Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Modifikasi Struktur Jembatan Sumber Sari, Kalimantan Timur dengan menggunakan Sistem Busur Yanisfa Septiarsilia; Dita Kamarul Fitriyah; Jaka Propika
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.228 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i1.938

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan, serta dilewati oleh sungai-sungai di setiap pulaunya. Jembatan memiliki peranan yang penting di Indonesia, jembatan bentang panjang maupun bentang pendek yang menghubungkan antar pulau maupun dengan hambatan sungai telah banyak dibangun di Indonesia. Penelitian ini fokus pada Perencanaan Jembataan dengan menggunakan sistem busur baja yang mengandung nilai seni, selain memiliki struktur yang kuat, jembatan ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Jembatan Sumber Sari, yang terletak di Kutai Barat, Kalimantan Timur memiliki bentang 82 m dengan 2 lajur kendaraan masing-masing selebar 4 m. Jembatan ini merupakan Jembatan bentang Panjang. Tahap awal perencanaan adalah perencanaan bangunan atas yang terdiri dari lantai kendaraan dan trotoar, gelagar memanjang dan gelagar melintang, kemudian konstruksi pemikul utama. Analisa dengan menggunakan program SAP 2000 dilakukan setelah dketahui beban – beban yang bekerja pada konstruksi tersebut untuk mendapatkan gaya – gaya dalam yang bekerja, khususnya untuk konstruksi pemikul utama dan konstruksi sekundernya. Setelah gaya – gaya tersebut diketahui besarnya maka dilakukan perhitungan kontrol tegangan dan perhitungan sambungan. Untuk struktur bangunan bawah direncanakan abutment (kepala jembatan) dengan pondasi tiang pancang.
Upper Structure of Precast Concretes Comparison: PC-I and PC-U in West Outer Ring Road, Surabaya Jaka Propika; Yanisfa Septiarsilia; Eka Susanti; Heri Istiono
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v7i2.882

Abstract

Increasing of motorcycle numbers in big cities in Indonesia, especially in Surabaya. The traffic becomes crowded and road capacity is exceeded. Because of the increasing of motorcycle volume, especially in western part of Surabaya, the government built a flyover in west outer ring road to provide solution to congestion in Surabaya. This study aimed to determine the comparation between PC-I girder and PC-U girder used. In west outer ring road, the method was used to calculate prestressed beam was fully prestressed. The researcher reviewed the prestressed beam from behavior, reaction, and impact to the all of bridge structures from structure. The Software SAP 2000 V.14.2.5 is used to structure calculation analysis. According to analysis result, the calculation has been carried out, the difference ratio of the bridge floor slabs was studied. Flyover model with PC-U prestressed beam had smaller ratio than PC-I. The comparison of strand used in PC-U beams was more than PC-I with 42.22%. The maximum moment value was occurred in PC-I girder beam was 1541.979 Tons.meter and PC-U girder was 2252.599 Tons.meter. The strand requirements and cross area section was comparised too.
Analisis Retaining Wall dengan Sistem Rangka menggunakan Plat Precast Laras Laila Lestari; Jaka Propika; Dita Kamarul Fitriyah; Yanisfa Septiarsilia
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan suatu konstruksi erat kaitanya dengan tanah, sehingga sangat penting untuk menjaga kestabilan tanah yang memiliki perbedaan elevasi yang tinggi. Salah satu cara yang dilakukan adalah membangun dinding penahan tanah. Namun untuk kontur tanah yang memiliki beda elevasi lebih dari 10 meter, akan membutuhkan dinding penahan tanah dengan volume beton atau batu kali yang sangat banyak. Selain itu penggunaan sheetpile juga memiliki keterbatasan, sehingga perlu mencari alternatif dinding penahan yaitu dengan menggunakan rangka baja.Dalam merencanakan dinding penahan tanah dengan konstruksi rangka baja perlu dianalisis kebutuhan profil baja dengan menggunakkan program bantu SAP2000. Gaya yang didapat untuk analisis rangka dan pelat precast berasal dari perhitungan gaya lateral tanah maksimum. Dinding penahan tanah harus tahan terhadap gaya guling dan geser, sehingga perlu dilakukan analisis tiang pancang untuk menahan gaya aksial dan geser akibat dari gaya lateral tanah maksimum.Dari analisis yang telah dilakukan maka didapat perkuatan dinding penahan sistem rangka baja dengan tinggi 12 meter. Dimensi pelat precast yang digunakan adalah Panjang 4m x lebar1,5m x tebal 0,30m dengan profil baja H 350.350.19.21. struktur perkuatan menggunakan tiang pancang sebagai pondasinya, sehingga mampu mengatasi keterbatasan sheetpile serta kebutuhan batu kali atau beton dengan volume yang besar. Selain itu hasil analis
Evaluasi Struktur menggunakan variasi tipe pelat lantai menggunakan evaluasi kapasitas: Studi kasus area kerja yang umum dipergunakan di Surabaya Dewi Pertiwi; Indra Komara; Yanisfa Septiarsilia; Dita Kamarul Fitriah
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v12i2.31492

Abstract

Improvement of the current construction of midrise to high-rise building in Surabaya relatively needs to be evaluated, especially for compact office building area, it is very challenging to have an optimal space to the structural system with facilitate a satisfactory capacity performance. This paper makes a comparative study of the effectivity of structural plate structure in the compact office building between conventional slab (M1), waffle slab (M2) and flat slab (M3). A typical 5-story reinforced concrete building structure is selected as a case study within 6 m symmetrically span for each model. The proposed method used in this study is based on empirical analysis followed by numerical evaluation using SAP2000. The step initiated by deriving an optimal alternative of various type of slab. This study aims to emphasize the benefits to the functionality of the structural system which more efficient in term of structural capacity and its performance. As the result, M1 and M3 offer a similar behaviour due to the reinforcement and design performance with high slab deformation compared to the M2. M2 present a lower slab deflection under the supported of waffle element with the result almost twice smaller than M1 and M3.
Evaluasi Struktur Gedung Hotel Swiss-Belhotel Darmo Surabaya Menggunakan Analisis Pushover Berdasarkan SNI 1726-2019 Heri Istiono; Yanisfa Septiarsilia; Dita Kamarul Fitriyah; Indra Komara; Felicia Tria Nuciferani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4533

Abstract

Earthquake-resistant buildings are mandatory in Indonesia because of its high level of earthquake vulnerability. For this reason, the Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya as a reference for evaluation, the researcher employed SNI 1726-2019 regarding the procedures to plan earthquake resistance for building and non-building structures. This regulation is widely used currently for planning the structure of buildings to substitute SNI 1726-2012 buildings. Pushover analysis is implemented to evaluate the structure to get the curves of pushover capacity, performance level, and displacement target based on FEMA 356 as well as the ductility occurring in the building structure. The evaluation results demonstrated that the mass participation in the 7th capital, the base shears of ɲx and ɲy were greater than 1, and thus, they have met the requirements. The Story drift did not meet the requirements because its value exceeded the permit limit. Shearwall's contribution fulfilled the requirement of more than 25%. Meanwhile, the control of time history obtained the basic shear results satisfying the requirements for all seismic forces, but the story drift value dissatisfied the requirements because it exceeded the permissible limit for Y seismic force and Y direction. The results of the pushover analysis yielded a drift ratio value of 0.01. Hence, according to FEMA 356, the level of performance was immediate occupancy.
Komparasi Sistem Pelat Konvensional dan Sistem Pelat Precast Hollow Core Slab pada Struktur Gedung Jaka Propika; Yanisfa Septiarsilia; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4491

Abstract

Seiring dengan padatnya penduduk di Surabaya sebagai kota metropolitan, menyebabkan peningkatan pembangunan berupa rumah hunian, salah satunya rumah susun. Dalam pembangunan rusun harus diimbangi inovasi yang memadai. Maka dilakukan upaya dengan melakukan remodeling pada pelat beton konvensional (on site) menjadi pelat beton precast dengan pembebanan pelat satu arah. Dalam pelaksanaan, pelat dibagi menjadi dua sistem,yaitu satu arah dan dua araha. Perbedaannya teretak pada asumsi distribuai beban yang disalurkan ke balok. Metode yang dilakukan dengan pengambilan data dari konsultan perencana, yakni Rusun Menanggal Surabaya dengan bangunan bertingkat 5 lantai yang memilki ukuran panjang 60,6 m, lebar 23,9 m, dan tinggi 16 m. Dari data yang diperoleh, dilakukan analisa dengan melakukan preliminary design pada pelat, dan membandingkan hasil yang akan diperoleh dari kedua pemodelan menggunakan pelat konvensional maupun modifikasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan pelat precast Hollow Core Slab, lebih efisien jika dibandingan dengan pelat konvensional. Perbedaan bisa dilihat dari berat struktur yang dihasilkan, lebih ringan menggunakan pelat modifikasi dengan prosentase sebesar 18.68%. juga bisa dilihat besi tulangan yang digunakan, lebih ekonois menggunakan pelat precast, senilai 46%. Namun sementara pada sistem pelat satu arah, gaya dalam yang dihasilkan ada yang lebih besar pada salah satu balok induk senilai 24%.
Current Mapping on the UBS Surabaya Office Building Construction Project Felicia Tria Nuciferani; Putra Tri Yudhatama; Yanisfa Septiarsilia; Kurnia Hadi Putra
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 2, No 1 (2023): Journal of Civil Engineering Planning and Design
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2023.v2i1.4561

Abstract

In the world of construction, waste is one of the factors that must be minimized or eliminated, because it can cause cost losses and time delays in the implementation of a construction project. Lean production concept approach using Value Stream Mapping (VSM) tools is a method that can be used to minimize waste that can be seen through value-added activities, non-value added but necessary. The scope of work that has a significant impact on the UBS Surabaya office building construction project consists of ironwork, concrete work, and formwork work on the superstructure, during the period from March to May 2021. In the scope of work identified Value Added amounting to 73 activities (61.34%), and Non-Value Added but Necessary totaling 26 activities (21.85%). There are several types of waste that occur during the implementation process,
Analisis Pushover terhadap Struktur Gedung dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus menggunakan Metode Precast septiarsilia, Yanisfa; Propika, Jaka; Susanti, Eka; Prasetyo, Agus Edy
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.22101

Abstract

The ITS Tower 2 building was built on Keputih Street, Surabaya. This building has 13 floors with a height of +51.00 meters which was built using a conventional concrete system. Based on the structural analysis results, the authors found that the existing structure was included in the category of soft soil (SE). In SNI 2847-2019 for the Special Structural Wall Systems category, the building height had a maximum limit of 48 meters. Conventional system planning took a relatively long time to complete. So it was necessary to evaluate the existing structure and modify it using the SMRF method and Precast System. The SMRF-method was used because it did not have a height limit in its planning, and the precast system was chosen because the planned structure had a typical floor plan. The evaluation of the existing structure showed that the fundamental period was 1.2384 seconds, the mass participation in the X direction was 93.90%, the Y direction was 91.79% with 75 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 49.57 mm. This value met the requirements according to SNI 2847-2019 and SNI 1726-2019; several beam and column cross-section elements are still unsafe due to the reinforcement being smaller than the analysis result, but the performance level was included in the Immediate Occupancy. The evaluation results of the structure showed that the main beam B2 was 60/80 with the longitudinal reinforcement 8D29, the joist beam B4 was 50/70 and B6 was 40/60 with the longitudinal reinforcement 7D25, the column K1 was 110/110 with the longitudinal reinforcement 28D36. The structural behavior obtained the entire period of 1.6059 seconds, the mass participation in the X direction was 99.30%, the Y direction was 99.24% with 50 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 28.46 mm. This value met the requirements and performance of the building, including the Immediate Occupancy level. Connections for precast columns used dry joints, while the connections for other precast elements used wet joints.
STUDI PENGARUH STRUKTUR BAWAH PADA FLYOVER JLLB SURABAYA TERHADAP PENGGUNAAN PRECAST CONCRETE-I GIRDER DAN PRECAST CONCRETE-U GIRDER Propika, Jaka; Septiarsilia, Yanisfa; Choiriyah, Siti
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2022): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v7i1.1554

Abstract

Volume kendaraan bermotor pada kota-kota besar, khususnya di Surabaya, semakin lama semakin meningkat yang akhirnya berdampak terhadap kemacetan lalu-lintas. Dalam mengatasi pertambahan volume kendaraan terutama di Surabaya bagian barat, pemerintah setempat membangun flyover Jalan Lingkar Luar Barat guna memberi solusi terhadap kemacetan di Surabaya. Pada penelitian ini diharapkan bisa mengetahui perbandingan penggunaan PC-I girder dengan PC-U girder. pada flyover JLLB Metode yang digunakan untuk perhitungan balok prategang adalah fully prestressed atau prategang penuh. Pada penelitian ini, perbandingan penggunaan PC-I girder dengan PC-U girder pada flyover JLLB yang dimana ditinjaui dari segi perilaku, reaksi dan juga dampak terhadap struktur jembatan secara keseluruhan dari sebuah struktur tersebut. Dalam Analisa perhitungan struktur menggunakan bantuan software SAP 2000 V.14.2.5. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan terdapat perbedaan. 
Redesign Struktur Gedung Rusun dengan Half Slab System dan Balok Precast U-Shell Propika, Jaka; Septiarsilia, Yanisfa; Fitriyah, Dita Kamarul
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v8i2.2231

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi konstruksi di Indonesia, dibuktikan dengan semakin banyaknya gedung bertingkat tinggi yang telah dibangun. Seiring dengan perkembangan tersebut, diperlukan inovasi – inovasi dari enginner untuk mendapatkan solusi yang efektif dan efisien untuk perencanaan gedung bertingkat, salah satunya pengunaan beton precast / pracetak. Penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan hasil perbandingan reaksi struktur berat keseluruhan dengan metode balok Precast U-shell dan pelat Half Slab terhadap reaksi struktur berat keseluruhan pada kondisi eksisting. fungsi U-Shell disini sebagai bekisting permanen. Pada dasarnya perencanaan balok U-Shell sama dengan perencanaan balok dengan menggunakan metode konvensional, namun yang membedakannya adalah pada perencanaan balok U-Shell harus menghitung kondisi pemasangan saat usia beton masih mudah. Sehingga dengan kondisi tersebut harus memperhitungkan kapasitas tulangan untuk mencegah terjadinya retak, metode precast U-Shell dibutuhkan analisa dan desain tersendiri yang tidak diperhitungkan dalam menganalisa beton secara monolite atau konvensional. Dengan hasil sebesar Perbandingan berat struktur dari kedua pemodelan terdapat perbedanaan selisih pada pemodelan eksisting struktur lebih ringan 408,558 ton terhadap struktur kondisi remodeling, hal ini dipengaruhi karena dimensi pada kondisi eksisting lebih bervasiasi dibandingkan dengan remodeling dan untuk persentase perbadingannya antar pemodelan mendapatkan nilai sebesar 17 %.