Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Karakteristik ZnO Nanorod Berstruktur Seperti Landak Sebagai Fotoanoda Pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Yuliasari, Fitri; Aeni, Alfieta Rohmaful; Wahyuningtyas, Aulia; Umam, Hilman Imadul; Perdani, Meka Saima; Pambudi, Teguh; Hidayat, Rahmat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v8i1.49327

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat sel surya jenis Dye-sensitized solar cell  (DSSC) dengan memanfaatkan ZnO nanorod (ZnO-NR) berstruktur seperti landak sebagai lapisan fotoanoda. Fotoanoda ZnO-NR dibuat dari lapisan penumbuh (seed layer) ZnO nanopartikel (ZnO-NP) diatas substrat ITO menggunakan metode hidrotermal dengan variasi perbandingan konsentrasi larutan penumbuh (growth solution) hexamethylenetetramine (HMTA):Zn(NO3)2·6H2O adalah 0,1 : 0,1 M dan 0,25 : 0,05 M. Morfologi ZnO nanorod dipelajari melalui karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) yang menunjukan bahwa penambahan ZnO-NP pada lapisan penumbuh akan menghasilkan ZnO-NR berstruktur seperti landak. Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa ZnO-NR menghasilkan pola puncak difraksi yang sesuai dengan bidang ZnO dan berbentuk hexagonal wurzite. Hasil pengukuran Spektroskopi UV-Vis menunjukkan penyerapan dye oleh ZnO-NR pada rentang UV hingga cahaya tampak. Pada penelitian ini pembuatan DSSC difabrikasi dengan struktur ITO/ZnO-NR/D358-dye/mosalyte/Platina/FTO. Parameter-parameter DSSC kemudian dipelajari melalui pengukuran arus-tegangan (I-V) sementara itu rekombinasi muatan yang terjadi, dipelajari melalui karakterisasi Intensity Modulated Photovoltage Spectroscopy (IMVS). Efisiensi yang dihasilkan mencapai 1,65% dari fotoanoda ZnO-NR dengan konsentrasi larutan penumbuh 0,25:0,05 M yang menghasilkan diameter ZnO-NR berukuran lebih kecil sehingga berpotensi meningkatkan penyerapan dye dan memberikan performa DSSC yang lebih baik.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KATALIS TERHADAP KARAKTERISTIK SIFAT FISIK BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Fadhillah, Ghina Nurul; Rosidah, Cicih; Aeni, Alfieta Rohmaful; Yuliasari, Fitri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24108

Abstract

Berkurangnya cadangan minyak bumi dan masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan minyak jelantah menjadi latar belakang perlunya pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Biodiesel menjadi salah satu opsi yang menjanjikan karena bersifat terbarukan, mudah terdegradasi secara hayati, dan memiliki sifat fisik yang serupa dengan solar. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu dan konsentrasi katalis natrium metoksida terhadap sifat fisik biodiesel berbasis minyak jelantah, serta mengidentifikasi gugus fungsi yang terbentuk menggunakan analisis FTIR. Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan metode transesterifikasi menggunakan variasi suhu 40°C, 50°C, dan 60°C, serta konsentrasi katalis 1%, 1,5%, dan 2%. Parameter yang diuji meliputi yield, densitas, dan viskositas sesuai acuan SNI, disertai karakterisasi gugus fungsi dengan FTIR. Hasil menunjukkan kondisi optimal diperoleh pada suhu 50°C dan konsentrasi katalis 1,5%, dengan yield 48%, densitas 1022 kg/m³, dan viskositas 3,8 cSt. Spektrum FTIR menampilkan serapan khas gugus ester (C=O) pada sekitar 1700 cm⁻¹ dan gugus metil (C-H) pada sekitar 2900 cm⁻¹, menandakan reaksi transesterifikasi berlangsung baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu dan konsentrasi katalis untuk memaksimalkan kualitas biodiesel, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah minyak jelantah yang mencemari lingkungan.