Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Redisain Struktur Gedung Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Dengan Menggunakan Sistem Flat Slab Apriyanto, Arie Fauzi; Susanti, Eka; Septiarsilia, Yanisfa; Komara, Indra; Pertiwi, Dewi; Istiono, Heri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi di Indonesia mencakup berbagai bentuk struktur, khususnya jenis pelat lantai. Flat Slab adalah pelat yang dibedakan dengan tidak adanya balok di sepanjang garis kolom bagian dalam, sementara balok boleh ada maupun tidak ada pada tepi bagian luar garis kolom. Pada flat slab, drop panel digunakan sebagai pengganti balok. Flat slab memiliki beberapa kelebihan yaitu penghematan tinggi total bangunan dan kemudahan dalam pemasangan instalasi mekanikal maupun elektrikal pada bangunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meredisain struktur Gedung Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya menggunakan sistem flat slab. Redisain struktur yang ingin dilakukan menggunakan menggunakan persyaratan SNI 2847-2019 sebagai acuan perencanaan struktur. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan aplikasi ETABS untuk membantu dalam perhitungan struktur.Hasil output kontrol perilaku struktur menggunakan program bantu ETABS didapatkan  hasil; periode struktur sebesar 1,125 detik yang telah memenuhi persyaratan dari hasil Tmax sebesar 1,171detik, untuk partisipasi massa struktur tercapai dengan nilai 90% pada arah X dan Y dan telah memenuhi persyaratan. Simpangan antar lantai pada struktur ini dari lantai 1-6 untuk arah X dan Y telah memenuhi syarat kurang drift limit sebesar 31,731. Pada gaya geser dasar yang di hasilkan sturktur ini untuk gaya statik dan dinamik baik dari arah X maupun Y memiliki nilai yang sama yaitu 83,6053. Dari hasil perhitungan tulangan pelat di dapatkan D16-450, sedangkan untuk Drop panel didapatkan D13-500 serta hasil perhitungan tulangan kolom di dapatkan 20 D22 untuk tulangan longitudinal, dan untuk tulangan transversal didapatkan tulangan tumpuan 4D13-100 dan 2 D13-125 untuk tulangan lapangan.
Influence of Polymer Superplasticizers Usage on Workability and Compressive Strength of 30 MPa and 40 MPa Concrete Iranata, Data; Suswanto, Budi; Septiarsilia, Yanisfa
Jurnal IPTEK Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2024.v28i1.5283

Abstract

The advancement of technology has provided various alternatives to address limitations in concrete construction. One effective method for enhancing the quality of concrete is by introducing additional materials, known as admixtures, during the concrete production phase. One such type of admixture that can significantly improve concrete quality is superplasticizer. The primary principle behind the use of superplasticizer is to create a repelling force between cement particles to prevent clumping, which can lead to the formation of air voids in the concrete. This, in turn, can reduce the strength or quality of the concrete. In this research, the focus will be on the use of concrete admixtures, specifically superplasticizer, to enhance concrete workability. One product of superplasticizer is Sika Viscocrete 3115 N, which will be used in this study. Superplasticizers like Sika Viscocrete 3115 N play a crucial role in improving the flow and workability of concrete mixes, making them easier to handle and place during construction. This leads to more efficient and high-quality concrete structures. The target compressive strengths are 30 MPa and 40 MPa with variations in the percentage of superplasticizer admixture usage at 0%, 0.25%, 0.5%, and 0.75%. The testing methods used to determine the workability value are the slump test and the slump flow test, while the compressive strength test is conducted using a compression testing machine at the Advanced Concrete Materials and Computational Mechanics Laboratory, Department of Civil Engineering, ITS. The study concludes that the addition of superplasticizer can enhance the workability of concrete but cannot optimally increase compressive strength. Additionally, different planned compressive strengths with the same percentage variation exhibit different trends. The addition of 0.25%-0.5% superplasticizer in both planned strengths still yields compressive strength above the planned levels, despite the decrease.
Analisis Karakteristik Material Baja dengan Metode Digital Image Correlation (DIC) Suswanto, Budi; Iranata, Data; Septiarsilia, Yanisfa
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1, JULI 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.59491

Abstract

The use of steel materials in building construction opens new opportunities for sustainable development, as steel exhibits corrosion resistance, durability, and reliability in terms of strength and ductility. Digital Image Correlation (DIC) is non-contact technique in which digital images of the surface of a test object are captured using high-resolution cameras.  This study conducted measurements of strain distribution on the specimen's surface using the DIC method throughout the entire tensile testing process. The study particularly focuses on examining changes in strain distribution during the melting phase and the local deformation phase leading to fracture. In this research, a comparison will be made between the load-displacement curves obtained from experimental laboratory testing and the results analyzed using the DIC method for SS400-grade steel material. Based on the results of the tensile test and DIC analysis that have been conducted, conclusions have been drawn in the research. The tensile test results of SS400 steel material with a thickness of 6 mm, 8 mm, 10 mm, and 12 mm meet the quality requirements in the tested specification standards, and the results of the force-displacement curve between the experimental test results and the DIC method obtained a minimum deviation with a value below 10%,. Therefore, it can be concluded that the DIC method exhibits a reasonably good level of accuracy, making it suitable for validating the results of experimental tests.
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.
Current Mapping on the UBS Surabaya Office Building Construction Project Nuciferani, Felicia Tria; Yudhatama, Putra Tri; Septiarsilia, Yanisfa; Putra, Kurnia Hadi
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 2, No 1 (2023): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2023.v2i1.4561

Abstract

In the world of construction, waste is one of the factors that must be minimized or eliminated, because it can cause cost losses and time delays in the implementation of a construction project. Lean production concept approach using Value Stream Mapping (VSM) tools is a method that can be used to minimize waste that can be seen through value-added activities, non-value added but necessary. The scope of work that has a significant impact on the UBS Surabaya office building construction project consists of ironwork, concrete work, and formwork work on the superstructure, during the period from March to May 2021. In the scope of work identified Value Added amounting to 73 activities (61.34%), and Non-Value Added but Necessary totaling 26 activities (21.85%). There are several types of waste that occur during the implementation process,
Analisis Beton Precast L-Gutter sebagai Dinding Penahan Tanah dan Drainase Menggunakan Pre-Tension Method Jaka Propika; Risky Murinda; septiarsilia, Yanisfa; Heri Istiono; Eka Susanti; Dewi Pertiwi
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24448

Abstract

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat tidak terkecuali pada dunia konstruksi. Inovasi-inovasi pada dunia konstruksi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari segi mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan. Seperti pada beton pracetak (precast), kemajuan teknologi telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya komponen konstruksi yang didesain. Berbagai pengembangan telah memberi pengaruh besar terhadap beragamnya inovasi pada beton precast, salah satu produk precast yang saat ini dikembangkan yakni L-Gutter. L-Gutter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai drainase dan dinding penahan tanah. Pada penelitian ini dilakukan desain dinding penahan tanah untuk drainase menggunakan beton precast L-Gutter yang memiliki perbandingan kemiringan 1:1 dan menggunakan pre-tension method untuk menahan tekanan tanah yang besar. Direncanakan pada 2 jenis data tanah tipe A (pasir) dan tanah tipe B (lempung) dengan keadaan terburuk sebagai acuan perhitungan awal. Besar tekanan tanah yang digunakan adalah tekanan tanah terbesar yaitu tanah tipe A (pasir). Dimensi tebal pada sisi alas 1,00 m dan tebal pada sisi dinding 0,60 m dan terdapat perkuatan tiang pancang 0,30x0,30 m panjang 19 m. Gaya prategang pada sisi alas 3011,380 kN, e = 0, jumlah seven wire strand 12 buah Ø15,24 mm; gaya prategang pada sisi dinding 6022,759 kN, e = 0, seven wire strand 24 buah Ø15,24 mm. Perencanaan besi tulangan sisi alas, tulangan utama 22D16, tulangan bagi 30Ø10; besi tulangan sisi dinding, tulangan utama 14D16, tulangan bagi 16Ø10.
Seismic Behavior of Building Structures using Time History Analysis (Case Study: RSPAL Surabaya) Heri Istiono; Yanisfa Septiarsilia; Dita Kamarul Fitriyah; Indra Komara; Katon Putra Baskara
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2024.v5i2.5944

Abstract

Penting untuk mempertimbangkan pembangunan bangunan yang tahan gempa di Indonesia karena negara ini rentan terhadap gempa. Percepatan gempa pada permukaan tanah merupakan faktor yang secara langsung mempengaruhi struktur. Gedung bertingkat tinggi yang terletak pada zona gempa tinggi diperlukan perencanaan dan peninjauan khusus agar tetap aman saat menahan gaya gempa. Analisis struktur terhadap gempa dapat dibagi menjadi dua metode, yakni analisis statik dan analisis dinamik. Dalam analisis dinamik, terdapat dua pendekatan utama, yaitu analisis spektrum respons dan analisis time history. Cara untuk mendapatkan perilaku terhadap struktur gedung adalah dengan menerapkan gaya pada struktur. Salah satu contoh gaya yang kompleks adalah gaya gempa yang memiliki karakteristik yang tidak teratur dan waktu yang acak. Untuk menyederhanakan pengaruh gaya gempa ini, dapat dilakukan melalui analisis respons spektrum dan time history. Dalam analisis time history, gaya gempa yang dimasukkan berasal dari gempa sebelumnya dan disesuaikan pada beban desain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perilaku terhadap bangunan eksisting pada Gedung Rawat Inap RPAL Surabaya, dimana sistem strukturnya yaitu sistem rangkat pemikul momen khusus (SRPMK) dengan menggunakan metode Time History. Pada penelitian ini dilakukan pada daerah surabaya dan untuk Load Case yang terdapat pada masing-masing Time History juga dilakukan proses Scalling dimana hasil ini didapatkan dari perhitungan nilai perhitungan faktor skala. Untuk simpangan antar lantai paling kritis dari analisis time history adalah gempa Tabas yang dimana nilai displacement total ijin maka belum memenuhi persyaratan.
Analisis Geometri Bangunan terhadap Kinerja Seismik Menggunakan Direct Displacement Based Design Method Kartiko, Andi Susilo; Komara, Indra; Septiarsilia, Yanisfa; Fitria, Dita Kamarul; Istiono, Heri; Pertiwi, Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i2.1367

Abstract

Evaluasi seismik terhadap perilaku struktur tidak beraturan merupakan parameter penting khususnya untuk mengetahui kegagalan yang terjadi pada struktur. Parameter ketidakberaturan tersebut dapat berupa elevasi struktur yang tidak seragam, denah yang memiliki bentuk tidak umum yang mana memiliki pusat massa dan kekakuan yang berbeda serta jenis dan dimensi dari elemen struktur terpasang. Ketidakberaturan tersebut sering tidak dapat dihindari karena faktor arsitektur. Pada studi ini, akan dievaluasi berbagai bentuk ketidakberaturan struktur bangunan yang dievaluasi secara analitis dan numerik. Evaluasi struktur menggunakan metode direct displacement-based design dengan pendekatan ATC-40 disimulasikan untuk mengetahui parameter kinerja struktur. Satu bangunan regular dan tiga bangunan ireguler akan dievaluasi dan dibandingkan satu sama lain. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, nilai kinerja bangunan secara relatif memenuhi standar acuan DDBD dengan tingkat level kinerja berada pada life safety dan intermediate occupancy untuk pendekatan dengan ATC-40.
Effect of Axial Load on the Seismic Performance of Steel Reinforced Concrete Beam-Column Joint Iranata, Data; Suswanto, Budi; Amalia, Aniendhita Rizki; Tajunnisa, Yuyun; Septiarsilia, Yanisfa
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 6 (2025): June
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-06-016

Abstract

Steel-reinforced concrete (SRC) provides numerous advantages, such as enhanced energy dissipation, ductility, stiffness, and strength, particularly in seismic performance. Several studies on the effect of axial loads on columns found that axial loads have an insignificant influence on column capacity, though they influence long-term performance. Beam-column joint elements are among the critical components that determine the seismic behavior of a structure. Inaccurate design of these joints can lead to fatal structural damage, potentially causing structural collapse. This study aimed to perform a numerical analysis of various joint configurations under cyclic and axial loads to identify models with the best seismic performance that consisted of four models using different SRC length parameters. The research used nonlinear finite element methods with the ABAQUS software, which enables detailed simulations of joint behavior, including predictions of failure mechanisms that are difficult to observe in experimental testing. The results of the analysis showed that the CS-02 model demonstrated the best seismic performance. Axial load increased the capacity in all models, improved energy dissipation in the RC model, slightly reduced dissipation in CS models, and caused different rotational behavior across models.
Analisis Pushover terhadap Struktur Gedung dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus menggunakan Metode Precast septiarsilia, Yanisfa; Propika, Jaka; Susanti, Eka; Prasetyo, Agus Edy
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.22101

Abstract

The ITS Tower 2 building was built on Keputih Street, Surabaya. This building has 13 floors with a height of +51.00 meters which was built using a conventional concrete system. Based on the structural analysis results, the authors found that the existing structure was included in the category of soft soil (SE). In SNI 2847-2019 for the Special Structural Wall Systems category, the building height had a maximum limit of 48 meters. Conventional system planning took a relatively long time to complete. So it was necessary to evaluate the existing structure and modify it using the SMRF method and Precast System. The SMRF-method was used because it did not have a height limit in its planning, and the precast system was chosen because the planned structure had a typical floor plan. The evaluation of the existing structure showed that the fundamental period was 1.2384 seconds, the mass participation in the X direction was 93.90%, the Y direction was 91.79% with 75 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 49.57 mm. This value met the requirements according to SNI 2847-2019 and SNI 1726-2019; several beam and column cross-section elements are still unsafe due to the reinforcement being smaller than the analysis result, but the performance level was included in the Immediate Occupancy. The evaluation results of the structure showed that the main beam B2 was 60/80 with the longitudinal reinforcement 8D29, the joist beam B4 was 50/70 and B6 was 40/60 with the longitudinal reinforcement 7D25, the column K1 was 110/110 with the longitudinal reinforcement 28D36. The structural behavior obtained the entire period of 1.6059 seconds, the mass participation in the X direction was 99.30%, the Y direction was 99.24% with 50 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 28.46 mm. This value met the requirements and performance of the building, including the Immediate Occupancy level. Connections for precast columns used dry joints, while the connections for other precast elements used wet joints.