Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pembuatan Emping Biji Rambutan: Emping Biji rambutan Ajiningrum, Purity Sabila; I.A.K Pramushinta; Ngadiani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2596

Abstract

Buah rambutan merupakan buah yang seringkali diminati masyarakat, biji rambutan mengandung polifenol dan senyawa golongan flavonoid yang berhasil diisolasi dari ekstrak etanol biji rambutan. Senyawa fenolik yang terdapat dalam ekstrak biji rambutan merupakan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antibakteri. Pembuatan emping dari biji rambutan dengan cara diambil biji buah rambutan dan dicuci, biji rambutan disangrai matang sampai kulit mengelupas kemudian ditumbuk hingga pipih dan halus sampai membentuk bulatan pipih kemudian biji rambutan di ditumbuk dan dijemur selama 2 hari di bawah panas matahari, digoreng untuk siap dinikmati. Hasil yang dicapai dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa manfaat emping biji rambutan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Uji Banding Ekstrak Bawang Hitam dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Antifungi Terhadap Pertumbuhan Candida albicans A, Purity Sabila; ., Ngadiani; Budiarti, Fradina Fitri
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.147

Abstract

ABSTRAKPenyakit infeksi telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar. Pemberian antibiotik dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan secara tidak rasional dapat menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya patogen yang bersifat resisten. Oleh karena itu, pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan dan tanaman herbal saat ini banyak digunakan. Bawang putih termasuk dalam familia Liliaceae merupakan tanaman herba parenial yang membentuk umbi lapis. Bawang putih sudah dikenal memiliki potensi medis dan dipercaya dapat berperan sebagai antifungi karena mengandung allicin didalamnya. Sedangkan bawang hitam merupakan bawang putih yang telah dipanaskan pada suhu 65-80ºC dengan kelembaban relatif 70-80% selama 30-40 hari tanpa perlakuan tambahan apapun. Bawang hitam memiliki sifat antibakteri lebih kuat, serta antioksidan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih biasa karena mengandung S-allycysteine. Peneliti tertarik mengangkat judul penelitian ini dengan tujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bawang putih dan bawang hitam pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap dan menggunakan uji lanjut BNT dan didapatkan hasil bahwa bawang hitam terbukti lebih baik menghambat pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci : antifungi, ekstrak bawang hitam, ekstrak bawang putih, Candida albicansABSTRACTInfectious diseases have become one of the biggest health problems. Giving antibiotics in the long term and done irrationally can cause new problems, namely the emergence of resistant pathogens. Therefore, alternative treatments using herbal materials and plants are now widely used. Garlic included in the familia Liliaceae is a parenial herbaceous plant that forms tuber bulbs. Garlic is already known to have medical potential and is believed to act as antifungal due to its allicin content. While the black onion is garlic that has been heated at a temperature of 65-80 º C with a relative humidity of 70-80% for 30-40 days without any additional treatment. Black onions have stronger antibacterial properties, as well as antioxidants two times higher than regular garlic as they contain S-allycysteine. Researchers are interested in raising the title of this study with the aim to test the ability of both extracts at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% on the growth of Candida albicans. This study used Completely Randomized Design and using BNT advanced test showed that black onions proved to be better inhibiting the growth of Candida albicans.Key words ; antifungi, black garlic extract, garlic extract, Candida albicans
Pelatihan Pembuatan Stik Kangkung Untuk Guru Dan Siswa SMA Wijaya Putra Surabaya Ajiningrum, Purity Sabila; Sukarjati, Sukarjati; Ngadiani, Ngadiani; Binawati, Diah Karunia; Andriani, Vivin
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no01.a3705

Abstract

Pelatihan pembuatan stik kangkung pada program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Biologi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada guru dan siswa SMA Wijaya Putra Surabaya tentang aplikasi ilmu dan teknologi dalam menghasilkan stik yang berasal dari kangkung. Peserta berasal dari guru dan siswa SMA Wijaya Putra Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu secara virtual dengan menggunakan platform virtual web conferencing. Berdasarkan penyampaian tentang kandungan dan manfaat kangkung, maka potensi kangkung dijadikan olahan stik sangat berguna agar masyarakat yang tidak suka mengkonsumsi sayur secara langsung dapat menjadikan stik kangkung sebagai alternatif. Selain itu, kejelasan narasumber dalam memberikan informasi memiliki persentase sebesar 81,3%. Poin selanjutnya yaitu persentase kejelasan gambar yang diterima mitra saat narasumber melakukan zoom cloud meeting sebesar 78,3% dan sebesar 31,7% mitra yang menyatakan kejelasan gambar yang kurang bagus. Hasil evaluasi setelah berlangsungnya kegiatan yaitu mitra akhirnya mengetahui kandungan dan manfaat kangkung serta olahan kangkung yang dapat menarik perhatian pembeli serta mengetahui tentang bagaimana teknik pengemasan dan pemberian label yang baik.
PELATIHAN PEMBUATAN SIOMAY BERBAHAN DASAR IKAN LELE UNTUK GURU DAN SISWA SMA WIJAYA PUTRA SURABAYA Purity Sabila Ajiningrum; Ngadiani; Diah Karunia Binawati; Sukarjati; Vivin Andriani
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4392

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan produk olahan. Olahan ikan lele salah satunya adalah dapat dibuat sebagai bahan dasar pembuatan siomay. Pelatihan membuat olahan pangan berbahan dasar ikan lele yang ditujukan kepada guru dan siswa SMA Wijaya Putra dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pangan dan dapat digunakan untuk berwirausaha sehingga memperoleh tambahan pendapatan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu menggunakan virtual web conference. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan hasil sebesar 83,4% tentang kejelasan narasumber dalam memberikan informasi, persentase kejelasan gambar yang diterima mitra saat narasumber melakukan zoom cloud meeting sebesar 80% baik dan sebesar 20% mitra yang menyatakan kejelasan gambar yang kurang bagus. Hasil evaluasi setelah berlangsungnya kegiatan dianalisis dari hasil pretest yang mana ternyata kurang dari 40% mitra belum mengetahui tentang pengolahan daging ikan lele menjadi siomay, namun dari hasil post test pada akhir kegiatan, 87% mitra akhirnya mengetahui bagaimana cara membuat siomay dari daging ikan lele.
Uji Efektivitas Ekstrak Paku Pedang (Nephrolepis exaltata) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Diana Mey Merlina; Ngadiani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 13 No 01 (2020)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.13.1.2551.33-38

Abstract

Plant swords (Nephrolepis exaltata) are ferns in the Lomariopsidaceae tribe which are easily found on the banks of rivers, cliffs, and contain flavonoids and alkaloids that can inhibit the growth of albicans candida fungi. This study aims to determine the effectiveness of Sword nail extract (Nephrolepis exaltata) on the growth of albicans candida fungi. This research is a quantitative laboratory experimental type using a completely randomized design (RAL) with 4 different treatment groups, 1 negative control (pz sterile) and 1 positive control (ketocenazole). The parameters observed were the number of colonies (CFU) and the average area of ​​the inhibition zone (mm). The data was analyzed using SPSS software using one way ANOVA analysis which was then followed by a test using DMRT. The results showed that all concentrations differed from the negative controls, while the extract concentration of 1000 ppm compared to the positive controls had no difference. Sword nail extract (Nephrolepis exaltata) has an influence on the growth of candida albicans mushrooms, namely the number of colonies of 6.78 CFU (6x106) at a concentration of 1000 ppm and inhibition zone 33.10 mm at a concentration of 1000 ppm. Keywords : Candida albicans, Sword spikes (Nephrolepis exaltata), Inhibitory Zone, Colony Count.
Pengaruh Pemberian Hormon NAA Dan BAP Pada Media MS (Murashige and Skoog) Terhadap Pertumbuhan Anggrek Vanda tricolor Secara In-Vitro Ngadiani; Try Jayanti
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.14.02.4885.89-98

Abstract

Anggrek vanda di pasar lokal maupun ekspor memiliki permintaan yang sangat tinggi hal ini tidak sebanding dengan perbanyakan vegetative anggrek vanda yang terbatas. Perbanyakan anggrek vanda dengan metode kultur jaringan merupakan solusi dalam perbanyakan bibit anggrek vanda dan dengan kultur jaringan didapatkan bibit anggrek yang berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP juga mengetahui konsentrasi optimum penambahan NAA dan BAP terhadap media tumbuh anggrek vanda. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dimana peneliti menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang berbeda yakni MS (0ppm NAA + 0ppm BAP), MS (2ppm NAA + 2ppm BAP), MS (4ppm NAA + 4ppm BAP), MS (6ppm NAA + 6ppm BAP) diulang sebanyak 3 kali pada setiap perlakuan dan dianalisis menggunakan (ANOVA) dengan taraf signifikan (p<0.05) kemudian dilanjutkan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test. Penelitian ini menggunakan parameter uji yakni jumlah akar, jumlah daun, berat masaa planlet dan tinggi tanaman. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan signifikan ddengan pemberian beberapa perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP pada medi MS. Perlakuan B (MS + 2ppm NAA + 2ppm BAP) merupakan perlakuan terbaik dalam mendapatkan hasil optimum guna meningkatkan jumlah akar dan berat massa planlet anggrek vanda. Hasil pada penelitian mampu menjadi referensi bagi pembudidaya kultur jaringan tanaman anggrek vanda. Pembudidaya disarankan menggunakan zat pengatur tumbuh dengan konsentrasi 2ppm NAA dan 2ppm BAP untuk meningkatkan pertambahan jumlah akar dan berat massa planlet anggrek vanda. Kata Kunci : Anggrek Vanda, BAP, Media MS, NAA dan Kultur Jaringan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus. L) TERHADAP PERTUMBUHAN Ralstonia solanacearum Astherix Putri Yudha; Ngadiani Ngadiani
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 2 No 2 (2018): Medical Technology and Public Health Journal September 2018
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v2i2.563

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of antibacterial pineapple peel extract (Ananascomosus. L) on Ralstonia solanacearum growth. Pineapple peel extract (Ananas comosus.L) containsantibacterial compounds of bromelin and tannin enzymes that are able to inhibit the growth of plantcausing bacteria, Ralstonia solanacearum. Ralstonia solanacearum bacteria will be given 5treatments with pineapple peel extract 10%, 30%, 60%, 100% and positive control Streptomicinsulfate 0.01%, each repeated 5 times. The test was performed by adding 100μl of Ralstoniasolanacearum suspension which was diluted into 15ml Tetrazolium chloride agar medium which wasgiven 100 ml of pineapple peel extract. The results showed that the treatment of pineapple peel extracthad a significant effect on the growth of Ralstonia solanacearum. The average number of treatedbacteria 60% (4x107 CFU), 100% (8x106 CFU) and Streptomicin sulfate 0.01% (4x106 CFU) wassignificant (P <0.01) higher than the number of bacteria treated by concentration 10% (1.79x108)and 30% (1.27x108). Consentration 100% pineapple peel extract (Ananas comosus.L) is the mosteffective in inhibiting the growth of Ralstonia solanacearum. Thus it can be concluded that pineapplepeel extract (Ananas comosus.L) is effective as an antibacterial Ralstonia solanacearum.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KUNYIT MERAH (Curcuma domestica) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi dan Bacillus cereus Ngadiani Ngadiani; P. P. Sari
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol8.no01.a251

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengujian efektivitas ekstrak etanol kunyit merah (Curcuma domestica) sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kunyit merah terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap dengan lima perlakuan dan lima kali pengulangan. Konsentrasi yang digunakan adalah : 20 %, 40 %, 60 %, 80 %, 100 % dan 0 % sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi mempengarui pertumbuhan bakteri S. typhi dan B. cereus (P
EFEKTIFITAS SARI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SEBAGAI ZAT ANTI BAKTERI Escherichia coli, dan Staphylococcus epidermidis H. Gaitedi; Ngadiani Ngadiani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 7 No 02 (2014)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol7.no2.a513

Abstract

Tanaman obat yang terdapat di Indonesia sangat beragam, sebagai salah satu contoh tanaman obat yang bisa dimanfaatkan yaitu tanaman jambu biji (Psidium guajava L.). Jambu biji atau jambu klutuk mengandung pektin tinggi sehingga dapat menurunkan kolesterol serta mengandung tanin yang berfungsi untuk memperlancar system pencernaan. Dan Tanin memiliki aktivitas antibakteri, secara garis besar mekanismenya adalah dengan merusak membran sel bakteri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Subjek dalam penelitian ini berupa sari daun jambu biji yang dibagi menjadi empat jenis perlak uan yaitu control, perlakuan dengan kensentrasi 40%, perlakuan dengan konsentrasi 50% dan perlakuan dengan konsentrasi 60% yang dibuat pengenceran setelah itu ditaman pada bakteri Escherichia coli, dan Staphylococcus epidermidi. Hasil penelitian dan hasil analisis statistik menunjukan bahwa sari daun jambu biji memiliki zat anti bakteri yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dan Staphylococcus epidermidi. Kata kunci: daun jambu biji (Psidium guajava L.), tanin, aktivitas antibakteri.
OPTIMASI PENAMBAHAN KONSENTRASI UREA DALAM SUBSTRAT PADA PRODUKSI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK NATA DARI AIR LEGEN K. Ni'mah; Ngadiani Ngadiani
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 6 No 02 (2013)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol6.no02.a527

Abstract

The aim of this study to find optimum concentration of urea in production, firmness and sensory properties of nata. This study was conducted using a completely randomized experimental design consisting 4 levels concentrations of urea (3, 4, 5 and 6 g/ l) with 6 replication. Fermentation processes were conducted using Acetobacter xylinum in room temperature (27oC) under light condition for 10 days. The results showed that the urea concentration in substrate medium significantly (P<0.05) effect on production and firmness nata. Highest production (503.5&plusmn;72,5 g/l) and firmness (32.25&plusmn;1.48 mm/s) of nata have obtained from 4 g/l urea in medium. Neverless, panelist most prepered color of nata from 6 g/l urea. Meanwhile panelists most prepared taste and smell of nata from 4 g/l. Key words: urea, water legen, Nata, Acetobacter xylinum, production, firmness, organoleptic