Suatama, Ida Bagus
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HIPNOTERAPI UNTUK PECANDU ROKOK USIA REMAJA Arsari, Kadek Sintya Kristina; Mediastari, A A Putu Agung; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v3i2.2087

Abstract

Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Metode komplementer yang dilakukan dalam mengatasi ketergantungan rokok pada remaja dengan hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan suatu teknik relaksasi dengan pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui, tata laksana, implikasi hipnoterapi kepada pecandu rokok remaja. Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan metode snowball sampling dengan sasaran pecandu rokok remaja usia 19-22 tahun yang dilakukan pada klinik hipnoterapi di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan psikologi dan menggunakan teori psikologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hipnoterapi dapat mengatasi ketergantungan rokok pada remaja karena hipnoterapi memanfaatkan sugesti dalam terapinya, tata laksana dalam hipnoterapi dengan wawancara pra induksi atau pre-talk dan sugestivitas, induksi, deepening dan depth level test, hypnotheraupetic dan termination. Implikasi yang terjadi pada klien setelah mendapatkan hipnoterapi adalah klien merasa nyaman, tenang, bahagia, stamina meningkat serta mampu berpikir lebih bijaksana.
Panglukatan untuk mengatasi gangguan mental di Pura Panca Tirta, Desa Nongan, Karangasem: Panglukatan for the overcoming of mental disorders at the Panca Tirta temple in the village of Nongan, Karangasem Sitra, Ni Wayan Meyna; Yuliari, Sang Ayu Made; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i1.4064

Abstract

Gangguan mental yaitu dimana kondisi mental seseorang yang terpengaruh oleh beberapa faktor, banyak orang Bali mengalami gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor non-medis atau niskala. Penyakit niskala dapat diobati dengan melakukan suatu ritual pembersihan diri menggunakan air yang disebut dengan malukat. Air dikatakan memiliki kemampuan merekam dan menerima kata-kata yang disampaikan melalui doa, sehingga energi air diperlukan, utamanya dalam terapi kesehatan, baik dalam penyembuhan fisik maupun psikis. Penelitian ini dilakukan di Panglukatan Pura Panca Tirta yang terletak di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui digunakannya unsur air sebagai sarana pengobatan, khususnya mengenai Panglukatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi dan fungsionalisme struktural. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Panglukatan Pura Panca Tirta ini terdapat lima pancoran yang dipercaya dan diyakini oleh masyarakat dapat mengobati penyakit medis (sekala) yaitu gangguan mental, hysteria dan stress sedangkan penyakit non-medis (niskala) yaitu black magic dan bebainan, selain itu suasana sejuk dan tenang yang membuat pengunjung nyaman pada saat ritual malukat. Tata cara Panglukatan di Pura Panca Tirta diawali dengan matur piuning kemudian malukat di salah satu pancoran, kemudian sembahyang. Serta implikasi dari Panglukatan di Pura Panca Tirta adalah dapat meredakan nyeri otot, pembersihan diri, gagap bicara, memohon keturunan, dan menyegarkan tubuh.
Penggunaan tanah merah di panglukatan beji selati: The use of red soil in the production of Panglukatan Beji Selati Jenar, Putut Dewantha; Yuliari, Sang Ayu Made; Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i2.4825

Abstract

Penyakit kulit umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau berasal dari dalam tubuh. Manifestasi penyakit kulit seperti gatal-gatal, ruam, bintik, serta nyeri pada kulit. Penyakit kulit dapat ditangani dengan pengobatan tradisional, yakni menggunakan unsur prthivi (unsur dari Panca Maha Bhuta). Dalam sistem pengobatan Ayurweda penggunaan unsur prthivi disebut dengan Mitti Chikitsa dan pada beberapa negara dikenal dengan Mud Therapy. Penelitian dilakukan di Panglukatan Beji Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dimana pada Panglukatan Beji Selati ini terdapat prosesi menggunakan tanah merah dalam rangkaian ritual melukatnya. Masyarakat mempercayai dan meyakini bahwa tanah merah dapat mengurahi keluhan penyakit kulit maupun penyakit lainnya (sekala dan niskala). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan unsur prthivi dalam pengobatan, khususnya tanah merah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan teori etnomedisin dan teori fungsionalisme struktural. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Metode pengambilan data dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah merah di Panglukatan Beji Selati dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit karena adanya kepercayaan masyarakat serta kandungan mineral seperti seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), dan magnesium (Mg). Tata cara penggunaan tanah merah di Panglukatan Beji Selati terdapat pada rangkaian ritual melukat yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan suatu manfaat. Serta implikasi dari penggunaan tanah merah adalah dapat mengobati sakit gigi, meredakan nyeri otot, menjaga kesehatan kulit, mengatasi rematik dan nyeri pada daerah perut, dan menyegarkan tubuh, serta menunda tanda penuaan.
Pengobatan homeopati dalam mengatasi gangguan kecemasan (anxiety disorder) di Tirta Usada Holistic Health Ubud: Homeopathic treatment at Tirta Usada Holistic Health Ubud for overcoming anxiety disorders Ginting, Paskalis Arisandi; Suatama, Ida Bagus; Ariyanti, Ni Made Putri
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6745

Abstract

Kecemasan merupakan sebuah hal yang wajar dialami oleh seorang individu. Gangguan kecemasan adalah sekumpulan kondisi yang memberikan gambaran penting tentang kecemasan yang berlebihan, disertai respons perilaku, emosional, dan fisiologi. Berdasarkan hasil survey di klinik Tirta Usada, didapati banyak pasien mengalami gangguan kecemasan dengan keluhan seperti rasa cemas yang berlebih, kesulitan tidur, emosi yang tidak terkontrol serta kurang gairah hidup. Gangguan kecemasan ini akhirnya diatasi dengan Homeopati. Berdasarkan pemaparan di atas, maka dilakukan sebuah penelitian yang berjudul Pengobatan Homeopati dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder) di Tirta Usada Holistic Health Ubud. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu kemampuan Homeopati dalam mengatasi gangguan kecemasan, tata cara penanganan gangguan kecemasan dan implikasi Homeopati dalam penanganan gangguan kecemasan. Penelitian ini menggunakan landasan teori etnomedicine dan fungsionalisme struktural. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Ayurweda dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode Purposive Sampling, observasi, wawancara serta dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa (1) Remedy (obat) Homeopati bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk mengupayakan kekuatan alaminya dalam mengatasi penyakit sehingga mencapai keseimbangan dimana remedy (obat) tersebut membawa memory dalam air yang berbentuk getaran dan cukup efektif dalam mengatasi gangguan kecemasan. (2) Tata cara penanganan pasien terdiri dari sesi konsultasi mendalam tentang kondisi pasien, pembacaan zodiac /birth chart pasien, penentuan dan pemberian remedy (obat) yang diresepkan oleh terapis sesuai dengan gejala dan kondisi yang dibutuhkan pasien. (3) Implikasi dari penggunaan Homeopati adalah membantu pasien menurunkan tingkat kecemasan ke batas normal, mengatasi gangguan tidur dan insomnia, mengurangi kebiasaan merokok, mengatasi masalah pencernaan dan menstabilkan emosi.
Terapi suara untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia di Wisuda Yoga Klungkung (studi kasus): Sound therapy for overcoming sleep disorders in the elderly at Wisuda Yoga Klungkung (case study) Pramesti, Ni Ketut Kesti; Suatama, Ida Bagus; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i2.6746

Abstract

Tidur merupakan suatu aktivitas yang dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental, bahkan tidur sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan intelektual pada anak. Oleh karena itu, kurangnya waktu istirahat ini akan membuat kesulitan pada saat bekerja, fokus belajar menurun, dan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain pada keesokan harinya. Dalam Ayurweda juga disebutkan jika Tri Upastamba yaitu Ahara, Nidra dan Vihar terganggu maka akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam tubuh yang mengakibatkan adanya penyakit. Gangguan tidur dapat diatasi dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan sound healing atau terapi suara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif dengan menggunakan teori fenomenologi, teori psikologi dan teori fungsionalisme structural serta pendekatan Ayurweda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan terapi suara di Wisuda Yoga dapat mengatasi gangguan tidur karena pengaplikasian terapi suara ditambah dengan lantunan mantra “Om” dapat membantu merilekskan pikiran serta pembersihan Tri Sarira dalam tubuh disertai dengan keyakinan dan kepercayaan dari masyarakat dapat mengobati gangguan tidur. Selain itu frekuensi yang dihasilkan dari terapi suara mampu menurunkan gelombang otak dari gelombang otak gamma menjadi gelombang otak delta yang akan membantu memperbaiki kualitas tidur. Tata cara penggunaan terapi suara diawali dengan persiapan singing bowl kemudian tahap pre-talk, doa pembuka, peregangan, sesi terapi selama 45 menit, doa penutup dan diakhiri dengan sesi pre-talk. Implikasi dari penggunaan terapi suara adalah membantu lebih berkonsentrasi dan fokus, membantu menstabilkan tekanan darah dan memudahkan bermeditasi.