Berkurangnya cadangan minyak bumi dan masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pembuangan minyak jelantah menjadi latar belakang perlunya pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Biodiesel menjadi salah satu opsi yang menjanjikan karena bersifat terbarukan, mudah terdegradasi secara hayati, dan memiliki sifat fisik yang serupa dengan solar. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu dan konsentrasi katalis natrium metoksida terhadap sifat fisik biodiesel berbasis minyak jelantah, serta mengidentifikasi gugus fungsi yang terbentuk menggunakan analisis FTIR. Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan metode transesterifikasi menggunakan variasi suhu 40°C, 50°C, dan 60°C, serta konsentrasi katalis 1%, 1,5%, dan 2%. Parameter yang diuji meliputi yield, densitas, dan viskositas sesuai acuan SNI, disertai karakterisasi gugus fungsi dengan FTIR. Hasil menunjukkan kondisi optimal diperoleh pada suhu 50°C dan konsentrasi katalis 1,5%, dengan yield 48%, densitas 1022 kg/m³, dan viskositas 3,8 cSt. Spektrum FTIR menampilkan serapan khas gugus ester (C=O) pada sekitar 1700 cm⁻¹ dan gugus metil (C-H) pada sekitar 2900 cm⁻¹, menandakan reaksi transesterifikasi berlangsung baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu dan konsentrasi katalis untuk memaksimalkan kualitas biodiesel, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah minyak jelantah yang mencemari lingkungan.