Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN FORGIVENESS THERAPY BERBASIS ART THERAPY PADA INDIVIDU SCHIZOPHRENIA PARANOID Novel, Shakira; Suryadi, Denrich
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i2.35849

Abstract

Schizophrenia paranoid merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan waham dan halusinasi, sehingga menurunkan fungsi sosial, kognitif, dan emosional individu. Konflik keluarga, terutama dengan figur ayah, dapat memperparah kondisi partisipan dan memicu kekambuhan. Forgiveness therapy merupakan pendekatan psikoterapi yang membantu individu mengatasi konflik emosional melalui proses pemaafan, sedangkan art therapy memberi ruang bagi partisipan untuk mengekspresikan emosi, mengurangi stres, serta meningkatkan self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas forgiveness therapy dengan pendekatan art therapy pada partisipan schizophrenia paranoid. Studi kasus dilakukan terhadap laki-laki berusia 41 tahun dengan diagnosis schizophrenia paranoid. Metode asesmen mencakup wawancara, observasi, serta tes psikologis (MMSE, WBIS, grafis, TAT, dan SSCT). Intervensi dilaksanakan dalam 11 sesi forgiveness therapy berbasis art therapy, termasuk aktivitas scribble, menggambar pengalaman, menulis surat, free painting, hingga tote bag painting. Efektivitas terapi juga diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor self-efficacy dari 13/40 (rendah) menjadi 28/40 (sedang). Partisipan mengalami penurunan emosi negatif, termasuk terkait perasaan marah, kecewa, sedih, dan kecurigaan, disertai peningkatan kesadaran diri serta perbaikan relasi dengan ayah. Pada follow-up satu bulan, partisipan menunjukkan perkembangan signifikan berupa keterlibatan aktif dalam kegiatan sehari-hari, menjalankan ibadah rutin, dan interaksi positif dengan keluarga. Kesimpulannya, forgiveness therapy berbasis art therapy efektif mengurangi gejala psikologis dan meningkatkan self-efficacy pada partisipan schizophrenia paranoid, dengan dukungan keluarga dan lingkungan sebagai faktor penting keberlanjutan terapi.
Peran Adverse Childhood Experiences terhadap Fear of Compassion pada Wanita Dewasa Awal Widjaja, Graciella Nathania; Suryadi, Denrich
Jurnal Studia Insania Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children who grow up in violent or neglectful environments may be at risk of developing Adverse Childhood Experiences. Psychological impact of ACEs is fear of compassion, or the feeling of being afraid of receiving kindness. This study aimed to examine the role of ACEs in predicting fear of compassion among early adult women using a non-experimental quantitative correlational method with 277 respondents. The instruments used were the Indonesian version of the WHO ACE-IQ (α = 0.876) and the Indonesian adapted version of the Fear of Compassion Scale (α = 0.931). The results showed a significant positive relationship between ACEs and fear of compassion (r = 0.509, p < 0.001), with a contribution of 25.9%. The mean difference test indicated no differences in ACEs or fear of compassion based on age, domicile, education, occupation, or marital status.   Keywords: Adverse Childhood Experiences, Fear of Compassion, Early Adult Women. Keywords: Adverse Childhood Experiences, Fear of Compassion, Early Adult Women.
Hubungan antara Sikap terhadap Merokok dengan Persepsi Risiko pada Perokok Athaillah, Sultan Surya; Suryadi, Denrich
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sikap individu terhadap merokok dengan tingkat persepsi risiko yang dirasakan oleh para perokok. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan mengumpulkan data melalui kuesioner daring pada 405 perokok dewasa muda di wilayah Jabodetabek. Alat ukur yang digunakan meliputi skala sikap terhadap merokok dan skala persepsi risiko terkait bahaya merokok. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara sikap terhadap merokok dan persepsi risiko, yang berarti semakin positif sikap terhadap merokok maka persepsi risiko yang dimiliki cenderung semakin rendah, dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan sikap negatif terhadap merokok dapat meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan sehingga berpotensi menurunkan perilaku merokok. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan intervensi dan edukasi yang berfokus pada pembentukan sikap kritis terhadap merokok untuk meningkatkan persepsi risiko dan mendukung pengendalian konsumsi rokok di masyarakat.