Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Emosi Remaja Putri yang Mengalami Dismenore di Wilayah Desa Rajawetan Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan Marisa, Dewi Erna; Kasmad, Kasmad; Purbaningsih, Endah Sari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i7.413

Abstract

In adolescent girls, the maturity of the reproductive organs is marked by the presence of menstruation which is marked by dysmenorrhea. Dysmenorrhea is menstrual pain characterized as brief pain before or during menstruation, this pain lasts for one to several days during menstruation. Emotion refers to a characteristic feeling and thought, a biological and psychological state, and a set of tendencies to act. This study aims to determine the relationship between dysmenorrhea and emotion in adolescent girls in the Rajawetan Village, Pancalang District, Kuningan Regency. This research method uses correlational descriptive, with a cross-sectional research design. The population is young women in the Rajawetan Village area, Pancalang district, Kuningan Regency and the number of samples is 38 young women. The sampling technique used was total sampling. Instruments used in the form of observation sheets, and questionnaires. Data analysis used the Spearman Rank test with a value (p value = 0.000; = 0.05, r = - 0.645). The results of the univariate analysis of dysmenorrhea with no pain were 1 respondent (2.6%), mild pain was 11 respondents (28.9%), moderate pain was 13 respondents (34.2%), severe pain was 11 respondents (28.9%), severe pain was not controlled as many as 2 respondents (5.3%) and negative emotions as many as 15 respondents (39.5%), positive emotions as many as 23 respondents (60.5%). Bivariate analysis with Spearman Rank test obtained p-value = 0.000 <0.05 and correlation coefficient -0.645 then H0 is rejected, which means that there is a moderate and negative relationship between the variable dysmenorrhea and emotion in adolescent girls in the Rajawetan Village, Pancalang District, Kuningan Regency.
Efektivitas penggunaan telehealth di ruang rawat inap terhadap caring: literature review Asti, Arnika Dwi; Karlina, Nonok; Haniyah, Siti; Purbaningsih, Endah Sari; Sukesih, Sukesih; Puspanegara, Aditiya; Siswanti, Heny; Nani, Desiyani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bw1jj405

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam praktik keperawatan, termasuk penerapan telehealth untuk mempertahankan kualitas pelayanan di ruang rawat inap diperlukan bukti ilmiah untuk menilai sejauh mana telehealth dapat mendukung atau bahkan memperkuat perilaku caring perawat terhadap pasien.Metode: Systematic Literature Review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian artikel melalui database Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi studi empiris tahun 2015-2025 yang mengevaluasi efek intervensi telehealth terhadap caring perawat di fasilitas rawat inap. Kualitas metodologi artikel dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools.Hasil: Dari 1.476 artikel yang diidentifikasi, dua penelitian memenuhi kriteria inklusi dan dinyatakan layak dianalisis. Studi menunjukkan bahwa intervensi telehealth yang dilakukan secara sinkron, seperti panggilan video atau teleedukasi rutin selama 8–16 minggu, efektif meningkatkan dimensi caring, khususnya empati, dukungan emosional, dan kontinuitas hubungan perawat-pasien. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan distress emosional hingga 50% dibanding kontrol (p < 0,05).Kesimpulan: Telehealth terbukti efektif mendukung praktik caring keperawatan di ruang rawat inap dengan efektivitas moderat (effect size 0,3-0,5). Teknologi ini mampu memperkuat hubungan terapeutik dan kontinuitas pelayanan bila dilaksanakan dengan prinsip empatik dan humanistik. Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain randomized controlled trial dan penggunaan instrumen caring terstandar seperti Caring Behaviors Inventory untuk memastikan validitas hasil.