Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RECONCEPTUALIZING ISLAMIC STUDENT WELL-BEING THROUGH TARBAWI HADITH: A THEMATIC LIBRARY-BASED ANALYSIS Setiady, Dicky; Askar, Romlah Abubakar
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1137

Abstract

The well-being of students in the pursuit of knowledge is a multidimensional issue encompassing spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic aspects. In Islamic education, this well-being is not solely determined by worldly factors but emphasizes a balance with spiritual and eschatological values. This study aims to reconceptualize Islamic student well-being through a thematic analysis of tarbawi (educational) hadiths. Employing a qualitative method with a library-based research design, data were analyzed from primary and secondary sources related to educational hadiths and Islamic well-being. The findings reveal that tarbawi hadiths contain integral principles of well-being, structured into six key dimensions: spiritual, academic, psychological, social, physical, and economic. These insights offer a new conceptual framework for understanding student well-being within a holistic Islamic educational paradigm. Kesejahteraan mahasiswa dalam menuntut ilmu merupakan isu multidimensional yang mencakup aspek spiritual, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Dalam konteks pendidikan Islam, kesejahteraan ini tidak hanya ditentukan oleh faktor duniawi, tetapi juga menekankan keseimbangan dengan orientasi ukhrawi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali konsep kesejahteraan mahasiswa Muslim (Islamic student well-being) melalui pendekatan tematik terhadap hadis-hadis tarbawi. Menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan, data dianalisis dari berbagai literatur primer dan sekunder mengenai hadis pendidikan dan konsep kesejahteraan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tarbawi memuat prinsip-prinsip kesejahteraan yang integral, mencakup enam dimensi utama: spiritualitas, akademik, psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Temuan ini memberikan kerangka konseptual baru dalam memahami kesejahteraan mahasiswa dalam kerangka pendidikan Islam yang komprehensif.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDLB Yayasan Amal Mulia Indonesia Setiady, Dicky; Khiyaroh, Nada Laili; A’yun, Sania Qurrota
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i2.1209

Abstract

The research aims to uncover and analyze the needs required to implement Islamic Education (PAI) learning in the Special School for Disabilities (SDLB) of Yayasan Amal Mulia Indonesia. The analysis is conducted through describing the factors that hinder and support the learning process. This research adopts a qualitative method, specifically ethnographic research, by interviewing PAI teachers in the SDLB of Yayasan Amal Mulia Indonesia and the Head of the SDLB, as well as conducting school observations. The research findings indicate that inhibiting factors include media facilities, cooperation with the government, the quantity of teachers, and issues regarding teaching resources for Quranic reading among hearing-impaired students. Supportive factors include the teachers' enthusiasm for teaching and cooperation with parents. In terms of needs analysis, it is necessary to establish an Islamic education curriculum specifically designed for children with special needs. Cooperation between the government and the school appears to be an urgent matter for addressing the aspirations and communication needs of the school. Additionally, raising awareness among the government regarding the implementation of PAI learning in the SDLB of Yayasan Amal Mulia Indonesia seems to be a requirement for the successful execution of the PAI curriculum.Keyword: Needs Analysis; Learning Needs; Islamic Education Learning.
Relevansi living value assessment dalam mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di MA Al Falah Setiady, Dicky; Fauzan, Fauzan; Rusadi, Bobi Erno; Isnaini, Muhammad
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v10i2.3369

Abstract

This study addresses the ongoing moral crisis by examining the implementation of a Love-Based Curriculum in Islamic education as a form of value-based learning. Madrasahs are encouraged to innovate instructional practices to foster students’ spiritual and social development through five core values: love for God and the Prophet, love for knowledge, love for oneself and others, love for the environment, and love for the homeland. Using a descriptive qualitative approach, the study applies the Living Value Assessment (LVA) as both a reflective and pedagogical instrument within Islamic Cultural History (SKI) learning at Madrasah Aliyah Al Falah. LVA complements Value-Based Education (VBE) by assessing the internalization of values, while VBE provides the educational framework that supports value growth. Data were collected from reflective journals of four students in Grades X and XI. The findings show that LVA effectively identifies the five dimensions of love embedded in the Love-Based Curriculum and can be used by teachers to evaluate value integration in SKI learning.
Nasihat Guru Kepada Murid dalam Kitab Washoya Al Aba Lil Abna Karya Syekh Muhammad Syakir dan Korelasinya Terhadap Nasihat Orang Tua Betawi Irfan, Ahmad; Ayuhan, Ayuhan; Setiady, Dicky
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.9.1.111-118

Abstract

The decline in students’ moral conduct toward teachers and parents has become a critical issue in contemporary Islamic education, necessitating a re-examination of ethical sources that shape teacher–student and parent–child relationships. This study employs a library research method by analyzing Washoya Al Aba Lil Abna by Muhammad Syakir and Betawi parental advice through a descriptive-analytical approach. The findings reveal a strong continuity of values between the two sources, particularly regarding four key principles: the equal moral status of teachers and parents as authoritative figures, the importance of seeking the riḍā (approval) of teachers and parents, the obligation to adorn knowledge with noble character, and the encouragement of self-improvement through personal effort rather than reliance on the prestige of teachers or family lineage. These findings affirm that Betawi parental advice reflects ethical values aligned with the teachings of Sheikh Muhammad Syakir and remains relevant for reinforcing students’ foundations of adab in the contemporary era. This study contributes to the development of an Islamic education model grounded in local wisdom, making Islamic education more closely connected to students’ everyday lives.
Edukasi Akhlak Berpuasa dalam menghadapi Bulan Ramadhan bagi Santri TPQ Al Awfiya Irfan, Ahmad; Setiady, Dicky; Hafani, Ahmad
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.412002

Abstract

Puasa sebagai salah satu ibadah utama dalam Islam tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan membentuk akhlak dan pengendalian diri. Namun dalam praktiknya, esensi puasa sering kali tidak kontekstual dengan problematika akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah puasa lebih dipahami sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa diiringi dengan internalisasi nilai-nilai moral yang mendalam. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya edukasi yang mampu menghubungkan makna puasa dengan pembentukan akhlak, khususnya pada anak-anak yang sedang berada dalam tahap pembentukan karakter. Penelitian pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Al Awfiya dengan subjek santri usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui kegiatan tausiah dan ceramah mengenai akhlak berpuasa serta pembelajaran interaktif dengan pendekatan fun learning by doing. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai fikih puasa sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya melalui aktivitas belajar yang melibatkan partisipasi aktif santri. Kegiatan yang dilaksanakan adalah tausiah akhlakberpuasa dan metode pembelajaran interaktif dengan harapan mampu meningkatkan pemahaman santri mengenai makna puasa serta mendorong mereka untuk merefleksikan nilai-nilai iman dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya memahami puasa secara kognitif, tetapi juga mulai menyadari pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai seperti kesabaran, pengendalian diri, dan sikap saling menghormati dalam hubungan dengan guru, orang tua, dan teman. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai puasa sebagai bagian dari pembentukan akhlak pada anak sejak usia dini.