to the narrative of an imaginary pilgrimage that was held through spatial and current deterritorialization without Kejawen dimensions and pluralism. The slametan ritual performed by migrantsMoslemss in the village in Waihatu, Maluku, includes; 1) Pendem wedhus kendit; 2) Kungkum; and 3) Cultural carnival. This celebration is the only narrative of going home and as a spiritual theater for Moslemss immigrants. The younger generation of Moslemss immigrants are expected to be moderate actors in achieving prosperity in the village through increasing economic and social solidarity without Javanese culture and recognizing their social life in Maluku.
Yogyakarta Tourism Office's Strategy in Economic Recovery of the Tourism Sector During the Covid-19 Pandemic Shelly Christiani Saputri; Putri Hergianasari; Wilson M.A. Therik
Kemudi Vol 7 No 1 (2022): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.653 KB) | DOI: 10.31629/kemudi.v7i1.4746

Abstract

This study aims to explain the strategy of the Yogyakarta Tourism Office in the economic recovery of the tourism sector during the Covid-19 period. So far, tourism has become the fourth largest sector that contributes to the country's foreign exchange after palm oil (CPO), oil and gas and mining (coal). The world of tourism has been hit by the Covid-19 pandemic. Since the Covid-19 outbreak, all sectors have experienced a drastic decline, including the tourism sector, which has been in the second position as Indonesia's second largest foreign exchange contributor. This pandemic condition is forcing tourists to cancel their travel plans to Indonesia, one of which is the city of Yogyakarta. Based on statistics, Yogyakarta has the title of the tourism city most affected by the Covid-19 pandemic. In just over a year, the tourism industry in the city of Yogyakarta suffered losses of up to Rp. 10 trillion. This is because Yogyakarta is the second most popular tourist destination in Indonesia after Bali. It is undeniable that Yogyakarta tourism has a great influence on the community's economy. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive type of research. The findings of this study are the Yogyakarta’s Government Tourism Office (Dinpar) in its efforts to restore the tourism sector economy through the implementation of the Covid-19 protocol; new normal policy; implementation of CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability); restoration of MICE (meetings, incentives, conventions, exhibitions); domestic tourism; and events gradually; revitalization of the agrarian sector through the development of agribusiness.
SPIRITUAL INTELLIGENCE AS THE POLITICS OF MULTICULTURALISM AMONG JAVANESE MUSLIM MIGRANTS IN MALUKU Joberth Tupan; Izak Y. M Lattu; Wilson M.A Therik
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/JIIS.2022.16.1.1-26

Abstract

How does spiritual intelligence serve as foundation for multicultural politics? This article explores how spiritual intelligence becomes a multicultural political base among the Javanese Muslims who immigrated to Maluku Province. The spiritual intelligence in this study refers to the understanding of Javanese values, i.e., accepting what’s given by life (nrimo ing pandum), empathy (tepa salira), and beautifying the world (memayu hayuning bawana) as well as how they enrich pluralism in Maluku. Previous studies on the topic mostly focused on the religious factor and neglected cultural aspects, especially among migrants who brought their cultural traits with them to their new place. Based on ethnographic research through observation and in-depth interviews with 60 Javanese migrants in Waihatu, Maluku, the research shows that multicultural politics among Javanese Muslim migrants cannot be separated from spiritual intelligence on Javanese values so that interreligious social solidarity is sustainable. Spiritual intelligence in this article highlights that Javanese migrants’ adoption of Islamic values in Maluku is connected to their philosophical foundation of Javanese values.
Covid-19 dan Pembangunan Berkelanjutan Wilson M.A. Therik
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.356 KB) | DOI: 10.24246/jms.v1i22020p248-255

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa pada berbagai aktivitas kehidupan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, salah satu dampaknya adalah pada aktivitas pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Indonesia. Artikel ini merupakan hasil pengamatan lapangan secara terbatas yang dilakukan di Kota Salatiga, hasil tinjauan di media sosial serta review literatur dan studi dokumentasi berdasarkan pemberitaan di media online yang bersingungan dengan pandemi Covid-19 dan dampaknya bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Artikel ini telah dipresentasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat online melalui webinar nasional untuk umum yang diselenggarakan oleh Center for Development and Cultures (CDC) dan Mennonite Diakonia Service (MDS) bekerjasama dengan Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Kristen Duta Wacana dengan topik: “Justice, Peace, and Humanity Post Covid-19 Era”. Jumat, 12 Juni 2020. Salah satu penekanan dari artikel ini adalah pandemi covid-19 seharusnya menjadi New Norm bukan New Normal karena sesungguhnya kita berhadapan dengan situasi yang tidak normal.
Kota Kupang sebagai Heritage City Wilson M.A. Therik
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.3.161

Abstract

Kota Kupang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata sejarah kota mengingat usia Kota Kupang tidak muda lagi jika dilihat dari keberadaan benteng fort concordia yang didirkan pada Tahun 1640. Kota Kupang membutuhkan revitalisasi agar pengelolaan aset heritage tetap berkelanjutan berbasis pada pariwisata dan ekonomi kreatif.. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan policy (kebijakan) tentang pengelolaan Kota Kupang sebagai Heritage City yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Kupang dengan harapan dapat dimanfaatkan untuk mempopulerkan image Kota Kupang sebagai salah satu Heritage City di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, studi dokumentasi/kearsipan. Untuk analisis data digunakan metode triangulasi dari berbagai sumber dan teknik spiral analisis data. Temuan dari penelitian ini adalah.masih banyak bangunan bersejarah (berusia lebih dari 50 Tahun) yang tidak terawat/terlantar selain tidak tercatat sebagai Bangunan Cagar Budaya, status kepemilikan gedung juga masih menjadi masalah tersendiri yang dicari jalan keluarnya oleh para pengambil kebijakan mulai dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang agar Kawasan Kota Lama Kupang (KKLK) tetap lestari.
Strategi Perempuan Suku Kuri Membangun Generasi Masa Depan dalam Sinumfide di Distrik Teluk Arguni Piter Johanes Sarles Corputty; Wilson M.A. Therik
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v9i1.55056

Abstract

Masyarakat suku Kuri yang mendiami wilayah Distrik Teluk Arguni di Kabupaten Kaimana memiliki kebudayaan yang unik, salah satunya adalah persalinan di Sinumfide. Sinumfide dibangun khusus untuk kelahiran anak sulung, karena terkait erat dengan prosesi adat Kuri. Tujuan penelitian ini ialah memberikan gambaran yang utuh tentang adanya nilai-nilai kultural yang membentuk perempuan Kuri, mempersiapkan anak sebagai generasi masa depan suku Kuri. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif sebagaimana yang dikembangkan oleh. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat suku Kuri. Data yang terkumpul, dilakukan validasi dengan cara triangulasi. Kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Weswasa dan Tiwara, proses persalinan di Sinumfide masih dilakukan dan bukan untuk anak sulung saja, melainkan untuk semua anak. Hal ini menandai bahwa kesadaran kultural perempuan Kuri dengan setia dan taat memahami dan melaksanakan semua proses pembudayaan, masih di pegang kuat, di mulai dari Sinumfide, untuk mempersiapkan generasi masa depan suku Kuri. Anak sulung berada dalampengawasan agar memiliki nilai-nilai kultur sebagai dasar pembentuk sosok generasi masa depan Kuri. Selain itu, dalam konteks kesehatan tradisonal, terdapat pemahaman tentang darah bersalin yang menyebabkan tertularnya suatu penyakit. Semua pandangan budaya Kuri ini mengandung tatanan nilai budaya dan merupakan nilai-nilai keutamaan yang dapat dikaji dan diimplementasikan ke dalam ruang kebijakan pembangunan daerah sebagai entry point secara khusus bagi instansi terkait untuk melakukan advokasi dan edukasi kepada masyarakat Kuri dalam aspek kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.