Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Peran Kader Kesehatan Masyarakat terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan di Kecamatan Pakis Margowati, Sri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran kader kesehatan masyarakatdalam membantu remaja melahirkan menjalani kehidupannya. Kemampuandan aktivitas kader dilakukan secara terencana melalui arahan bidan desa.Terpilih 11 Desa dari 20 desa yang ada di wilayah kecamatan Pakisdidasarkan pada kasus remaja melahirkan > 10 kasus pada desa tersebut.Batasan usia melahirkan remaja dalam penelitian ini adalah perempuan usia< 20 tahun didasarkan bahwa kehamilan dan persalinan dengan resiko tinggi(risti) terjadi pada perempuan usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Informasidiperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kemampuan umum kader dalammemberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dankemampuan dalam kasus remaja melahirkan serta wawancara mendalam.Peran kader diukur sebelum dan sesudah dilakukan wawancara mendalamdalam jeda waktu satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas kaderdalam memberikan motivasi, memantau kesehatan ibu dan anak sertakerjasama mempunyai selisih frekwensi (d) dengan nilai negatif. Uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukan nilai p 0,027 terdapat hubunganbermakna pada pengukuran pre-post, dimana terjadi perubahan peran kaderdalam memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat diwilayah tersebut. Hasil pengukuran terhadap kasus remaja melahirkandiperoleh hasil memberikan bimbingan, lindungan dan arahan dihasilkanselisih frekeunsi (d) dengan nilai negatif pada pemberian bimbingan danlindungan, sedangkan dalam memberikan arahan memiliki nilai positif. Uji tdengan nilai p:0,081 tidak terdapat signifikasi yang bermakna aktivitas kadertidak menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah pengukuran. Perubahanyang nampak terdapat pada aktivitas kader dalam memberi arahan terhadapremaja melahirkan (positif) bekerjasama dengan pihak lain seperti sekolah,Puskesmas, organisasi remaja menunjukkan upaya kader untuk lebihmendewasakan usia kehamilan dan persalinan. Wawancara mendalamdiperoleh anggapan kader terhadap kasus kehamilan dan persalinan di usiadini disebabkan karena budaya atau tradisi masyarakat setempatmenganggap usia dan pendidikan pada anak perempuan dianggap cukupsetelah lulus SLTP (16 tahun). Selain itu remaja yang mengalami kehamilandan persalinan dianggap sebagai masalah privasi keluarga. Peran danaktivitas kader cukup positif. Pengembangan masyarakat seperti memberikanbimbingan, perlindungan pada remaja melahirkan belum menjadi prioritassehingga resiliensi remaja masih perlu ditingkatkan.
MAPING FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI DESA SURONALAN MAPING FAKTOR Margowati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menurunkankualitas sumber daya manusia. Kasus stunting di KabupatenMagelang sebesar 37,6 persen menempati peringkat kedua di JawaTengah. Desa Suronalan merupakan lokus stunting dengan kasussebesar 37,06 persen dan menempatkan pada rangking kedua diKabupaten Magelang. Adanya Kebijakan Bupati tahun 2020 gunamenekan lokus (kejadian lebih 30 persen) menjadikan DesaSuronalan sebagai fokus dari penelitian ini. Penelitian observasionalterhadap ibu dan balita di 4 posyandu yang ada terhadap seluruhbalita (119). Metode pengambilan data menggunakan wawancara,kuesioner dan pengukuran pada bulan Februari sampai April.Analisis terhadap faktor penyebab stunting antara lain;1) panjangbadan saat lahir,2) Pemberian ASI Eksklusif, 3) Pendapatankeluarga, 4) Pengetahuan tentang gizi, dan faktor lain yaitu 5) sosialbudaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanidentifikasi pemetaan kasus stuntingdi bulan Maret 2020 dari 5,94persen menjadi 54,9 persen. Faktor dominan penyebabstunting adalah sosial budaya, yang dapat dilihat pada usia ibumenikah kurang dari 20 tahun (76,6%), serta usia pertamahamil dan melahirkan kurang 20 tahun (61,7%) hinggaberpengaruh pada kesiapan psikososial ibu dalam memberikanpola asuh pada anaknya. Perilaku merokok dan perokok aktifdilingkungan anak juga memberi kontribusi kejadian stuntingsebesar 67,2%
EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DENGAN DAN TANPA MODIFIKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI POSBINDU PIKBO DESA BLONDO 2020 Amalia, Riska; Suhuariyanti, Enik; Margowati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masadewasa yang diiringi berbagai masalah yang kompleks sepertiseksualitas, terinfeksi penyakit menular seksual (HIV dan AIDS),serta penyalahgunaan NAPZA. Banyak remaja Indonesia yangmencari informasi terkait kesehatan reproduksi melalui temansebaya, internet, pacar, dan majalah sehingga menyebabkan remajamasih minim pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan daripenelitian ini yaitu mengetahui efektivitas metode ceramah dengandan tanpa modifikasi terhadap pengetahuan dan sikap kesehatanreproduksi pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif qusi eksperiment dengan rancangan two group pretestposttest with control design dengan sampel 68 responden. Instrumenyang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan dan sikapkesehatan reproduksi. Data diolah dengan uji Wilcoxon dan ujiMann Whitney. Hasil penelitian : menunjukan bahwa perbedaanrata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi padakelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu 3.00 dan 2.82.Sedangkan perbedaan rata-rata sikap remaja tentang kesehatanreproduksi pada kelompok intervensi dan kontrol yaitu 3,00 dan 2,52.Berdasarkan uji Mann-Whitney Test pengetahuan dan sikapdiketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0.011 dan 0.000 dimanap value < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara pengetahuandan sikap pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan :Sehingga dapat dikatakan bahwa metode ceramah yang dimodifikasimetode simulasi dan buzz group lebih efektif untuk meningkatkanpengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksidibandingkan dengan metode ceramah. Saran : dapat dijadikandasar penelitian selanjutnya yaitu penerapan metode edukasi yangdimodifikasi dalam kondisi normal atau mengkombinasikan denganmetode lainnya yang bisa dilakukan secara online maupun offline.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Pabrik Tahu Di Kelurahan Tidar Selatan Magelang Fatmawati, F; Priyanto, Sigit; Margowati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja menuju peningkatan produktivitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan tingginya kecelakaan kerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri. Alat pelindung diri merupakan peralatan untuk melindungi pekerja dari potensi kecelakaan kerja saat bekerja. Alat pelindung diri menjadi salah satu faktor yang bisa mengurangi kecelakaan di tempat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan K3 terhadap kepatuhan menggunakan APD pada pekerja pabrik tahu. Metode : jenis penelitian ini Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan two group pre-test dan post-test with control group design dengan sampel 12 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data diolah dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil : Berdasarkan uji Mann-Whitney Test kepatuhan menggunakan APD diketahui nilai Asym. Sig. (1-tailed) adalah 0,014 dimana P value < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan kepatuhan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan K3 terhadap kepatuhan menggunakan APD pda pekerja pabrik tahu di Kelurahan Tidar Selatan Magelang.
Serbuk Kaldu Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Sebagai Bahan Diet Terapi Margowati, Sri; Suharyanti, Enik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GEMARI (gerakan gemar makan ikan) digalakkan karena ikan memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah ditemui, namun daya konsumsinya masih rendah. Pengolahan daging ikan nila menjadi serbuk kaldu ikan nila dilakukan guna memudahkan masyarakat dalam mengkonsumsi ikan nila, sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.penelitian eksperimen pembuatan serbuk kaldu ikan nila yang diolah menggunakan teknologi sederhana dalam skala rumah tangga. Serbuk kaldu kemudian dianalisa dengan menggunakan uji proksimat untuk mengetahui kandungan gizi pada sebuk kaldu dan uji organoleptik untuk mengetahui respon anak terhadap kaldu. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2020 di desa Suronalan guna mengetahui kelayakan serbuk kaldu ikan nila sebagai bahan diet terapi. Hasilnya, serbuk ikan nila mengandung kadar protein yang tinggi (38,67%) dan tidak menimbulkan reaksi alergi atau reaksi fisiologis lainnya, sehingga layak menjadi bahan diet terapi.
Barriers to Diabetes Self-Manegement During COVID-19 Pandemic: A Literature Review Fatimah, Indah Nur; Masithoh, Robiul Fitri; Margowati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus has become a public health problem that causes high rates of morbidity and mortality in the world. In controlling diabetes, diabetes self-management ia an important factor. Diabetes self-management aims to control glycemic, reduce the risk of complication, and optimize health status. Planning a healthy diet, physical exercise, selfmonitoring of blood sugar, and adherence to medication are some of the self-management diabetes behaviors. However, the current COVID-19 pandemic has affectes diabetes selfmanagement worldwide. This study aims to determine the barriers to self-management of diabetes during the COVID-19 pandemic. The research method uses a literature review design. Search sources for this research article are PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Inclusion criteria were determined and appropiate analysis was used using the PICOS framework approach so that 12 articles were reviewed. Based on the results of a literature review on 12 articles, it shows that there are two categories of diabetes self-management barriers, namely internal barriers cosisting of lack of physical activity, unhealthy eating patterns, lack of knowledge about diabetes, lack of frequency of blood glucose monitoring, economic problems, and emotional problems. Meanwhile, external barriers found are to access health services and access to diabetes medicines. To improve diabetes self-management compliance during the pandemic, its is necessary to modify diabetes self-management. In addition, the use of inovations such as PROLANIS (Chronic Disease Service Program) and the ?Jemput sakit antar sehat? service program in the provison of health services and information during the pandemic. Knowing the various barriers to diabetes self-management can prevent similar incidents from happening in the future and further improve management quality.