Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kewenangan Daerah dalam Pengelola Keuangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Surahman, Adi; Suryaningsi, Suryaningsi; Rosmini, Rosmini
PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In carrying out regional financial management and how the duties of regional financial management officials Legal arrangements regarding regional state financial management powers are based on the Law of the Republic of Indonesia Number 17 of 2003 concerning State Finance and Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2014 concerning Regional Government. The President as the Head of Government holds the power of state financial management as part of government power. The power to manage State finances includes general authority and special authority and the regional head is the holder of regional financial management power which in its implementation the regional head delegates part or all of its powers in the form of planning, implementation, administration, reporting and accountability, and supervision of regional finances to regional apparatus officials based on the principle of separation of authority between those who order, test, and those who receive/issue money.
Analisis Sentimen Terhadap Cryptocurrency Berbasis Python TextBlob Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Azhar, Rizaldi; Surahman, Adi; Juliane, Christina
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i1.443

Abstract

Cryptocurrency users are now increasing as the market becomes more and more attractive. In 2019 recorded around 139 million account users verified id cryptocurrency. Recently, it was enlivened by the emergence of #crypto on Twitter and had become a world trending topic. This gives rise to many opinions and opinions from twitter users. With so many twitter users' opinions on the hashtag, it is very difficult to know whether positive, negative or neutral sentiments are manual. This requires machine learning to be able to automate labeling, be it positive, neutral or negative sentiments. Machine learning used is by utilizing Python TextBlob. The results of automatic labeling using Python TextBlob from a total of 1032 tweets obtained 632 tweets or 61.24% containing positive sentiments, 296 neutral sentiments or 28.68% tweets and 104 negative sentiments or 10.07%. The test results using the Naïve Bayes algorithm with each testing data and training data are 0.2 and 0.8. From this test, the accuracy value is 71.98%, precision is 83.04%, recall is 60.88% and f1_score is 65.07%.
Analisis Sentimen Terhadap Cryptocurrency Berbasis Python TextBlob Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Azhar, Rizaldi; Surahman, Adi; Juliane, Christina
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i1.443

Abstract

Cryptocurrency users are now increasing as the market becomes more and more attractive. In 2019 recorded around 139 million account users verified id cryptocurrency. Recently, it was enlivened by the emergence of #crypto on Twitter and had become a world trending topic. This gives rise to many opinions and opinions from twitter users. With so many twitter users' opinions on the hashtag, it is very difficult to know whether positive, negative or neutral sentiments are manual. This requires machine learning to be able to automate labeling, be it positive, neutral or negative sentiments. Machine learning used is by utilizing Python TextBlob. The results of automatic labeling using Python TextBlob from a total of 1032 tweets obtained 632 tweets or 61.24% containing positive sentiments, 296 neutral sentiments or 28.68% tweets and 104 negative sentiments or 10.07%. The test results using the Naïve Bayes algorithm with each testing data and training data are 0.2 and 0.8. From this test, the accuracy value is 71.98%, precision is 83.04%, recall is 60.88% and f1_score is 65.07%.
MULTILITERATION POTENTIAL OF CINEMATIC-ORCHESTRA ART FILM “SETAN JAWA” IN COMMUNICATING CULTURE IN THE ERA OF DIGITAL TRANSFORMATION : POTENSI MULTILITERASI FILM SENI SINEMATIK-ORKESTRA “SETAN JAWA” DALAM MENGKOMUNIKASIKAN BUDAYA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi; Resmisari, Ganis; Kusnaedi, Iyus; Waskito, Muhamad Arif; Karim, Shiddiq Bi'tsatulfathi Syaiful; Suria, Muhammad Arvi
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 1 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i1.4595

Abstract

Menghadirkan gambaran kehidupan nyata, dengan karakteristiknya yang dapat melampaui ruang dan waktu dan menggambarkan semangat zaman saat film tersebut diproduksi—film dapat berdampak mempengaruhi relasi sosial dan gaya hidup masyarakat Indonesia; termasuk di dalamnya, juga memberikan pengetahuan dan pemahaman budaya selaras zamannya. Berlatar belakang narasi kultural Jawa pada awal abad ke-20 yang mengangkat tentang Pesugihan Kandang Bubrah, Garin Nugroho membuat film “Setan Jawa” sebagai sebuah film bisu hitam putih berpendekatan sinematik-orkestra. Sebagai sebuah film seni dengan gaya sinematik khas Garin Nugroho, tidak hanya di Indonesia, film “Setan Jawa” berhasil memikat penonton di berbagai dunia, mulai dari Australia, Jepang, Perancis, dan Belanda. Pada setiap pertunjukan dan/atau pemutaran filmnya, “Setan Jawa” kerap kali mengangkat seni pertunjukan khas negara di mana film tersebut diputar, sebagai salah satu bagian yang berkolaborasi dengan unsur tradisi Indonesia (khususnya Jawa) yang diangkat menjadi latar narasi pada film “Setan Jawa”. Dengan metode studi kasus dan analisis dokumen, tujuan penelitian kualitatif ini adalah mengidentifikasi potensi keberpaduan teknologi film, seni, musik tradisi, dan orkestra, menghadirkan beragam mode komunikasi literatif; dengan asumsi bahwa keberagaman visual yang didukung dengan multiliterasi berpotensi sebagai saluran komunikasi budaya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sebagai film seni yang dihadirkan dengan pendekatan sinematik-orkestra, potensi multiliterasi  film “Setan Jawa” membuka ruang artistik sekaligus saluran komunikasi global dengan tetap berpijak pada unsur glokal, yang dapat menguatkan identitas kultural di era digital. Sebagai saluran komunikasi budaya, secara tidak langsung, bentuk film seperti “Setan Jawa” berpotensi berkontribusi terhadap rekontekstualisasi dan representasi nilai-nilai ideologi bangsa.
MULTILITERATION POTENTIAL OF CINEMATIC-ORCHESTRA ART FILM “SETAN JAWA” IN COMMUNICATING CULTURE IN THE ERA OF DIGITAL TRANSFORMATION : POTENSI MULTILITERASI FILM SENI SINEMATIK-ORKESTRA “SETAN JAWA” DALAM MENGKOMUNIKASIKAN BUDAYA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi; Resmisari, Ganis; Kusnaedi, Iyus; Waskito, Muhamad Arif; Karim, Shiddiq Bi'tsatulfathi Syaiful; Suria, Muhammad Arvi
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 1 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i1.4595

Abstract

Menghadirkan gambaran kehidupan nyata, dengan karakteristiknya yang dapat melampaui ruang dan waktu dan menggambarkan semangat zaman saat film tersebut diproduksi—film dapat berdampak mempengaruhi relasi sosial dan gaya hidup masyarakat Indonesia; termasuk di dalamnya, juga memberikan pengetahuan dan pemahaman budaya selaras zamannya. Berlatar belakang narasi kultural Jawa pada awal abad ke-20 yang mengangkat tentang Pesugihan Kandang Bubrah, Garin Nugroho membuat film “Setan Jawa” sebagai sebuah film bisu hitam putih berpendekatan sinematik-orkestra. Sebagai sebuah film seni dengan gaya sinematik khas Garin Nugroho, tidak hanya di Indonesia, film “Setan Jawa” berhasil memikat penonton di berbagai dunia, mulai dari Australia, Jepang, Perancis, dan Belanda. Pada setiap pertunjukan dan/atau pemutaran filmnya, “Setan Jawa” kerap kali mengangkat seni pertunjukan khas negara di mana film tersebut diputar, sebagai salah satu bagian yang berkolaborasi dengan unsur tradisi Indonesia (khususnya Jawa) yang diangkat menjadi latar narasi pada film “Setan Jawa”. Dengan metode studi kasus dan analisis dokumen, tujuan penelitian kualitatif ini adalah mengidentifikasi potensi keberpaduan teknologi film, seni, musik tradisi, dan orkestra, menghadirkan beragam mode komunikasi literatif; dengan asumsi bahwa keberagaman visual yang didukung dengan multiliterasi berpotensi sebagai saluran komunikasi budaya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sebagai film seni yang dihadirkan dengan pendekatan sinematik-orkestra, potensi multiliterasi  film “Setan Jawa” membuka ruang artistik sekaligus saluran komunikasi global dengan tetap berpijak pada unsur glokal, yang dapat menguatkan identitas kultural di era digital. Sebagai saluran komunikasi budaya, secara tidak langsung, bentuk film seperti “Setan Jawa” berpotensi berkontribusi terhadap rekontekstualisasi dan representasi nilai-nilai ideologi bangsa.
CARA WIMBA DAN TATA UNGKAPAN BAHASA RUPA DALAM PRINT-AD SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI Studi Kasus Iklan Pemenang The Cannes Lions International Festival of Creativity Kategori Print-Ad pada tahun 1992 Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i2.5672

Abstract

There are many advertisements whose visual expressions are dominated by Western fine arts and graphic design techniques (which tend to be one of the patrons of graphic design scholarship in Indonesia, so it requires significant exploration and development of traditional art roots to be able to find ideas about Indonesian graphic design. Wimba Method and Visual Language Expression is a wealth of world visual language, in this research it is used as a reference for visual styles based on local Indonesian traditions. Using a descriptive qualitative approach with a digital survey as a research instrument, the research objects were 43 advertisements that were winners in the print-ads category in The Cannes Lions International Festival of Creativity in 1992 (the first year the Press and Outdoor Lions category appeared). From the research results, it was concluded that visual style has the impact of providing stimuli to the target audience to determine the priority of information to be accessed; where there is a tendency, determination This begins first from an affective point of view, rather than a cognitive one. 
Pelatihan Perancangan Desain Motif Scarf pada Pelaku Usaha di Kota Bandung Almira, Rahmania; Surahman, Adi
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This fashion trend has led to the emergence of new entrepreneurs marketing scarves with various motifs. New businesses starting out use motifs found on the internet as the patterns applied to their products. This Community Service activity aims to enhance the abilities of entrepreneurs in building their brand and innovating their products. The activity is conducted for three participants and takes place at Marka Café in Bandung. The methods employed include surveys, analysis, lectures, discussions, Q&A sessions, and training. The training results in an increase in participants' knowledge and skills in building a brand, as well as improving their ability to innovate in the design motifs applied to scarves. Through the training on designing scarf motifs, entrepreneurs gain a deeper insight into building a brand, discovering the identity and uniqueness of their products through motif design. Additionally, participants are able to develop creativity and innovation in designing motifs.
Transformasi Sistem Pengawasan Pemilu Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Pemilu di Indonesia Surahman, Adi; Rosmini, Rosmini; Tajali Nur, Insan
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 17 No 1 (2024): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jqi.v17i1.14191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menangani pelanggaran Pemilu di Indonesia, dengan fokus pada perubahan kewenangan Bawaslu yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Perubahan signifikan pada kewenangan ini meliputi penguatan tugas Bawaslu dalam menyelesaikan sengketa dan pelanggaran administratif yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengevaluasi pelaksanaan kewenangan Bawaslu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi pengawasan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawasan Pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bawaslu memiliki kewenangan yang lebih luas, tantangan dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu tetap besar, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan koordinasi antara lembaga pengawas Pemilu lainnya. Pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu masih menghadapi berbagai kendala, seperti politisasi lembaga pengawas, kesulitan dalam menerapkan kewenangan setengah peradilan, serta kurangnya implementasi regulasi yang mendukung pengawasan yang efektif. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas Bawaslu, pembaruan regulasi, serta perbaikan koordinasi antara KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memperkuat integritas Pemilu dan menjamin pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
KAJIAN BRANDING UNISA BANDUNG DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Almira, Rahmania; Surahman, Adi; Suria, Muhammad Arvi
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 4 No 2 (2025): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v4i2.2042

Abstract

Persaingan ketat antar perguruan tinggi di Kota Bandung menjadi latar belakang pentingnya strategi branding yang efektif. Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung, sebagai institusi yang baru bertransformasi dari STIKes pada tahun 2020, menghadapi masalah dimana citra sebagai perguruan tinggi kesehatan masih melekat kuat di masyarakat. Permasalahan ini menyebabkan rendahnya kesadaran merek (brand awareness) terhadap fakultas selain fakultas kesehatan dan menimbulkan kesenjangan jumlah mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat kesadaran masyarakat terhadap keberadaan UNISA Bandung serta menganalisis strategi branding yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat brand awareness UNISA Bandung masih berada pada tahap Unaware Brand, dimana pengetahuan masyarakat sebagai universitas yang menaungi beragam program studi selain kesehatan masih sangat terbatas. Peralihan dari STIKes belum tersampaikan secara efektif, meskipun universitas memiliki potensi dari nama besar 'Aisyiyah dan merek 'UNISA'.