Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTRODUCTION OF MEDICINE PREPARATIONS FOR HOUSEWIVES AT RW 003 TABARINGAN MAKASSAR Sinala, Santi; Teresia Rosmala Dewi, Sisilia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.438

Abstract

Pemilihan bentuk sediaan akan mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien yang akan berdampak pada keberhasilan pengobatan.  Berdasarkan survei, di RW 003 Tabaringan Kota Makassar belum mengetahui tentang penggunaan obat yang benar dan baik, penyimpanan dan pembuangan limbah obat yang benar. Terkadang mereka mengkonsumsi antibiotik tidak sesuai aturan, menyimpan obat tidak pada tempatnya, serta membuang obat tidak sesuai metode-metodenya. Pengetahuan dan pemahaman yang kurang tersebut dapat menyebabkan pengobatan yang tidak maksimal dan limbah obat dapat membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, dilaksanakannya pengenalan sediaan obat yang merupakan bagian dari GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat (ibu-ibu rumah tangga) di RW 003 Tabaringan Kota Makassar tentang penggunaan, penyimpanan dan pembuangan limbah obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan interaktif yang disertai penayangan video/gambar bentuk sediaan. Dari kegiatan ini dihasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 15% menjadi 95% berdasarkan evaluasi pre-post test. Berdasarkan hasil kegiatan pengabmas yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ibu-ibu rumah tangga RW 003 Tabaringan Kota Makassar telah mengetahui tentang penggunaan, penyimpanan dan pembuangan limbah obat yang baik dan benar.
Peningkatan Kelarutan Ketoprofen Dalam Bentuk Mikropartikel Dengan Metode Emulsification-Ionic-Gelation Menggunakan Polyvinylprrolidone (PVP) Dan Tripolifosfat(TPP) Dirgahayu Yahya, Nurul Fitri; Sinala, Santi; Stevani, Hendra
Media Farmasi Vol 20 No 2 (2024): Media Farmasi Edisi Oktober 2024
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v20i2.1006

Abstract

A nonsteroidal anti-inflammatory drug called ketoprofen is used to treat musculoskeletal and joint disorders, including osteoarthritis. Ketoprofen has a low solubility in water, which is a major obstacle to the absorption of the drug into the body.However, by using emulsification ion gelation technology, it is possible to create microparticles, which can improve the solubility of ketoprofen. . The aim of this study was to use emulsification and ion gelation to produce ketoprofen microparticles with higher solubility. SEM was used to characterize the structure of the ketoprofen particles. Subsequently, ketoprofen solubility and content tests were performed. When the properties were evaluated using SEM microparticles, the particle size gradually decreased from pH2, pH4, and pH6, and the water solubility of the drug increased due to the small particle size of the generated microparticles. After the emulsification-ionic gelation process, the solubility of ketoprofen increased two-fold and the pH of water increased two-fold compared to untreated ketoprofen. From this, it can be concluded that polyvinylpyrrolidone (PVP) and tripolyphosphoric acid (TPP) effectively improved the solubility of sparingly water-soluble ketoprofen in the emulsification ion gelation process of ketoprofen production.
Pelatihan Penerapan Model Ingat Minum Obat TBC Untuk Penderita TBC Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar sinala, santi; Rusli, Rusli
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3474

Abstract

Training On the Implementation of The Tuberculosis Medication Remember Model for Tuberculosis Patients in Maccini Sombala Village, Makassar CityBackground, National Basic Health Research Data in 2018, showed that the prevalence of pulmonary Tuberculosis in South Sulawesi Province was 0.36%, almost equivalent to the national prevalence of 0.42%. In 2020 in Makassar City, the number of patients who recovered was 1,651 people out of 5412 patients treated. This is due to non-compliance in taking medication by TB sufferers, which is caused by the factor of forgetting to take medication and the lack of Medication Supervisors. The aim is to form Medication Supervisors from families or cadres who are equipped with knowledge about the model for remembering to take TB medication with the innovation of medicine boxes or plastic. Method, community service to cadres of Maccini Sombala sub-district, Makassar City in the form of counseling and training in implementing the model of remembering to take medication using plastic medicine boxes that have been given information on the day. To determine the increase in knowledge, pre and post tests were given to the cadres. The results, an increase in cadre knowledge about Tuberculosis treatment management from 35% to 92.5%. This community service activity is an effort to increase compliance in taking medication for Tuberculosis patients so that the prevalence of Tuberculosis disease decreases. Conclusion, there has been an increase in the knowledge of the target audience regarding the ins and outs of Tuberculosis disease and the community has been trained and directed in implementing the model of remembering to take Tuberculosis medicationLatar Belakang, Data Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018, menunjukkan bahwa prevalensi TBC paru di Provinsi Sulawesi Selatan 0,36%, hampir setara dengan prevalensi secara nasional yakni 0,42%. Pada tahun 2020 di Kota Makassar, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 1.651 orang dari 5412 pasien yang diobati. Hal ini disebabkan karena ketidakpatuhan minum obat oleh penderita TBC, yang diakibatkan oleh factor lupa minum obat dan kurangnya Pengawas Minum Obat (PMO). Tujuan, untuk membentuk PMO yang berasal dari keluarga atau kader yang dibekali dengan pengetahuan tentang model untuk ingat dalam minum obat TBC dengan inovasi kotak atau plastic obat. Metode, pengabdian kepada masyarakat pada kader-kader kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan penerapan model ingat minum obat dengan menggunakan kotak plastik obat yang telah diberikan keterangan hari. Untuk menentukan peningkatan pengetahuan, diberikan pre dan post test kepada kader-kader tersebut. Hasil, peningkatan pengetahuan kader tentang tatalaksana pengobatan TBC dari 35% menjadi 92,5%. Kegiatan pengabdian ini menjadi upaya dalam meningkatkan kepatuhan minum obat penderita TBC sehingga prevalensi penyakit TBC semakin berkurang. Kesimpulan, Telah terjadi peningkatan pengetahuan khalayak sasaran mengenai seluk beluk penyakit TBC dan Masyarakat telah dibina dan diarahkan dalam menerapkan model ingat minum obat TBC
Review: Medication Error in Prescribing and Dispensing Phases on Outpatient: Review: Medication error dalam fase peresepan dan dispensing pada Pasien Rawat Jalan Anwar, Ismail; Sinala, Santi; Nurisyah, Nurisyah; Adhayanti, Ida; Dewi, Sisilia Teresia Rosmala
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2022): (March 2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2022.v8.i1.15800

Abstract

Background: A medication error is defined as "any preventable event that may cause or lead to inappropriate medication use or patient harm while the medication is in the control of the healthcare professional, patient, or consumer." A medication error might occur at any point during the medication-use process, such as when prescribing the medicines, during dispensing, and when the drug is taken by the patient. Objectives: This review focusing on the types of medication errors (MEs) which commonly occurs during prescribing and dispensing phase on the outpatient in Indonesia. Material and Methods: Articles related to MEs during prescribing and dispensing phase were collected from DOAJ (Directory of Open Access Journals) and google scholar. The articles were reviewed and analyze to draw conclusions about the common type of MEs mostly occured on the outpatients. There were 10 articles (2003-2020) that have been reviewed, covering the types of MEs, MEs incidents and how to reduce the number of MEs incident. Results: Based on the reviewed articles, MEs commonly occured in the prescribing phase were incomplete data of patient's on the prescription include address, born date, weight and gender; unclear information on the prescription including, dosage, route of adminstration, illegible writing; uncomplete data on the doctor's information such as the practise license number wasn't listed, and there were no information on medicine interactions. MEs occured during dispensing phase were uncomplete data on the information about how to use, time of using, indication, the amount of the drug given, the side effects, the storage instruction, the strength or the doses of medicine, error in writing etiquette, error in compounding as well as there was no information related what to do if the patient forgot to take the medicines.
Introduction and Early Prevention of Tuberculosis with Herbal Medicine Intervention among Junior High School Students Sinala, Santi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.948

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia, dengan tingginya angka insiden di kalangan masyarakat, termasuk siswa siswi SMP. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, penting untuk memberikan edukasi dini tentang TB serta penggunaan obat herbal yang dikenal masyarakat dalam membantu menjaga kesehatan dalam mencegah gejala-gejala awal TB. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang TB; bagaimana mendeteksi dan mencegah infeksi dan mengetahui penggunaan obat herbal sebagai pendukung kesehatan. Khalayak sasaran adalah siswa dan guru setempat sebanyak 25 orang yang terlibat dalam sosialisasi TB melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan ramuan herbal yang meningkatkan daya tahan tubuh, seperti temulawak, kunyit, jahe dan miana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test mengenai materi yang telah diberikan pada penyuluhan sebanyak 10 soal berupa soal pilihan ganda dimana post-test dilakukan setelah kegiatan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa dan guru hingga 70% dari sebelumnya, dimana peningkatan dihitung berdasarkan rata-rata persen kenaikan skor sebanyak 25 orang. Kegiatan ini tidak memberikan terapi TB dan herbal hanya untuk pemeliharaan Kesehatan/dukungan imunitas serta tetap penting bahwa OAT yang diresepkan tenaga medis adalah pengobatan utama.