Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja yang Mengalami Bullying Novianti, Evin; Mia, Noer Aeni Zam Zam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.173

Abstract

Abstrak Latar belakang: Masa remaja dianggap sebagai transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik atau biologis, kognitif dan psikososial. Perubahan yang dialami selama masa remaja berbagai masalah internal dan eksternal pada remaja yang dapat berupa stres, salah satunya adalah bullying. Dukungan sosial dibutuhkan remaja untuk menjalani masa transisi. Studi ini ditujukan untuk menilai pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada remaja yang mengalami bullying di SMA Negeri 7 Jakarta. Metode: Studi Cross Sectional dengan simple random sampling dari Februari sampai Juni 2020 di SMA Negeri 7 Jakarta. Jumlah sampel penelitian 148 responden yang diwawancarai secara daring menggunakan google form. Uji Korelasi Pearson dan uji T-Independent digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Studi ini menemukan pengaruh hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada remaja pelaku bullying di SMA Negeri 7 Jakarta (p value=0,000). Kesimpulan: Perawat dapat memberikan edukasi terkait kecemasan yang dialami remaja dengan bullying, sekolah diharapkan dapat memberikan bimbingan konseling kepada siswa yang menjadi korban dan pelaku bullying, dan bagi keluarga khususnya orang tua diharapkan dapat meningkat. dukungan untuk anak remaja mereka. The Effect of Family Support on Anxiety Levels in Teenagers Experience Bullying Abstract Background: Adolescence is considered as a transition between childhood to adulthood characterized by physical or biological, cognitive and psychosocial changes. Changes experienced during adolescence are various internal and external problems in adolescents which can be in the form of stress, one of which is bullying. Social support is needed by adolescents to undergo a transition period. This study aimed to determine the effect of family support and anxiety levels in adolescents with bullying at SMA Negeri 7 Jakarta. Methods: A cross sectional study was done from February to June 2020 at SMA Negeri 7 Jakarta. Total 148 students were selected using simple random sampling who were interviewed online using google form. Pearson Correlation Test and T-Independent test was performed to analysed the data. Results: The results of this study found that there was a relationship between family support and the level of anxiety among bullying adolescents at SMA Negeri 7 Jakarta (p value = 0,000). Conclusion: Nurses can provide education regarding the anxiety experienced by adolescents with bullying, schools are expected to provide counseling guidance to students who are victims and perpetrators of bullying, and for families, especially parents, it is expected to increase. support for their teenagers.
Kecemasan Sosial pada Remaja yang Mengalami Perundungan di Desa Ragajaya Novianti, Evin; Aminah, Insyafiatul; Tobing, Duma Lumban
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.238

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kecemasan sosial sebagai faktor yang dapat menyebabkan remaja menarik diri dari pergaulan. Penyebabnya adalah rasa takut yang muncul sebagai dampak perlakuan bullying dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kecemasan sosial pada remaja yang mengalami bullying. Metode: Penelitian deskriptif melalui survei dengan jumlah sampel 85 responden diambil secara purposive sampling pada remaja dengan pengalaman perundungan di Desa Ragajaya. Pengambilan data dilakukan selama 4 bulan pada tahun 2021 melalui wawancara. Kuesioner yang digunakan yaitu Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS). Hasil: Hasil penelitian didominasi dengan kecemasan sosial tinggi sebesar 45,9% dan 30,6% adalah kecemasan sedang. Kecemasan sosial lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Sumber cemas terbesar adalah karena ketidakcocokan dengan teman akibat perilaku buruk yang diterima sebesar 56,5%. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial pada remaja yang pernah mengalami perundungan cukup tinggi dan perlu ditindaklanjuti. Rekomendasi penelitian bermanfaat bagi perawat jiwa di komunitas dalam memberikan upaya preventif kepada remaja dengan pengalaman bullying. Kata Kunci: Bullying, Kecemasan Sosial, Remaja Abstract Background: Social anxiety is a factor that can cause adolescents to withdraw from society. The reason is the fear that arises as a result of peer bullying. The purpose of this research was to know the description of social anxiety in adolescents who experience bullying. Methods: Descriptive research through a survey with a total sample of 85 respondents was taken by purposive sampling on adolescents with bullying experiences in Ragajaya Village. Data collection was carried out for 4 months in 2021 through interviews. The questionnaire used is the Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS). Results: The results of the study were dominated by high social anxiety at 45.9% and 30.6% were moderate anxiety. Social anxiety is experienced more by women than men. The biggest source of anxiety was incompatibility with friends due to bad behavior received by 56.5%. Conclusion: This showed that social anxiety in adolescents who have experienced bullying was relatively high and needs to be followed up. Research recommendations are useful for psychiatric nurses in the community in providing preventive measures for adolescents with bullying experiences Keywords: Adolescents, Bullying, Social anxiety
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Kecemasan Belajar saat Pandemi Covid 19 pada Remaja Novianti, Evin; Chaerani, Chaerani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.239

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pandemi covid 19 mempengaruhi bidang pendidikan dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh sehingga dapat menimbulkan dampak psikologis bagi remaja. Dalam pelaksanaannya maka dibutuhkan dukungan keluarga dan teman sebaya agar remaja merasa lebih diperhatikan dan disayangi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap kecemasan dalam proses pembelajaran saat pandemi covid 19 pada siswa di SMPN 5 Depok. Metode: Studi cross sectional dengan teknik simple randoom sampling sebanyak 242 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Studi menemukan pengaruh antara dukungan keluarga dengan kecemasan belajar (p value= 0,002) dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan belajar (p value= 0,025) pada siswa di SMPN 5 Depok. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang memiliki dukungan keluarga dan teman sebaya yang baik akan memberikan dampak dalam belajar yaitu meminimalisir terjadinya kecemasan belajar, khususnya saat pandemi covid-19. Dukuungan keluarga dan teman sebaya mempunyai peranan penting untuk memotivasi remaja sehingga mengurangi kecemasan. Kata Kunci : Dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, remaja, kecemasan belajar. Abstract Background: The COVID-19 pandemic has affected the education sector with the implementation of distance learning so that it can have a psychological impact on teenagers. In its implementation, it takes the support of family and peers so that teenagers feel more cared for and loved. This study aims to determine the relationship between family and peer support for anxiety in the learning process during the COVID-19 pandemic in students at SMPN 5 Depok. Methods: Cross sectional study with simple random sampling technique as many as 242 respondents. Data analysis using chi square test. Results: The study found the effect of family support with learning anxiety (p value = 0.002) and peer support with learning anxiety (p value = 0.025) in students at SMPN 5 Depok. Conclusion: The results of the study show that teenagers who have good family and peer support will have an impact on learning, namely minimizing the occurrence of online learning anxiety during the covid-19 pandemic. Family and peer support has an important role to motivate adolescents so as to reduce anxiety. Keywords: Family support, peer support, adolescents, anxiety in learning.