Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Kelayakan Prasarana dan Sarana Sanitasi sebagai Solusi Masalah Kesehatan di Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar Shaskia, Nina; Refika, Cut Dwi; Maulina, Febriyanti
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i1.43889

Abstract

Gampong Luthu Lamweu is located in Sukamakmur District, Aceh Besar Regency. This village is one of the villages in Aceh Besar that is facing stunting problem. Poor sanitation has linked to the incidence of stunting in children. Good sanitation not only prevents infectious diseases but also helps ensure the children to have a healthy environment to grow and develop optimally, thereby reducing the risk of stunting. Based on the census conducted in 2020, Gampong Luthu Lamweu consists of 142 families where 61% of the community are included in KK Prasejahtera, which means that the community experiences difficulties in meeting their basic living needs. Based on observations at Gampong Luthu Lamweu, there are several sanitation facilities and infrastructure in inadequate condition, such as clean water facilities and damaged drainage, as well as poor toilets. This could be a reason that contributes to health problems in the village. It is necessary to provide adequate facilities and infrastructure, but public education needs to be carried out as an effort to educate the public about the importance of sanitation and personal hygiene as well as practical ways to maintain cleanliness. This needs to be accompanied by improvements from the government to improve sanitation facilities in Gampong Luthu Lamweu so that it can support the government's program to reduce stunting rates.
Analisis Faktor Kritis Yang Mempengaruhi Kesuksesan Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Jalan Di Desa Blang Gapu-Blang Iboih-Lhok Duek Kabupaten Pidie Jaya Bakti, Muhammad Afdhal; Maulina, febriyanti; Bulba, Alfa Taras; Saiful, Khairunnisa Putritami
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.29104

Abstract

Pidie Jaya adalah salah satu kabupaten yang sedang berkembang di Provinsi Aceh. Infrastruktur jalan menjadi salah satu sektor utama yang dikembangkan di daerah tersebut dimana sudah menjadi prioritas utama bagi pemerintah guna mempercepat pembangunan ekonomi daerah atau regional tertentu. Jalan berfungsi sebagai infrastruktur transportasi tunggal dimana menghubungkan antara wilayah tertentu dengan wilayah lainnya sehingga dibutuhkan peningkatan dalam bidang konstruksi jalan untuk menumbuhkan perekonomian warga setempat. Salah satu proyeknya yaitu peningkatan jalan baru yang berlokasi di Desa Blang Gapu - Blang Iboih - Lhok Duek, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Tentunya dalam membangun proyek konstruksi jalan banyak permasalah-permasalahan yang akan dihadapi. Maka penelitian ini bertujuan agar dapat menentukan faktor kritikal yang dapat mempengaruhi kesuksesan pada pembangunan proyek konstruksi jalan tersebut, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Penelitian ini dilakukan secara deduktif kuantitatif dimana data diperoleh dari hasil menganalisis data persepsi yang diperoleh dari jawaban kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis RII (Relative Importance Index) dengan menimbang faktor tertinggi dari faktor-faktor yang telah ditetapkan dan nantinya akan dirangkingkan berdasarkan penentuan kriteria penilaian dengan rentang nilai RII yang telah di uji. Maka didapati hasil penelitian terdapat 5 faktor kritis yang dapat mempengaruhi kesuksesan pada proyek konstruksi jalan Desa Blang Gapu-Blang Iboih-Lhok Duek yaitu; pertama adalah variabel X10 yaitu mekanisme pengontrolan yang baik, hasil olah data didapatkan nilai sebesar 4,8372, kemudian variabel X15 yaitu x-factor (kurang etika, curang, korupsi, dan sikap pilih kasih), hasil analisa yang didapat berupa nilai sebesar 4,7674, kemudian variabel X8 yaitu mengimplementasikan program K3 yang efektif, hasil olah data didapatkan nilai sebesar 4,7442, lalu ada variabel X13 yaitu peralatan dalam kondisi baik, menurut hasil data analisa didapatkan nilai sebesar 4,6744, lalu diposisi ke-5 ada variabel X12 yaitu tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman, hasil olah data didapatkan nilai sebesar 4,6279.
Analisis Pengaruh Implementasi K3 Terhadap Kinerja Pekerja Proyek Gedung Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dhiaulhaq, Muhammad; Oktaviani, Cut Zukhrina; Maulina, Febriyanti; Ibdayanti, Dinda Rizka; Kesuma, Putra Aulia
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.31742

Abstract

Proyek konstruksi mencakup berbagai kegiatan pembangunan dengan keterbatasan dalam hal anggaran dan waktu. Dalam pelaksanaannya, sering terjadi kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan cedera parah atau kematian bagi pekerja. Kecelakaan tersebut juga dapat mengakibatkan kerugian proyek, termasuk penundaan penyelesaian, penurunan kinerja, dan biaya pengobatan. Data dari BPJS menunjukkan bahwa kasus kecelakaan kerja tahunan masih tinggi, sehingga pemerintah mewajibkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan K3 terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, dengan studi kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan kuesioner skala likert sebagai alat pengumpul data. Seluruh pekerja proyek yang berjumlah 72 orang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerja, baik secara parsial maupun simultan, sedangkan kesehatan kerja memiliki pengaruh positif, namun tidak signifikan terhadap kinerja pekerja.
INDIKATOR KONSERVASI AIR PADA SISTEM PENILAIAN GREEN BUILDING Indriyati, Citra; Maulina, Febriyanti; Kurniadin, Muhammad Heri
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.310

Abstract

Abstrak: Indikator Konservasi Air Pada Sistem Penilaian Green Building. Pemanasan global adalah peristiwa peningkatan suhu bumi yang berkelanjutan, yang mempengaruhi ekosistem dan mengganggu keseimbangan ekologis planet ini. Bangunan menyumbang hampir 40% dari semua emisi gas rumah kaca. Salah satu langkah untuk mengurangi dampak tersebut adalah menerapkan konsep green building. Green building mencakup beberapa aspek yang berkaitan dengan air, energi, kualitas lingkungan dalam ruangan, lokasi, dan pemilihan material. Pengaruh aspek air pada green building sangat berpengaruh karena penggunaan air bersih relatif tinggi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Penggunaan air bersih di masyarakat menjadikan air bersih menjadi air limbah yang tidak dapat digunakan, sehingga ketersediaan air bersih semakin berkurang. Green building telah dikembangkan di beberapa negara. Namun memiliki keterbatasan dalam menentukan tingkat kepentingan masing-masing indikator dalam sistem bangunan hijau. Pengumpulan data menggunakan kuesioner survei melalui Google forms. Untuk menentukan tingkat signifikansi menggunakan metode skala Likert. Hasil dari penelitian ini pemasangan meteran air 76,42%; ukuran perhitungan penggunaan air 84,10%; pengurangan penggunaan air 83,57%, kriteria fitur air 77,5%; mendaur ulang air 78,75%; sumber air alternatif 78,57%; pengumpulan air hujan 73,75% dan efisiensi penggunaan air lanskap 78,75%. Kata kunci: Green Building; Konservasi Air; Greenship Abstract: Indicators of Water Conservation in the Green Building Assessment System.Global warming is an ongoing event of increasing temperature on the earth, which affects ecosystems and disrupts the planet's ecological balance. Buildings contribute almost 40% of all greenhouse gas emissions. One step to reduce that impact is implementing the concept of green buildings. Green buildings cover several aspects related to water, energy, indoor environmental quality, location, and material selection. The influence of the water aspect in green buildings is very influential because the use of clean water is relatively high, with the Indonesian population increasing yearly. The use of clean water in the community turns clean water into wastewater that cannot be used, so the availability of clean water decreases. Green buildings have been developed in several countries. However, it has limitations in determining the level of importance of each indicator in the green building system. Data collection is using a survey questionnaire via Google forms. They determine the level of significance using the Likert scale method. The results of this study are installing a water meter 76.42%; the measures for calculating water use 84.10%; reducing water use 83.57%, the criteria for water features 77.5%; recycling water 78.75%; alternative water sources 78.57%; rainwater collection 73.75% and landscape water use efficiency 78.75%. Keywords: Green Building; Water Conservation; Greenship
INDIKATOR KONSERVASI AIR PADA SISTEM PENILAIAN GREEN BUILDING Indriyati, Citra; Maulina, Febriyanti; Kurniadin, Muhammad Heri
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.310

Abstract

Abstrak: Indikator Konservasi Air Pada Sistem Penilaian Green Building. Pemanasan global adalah peristiwa peningkatan suhu bumi yang berkelanjutan, yang mempengaruhi ekosistem dan mengganggu keseimbangan ekologis planet ini. Bangunan menyumbang hampir 40% dari semua emisi gas rumah kaca. Salah satu langkah untuk mengurangi dampak tersebut adalah menerapkan konsep green building. Green building mencakup beberapa aspek yang berkaitan dengan air, energi, kualitas lingkungan dalam ruangan, lokasi, dan pemilihan material. Pengaruh aspek air pada green building sangat berpengaruh karena penggunaan air bersih relatif tinggi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Penggunaan air bersih di masyarakat menjadikan air bersih menjadi air limbah yang tidak dapat digunakan, sehingga ketersediaan air bersih semakin berkurang. Green building telah dikembangkan di beberapa negara. Namun memiliki keterbatasan dalam menentukan tingkat kepentingan masing-masing indikator dalam sistem bangunan hijau. Pengumpulan data menggunakan kuesioner survei melalui Google forms. Untuk menentukan tingkat signifikansi menggunakan metode skala Likert. Hasil dari penelitian ini pemasangan meteran air 76,42%; ukuran perhitungan penggunaan air 84,10%; pengurangan penggunaan air 83,57%, kriteria fitur air 77,5%; mendaur ulang air 78,75%; sumber air alternatif 78,57%; pengumpulan air hujan 73,75% dan efisiensi penggunaan air lanskap 78,75%. Kata kunci: Green Building; Konservasi Air; Greenship Abstract: Indicators of Water Conservation in the Green Building Assessment System.Global warming is an ongoing event of increasing temperature on the earth, which affects ecosystems and disrupts the planet's ecological balance. Buildings contribute almost 40% of all greenhouse gas emissions. One step to reduce that impact is implementing the concept of green buildings. Green buildings cover several aspects related to water, energy, indoor environmental quality, location, and material selection. The influence of the water aspect in green buildings is very influential because the use of clean water is relatively high, with the Indonesian population increasing yearly. The use of clean water in the community turns clean water into wastewater that cannot be used, so the availability of clean water decreases. Green buildings have been developed in several countries. However, it has limitations in determining the level of importance of each indicator in the green building system. Data collection is using a survey questionnaire via Google forms. They determine the level of significance using the Likert scale method. The results of this study are installing a water meter 76.42%; the measures for calculating water use 84.10%; reducing water use 83.57%, the criteria for water features 77.5%; recycling water 78.75%; alternative water sources 78.57%; rainwater collection 73.75% and landscape water use efficiency 78.75%. Keywords: Green Building; Water Conservation; Greenship