Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 berada pada urutan ke-2 sebagai penyakit terbesar di Kota Bandung pada tahun 2022 dan kelompok usia terbanyak berada pada rentang usia 55-74 tahun. Self-efficacy dan quality of life memiliki peran penting dalam pengelolaan serta perawatan diabetes melitus. Lansia dengan diabetes melitus tipe 2 menjalankan manajemen perawatan diabetes melitus selama hidupnya sehingga diperlukan self- efficacy yang tinggi agar quality of life pun menjadi lebih baik. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan self-efficacy dengan quality of life pada pasien lansia diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Metode: Desain pada penelitian ini ialah cross- sectional dengan teknik sampling accidental sampling kepada 78 responden. Instrumen yang dipakai yaitu kuesioner DMSES dan WHOQOL-BREF. Uji statistik Chi-Square digunakan dalam penelitian ini untuk analisis bivariat. Hasil: Temuan pada penelitian ini diperoleh adanya hubungan signifikan antara self-efficacy dengan quality of life pada pasien lansia diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value 0,007. Kesimpulan: Perlunya self-efficacy yang tinggi dalam upaya memaksimalkan perawatan diabetes sehingga quality of life pun baik.