Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURMADIKTA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA KELAS VIII SMP/MTS Wati, Puput Indra; Karim, Karim; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 3 No 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.1766

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah (KPM) adalah kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa, hal ini disebabkan KPM dapat diterapkan pada berbagai bidang dalam kehidupan nyata. Namun, pada kenyataanya siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembelajaran perlu didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat melatih KPM. Terdapat model pembelajaran yang dapat menjadi alternatif yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL dengan konteks lingkungan lahan basah terhadap KPM matematika siswa. Metode yang digunakan yaitu Quasi eksperiment, Populasi yang ditetapkan yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Banjarmasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sebagai akibatnya diperoleh kelas VIII E sesi 1 menjadi kelas kontrol dan VIII E sesi dua menjadi kelas eksperimen. Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data yaitu dokumentasi dan tes KPM matematika dengan data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan konteks lingkungan lahan basah berpengaruh positif terhadap KPM matematika siswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PASAR AHAD KERTAK HANYAR PADA MATERI STATISTIKA KELAS X Badriyah, Lailatul; Zulkarnain, Iskandar; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 3 No 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.1952

Abstract

Saat ini pelaksanaan pendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum ini disebut modul ajar. Modul ajar berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah menghasilkan modul ajar kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal Pasar Ahad Kertak Hanyar pada materi statistika kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Thigarajan (4-D). Langkah-langkah dalam model 4-D terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, validasi dan uji coba produk. Pada tahap uji coba dilakukan uji keterbacaan, kepraktisan, dan keefektifan. Untuk validasi, uji keterbacaan dan kepraktisan diukur menggunakan angket. Sedangkan, uji keefektifan diukur berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa. Berdasarkan validasi dari tiga validator, diperoleh hasil validasi dari keseluruhan validator adalah 87,30% dengan kategori sangat valid. Hasil uji keterbacaan yang diperoleh dari tiga responden yaitu 98,33% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya pada uji kepraktisan diperoleh nilai keseluruhan yaitu 79,17% dengan kriteria praktis. Sedangkan, uji keefektifan dari hasil evaluasi siswa mendapatkan persentase 74,07% dengan kategori efektif. Dari hasil yang diperoleh, modul ajar dinyatakan valid, efektif, dan praktis.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VII PADA KONSEP KELILING DAN LUAS SEGITIGA Winarsih, Rekno; Ansori, Hidayah; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 4 No 1 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i1.2256

Abstract

Literasi matematis merupakan salah satu kemampuan literasi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah menengah pada kurikulum merdeka. Literasi matematis adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami matematika dalam kehidupan nyata dan membuat penilaian dan penalaran yang tepat. Ini adalah keterampilan dasar yang sama pentingnya dengan membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sebanyak 23 siswa SMPN 3 Banjarmasin kelas VIIA berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat yang digunakan adalah tes dan wawancara dengan materi yang digunakan yaitu konsep segitiga. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian dan inferensi. Pengurangan materi dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah literasi matematika yaitu. perumusan tugas, penerapan konsep dan interpretasi hasil solusi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kemampuan literasi matematika siswa berada pada kategori yang berbeda yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Persentase terbesar adalah siswa dengan literasi matematika rendah yaitu 48% dari sampel. (2) Siswa mengetahui cara menerapkan indikator pertama literasi matematika dengan benar, yaitu merumuskan tugas. Namun masih belum sepenuhnya menjawab indikator literasi matematika yang kedua yaitu penerapan konsep. Juga, para siswa tidak sepenuhnya memenuhi yang ketiga kemampuan literasi matematis.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTS sianipar, maria; Karim, Karim; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 4 No 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2290

Abstract

Matematika merupakan ilmu hitung yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar kita. Meskipun begitu, banyak siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, sering kali dibenci, dan menimbulkan ketakutan. Oleh karena itu, penggunaan video pembelajaran dianggap sebagai solusi yang membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Video pembelajaran memiliki keunggulan karena bisa diputar berulang sesuai dengan kebutuhan siswa, yang berpotensi untuk menarik minat dan membantu siswa dalam memahami materi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan video pembelajaran matematika dengan konteks lahan basah yang sesuai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang melibatkan tahapan define (mendefinisikan), design (merancang), develop (mengembangkan), dan disseminate (menyebarluaskan). Instrumen yang digunakan meliputi lembar penilaian video pembelajaran oleh ahli untuk mengukur kevalidan video, angket respon siswa, dan angket respon guru untuk mengukur praktikalitas video pembelajaran, serta tes hasil belajar untuk mengukur efektivitas penggunaan video pembelajaran. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa video pembelajaran ini yaitu 3,54 dengan kategori valid. Uji praktikalitas menghasilkan nilai rata-rata angket respons sebesar 3,16 dengan kategori praktis. Persentase hasil belajar siswa sebesar 81,82% dengan kategori efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran matematika dengan konteks lahan basah untuk siswa kelas VII SMP/MTs termasuk dalam kategori yang valid, praktis, dan efektif.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Anisa, Riqa; Zulkarnain, Iskandar; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 4 No 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2427

Abstract

Banyak penelitian telah dilaksanakan mengenai pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada pemahaman konsep matematika siswa, namun temuan-temuannya beragam. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan effect size dari model pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan karakteristik studi berupa jenjang pendidikan dan ukuran sampel. Data diperoleh dari penelusuran melalui Google Cendikia dengan kata kunci tertentu dan diperoleh 55 studi primer yang diterbitkan antara tahun 2017-2023. Selanjutnya diperiksa sesuai kriteria inklusi dan didapat 20 studi primer yang memenuhi kelayakan. Dengan menggunakan perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0, effect size dari 20 studi primer dianalisis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TPS berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa dengan effect size 0,835 tergolong pada kategori besar; (2) berdasarkan jenjang pendidikan lebih berpengaruh pada jenjang SMP dengan effect size 0,869 tergolong pada kategori besar; dan (3) berdasarkan ukuran sampel lebih berpengaruh pada sampel besar (>30) dengan effect size 0,878 tergolong pada kategori besar.
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL KELAS VII Zaleha, Gusti Ema; Ansori, Hidayah; Noorbaiti, Rahmita
JURMADIKTA Vol 5 No 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.2898

Abstract

Pada zaman digital ini, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menyelaraskan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar. Perkembangan teknologi ini telah merubah cara kita belajar dan mengajar menjadi lebih variatif yang tak hanya melalui verbal tapi juga dapat melalui audio, video, teks, maupun gambar. Akan tetapi hal tersebut belum secara optimal dilakukan, sehingga melalui penelitian ini dikembangkanlah platform pembelajaran elektronik menggunakan sistem Moodle untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang dapat menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk gambar, video, audio maupun teks pada topik persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel untuk siswa kelas VII. Penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development dengan ADDIE sebagai model penelitian yang memuat proses Analyze, proses Design, proses Develop, proses Implement, dan proses Evaluate. Pengembangan e-learning menggunakan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle menggunakan angket dan wawancara sebagai instrumen penelitian dan data kualitatif yang diubah menjadi data kuantitatif menggunakan skala Likert sebagai teknik analisis. Subjek yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII. Setelah dilakukan uji validitas diperoleh skor 4,00 dengan klasifikasi valid oleh validator media dan materi, serta uji kepraktisan diperoleh skor 3,10 dengan klasifikasi praktis oleh guru dan siswa, sehingga e-learning menggunakan LMS Moodle menjadi media pembelajaran yang layak digunakan.