Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE OBYEK LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MELUKIS DI KELAS IX SMP NEGERI 4 KUNINGAN Subagja, Subagja
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.666 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan tes tentang kemampuan berkarya seni lukis pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan diperoleh kesimpulan bahwa proses pembelajaran belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan pembelajaran melukis dengan metode objek langsung. Metode ini digunakan untuk merangsang daya imajinasi siswa dalam berkarya seni lukis murni. Berdasarkan fenomena di atas, PTK ini mengkaji masalah apakah melalui metode objek langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan dalam pembelajaran melukis? Berkaitan dengan masalah tersebut, PTK ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran melukis dengan menggunakan metode objek langsung di kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan . Berdasarkan hasil analisis PTK ini, diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan yang cukup signifikan dari nilai karya seni lukis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kuningan setelah menggunakan metode objek langsung. Setelah menggunakan metode objek langsung ada peningkatan 5,72% pada siklus 1 dan 6% pada siklus 2. Kata Kunci : Hasil Belajar, Melukis
S UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi SUBAGJA, SUBAGJA; BUDIMAN, CECEP
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Beberapa tanaman di Indonesia memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang salah satunya ialah pepaya yang diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dengan perbedaan konsentrasi suspensi ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap Salmonella typhi. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode analisa varians satu arah (one way anova). Data ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 15%, 20% dan 25% telah memberikan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri uji. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa setiap seri konsentrasi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori daya hambat lemah terhadap Salmonella typhi. ABSTRACT Some of Indonesian plants perform the efficacy as a traditional medicine, which can be benefitted to treat diseases and one of them was papaya which known to have antibacterial properties. This study aims to determine the antibacterial activity with different concentrations of papaya seed extract (Carica papaya L.) on Salmonella typhi. The extraction was done by maceration method using 95% of ethanol. Antibacterial activity test was performing using well agar diffusion method. The results were statistically analyzed using one-way ANOVA. Anova Data show that extract with the concentrations of 15%, 20% and 25% had inhibits the growth of test bacteria. The results showed that the antibacterial activity of each series of the concentration of ethanol extract of papaya seeds (Carica papaya L.) exhibit antibacterial activity in the weak category of inhibition against Salmonella typhi.
UJI STABILITAS GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) Subagja, Subagja
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya adalah Kenanga (Cananga odorata).Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri.Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi.Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili.Uji stabilitas yang digunakan adalah metode Cyling Test. Sediaan gel disimpan pada suhu 40dan 450.Dari evaluasi sediaan diperoleh hasil gel memenuhi syarat dari organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji sineresis.Dari hasil uji stabilitas diperoleh hasil sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga stabil dalam penyimpanan 12 hari (6 siklus).
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SUSPENSI EKSTRAK KULIT WORTEL (Daucus carrota L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Subagja, Subagja; Karsidin, M.Si, Bambang; Hadiyanti, Siti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) memiliki efektivitas dalam menurunkan volume udema dan menentukan konsentrasi suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) yang dapat menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian 15 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dengan berat badan ±200 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Bufect), kontrol negatif (suspensi Na.CMC), suspensi ekstrak kulit wortel konsentrasi I (7,5%), konsentrasi II (11,2%), dan konsentrasi III (14,93%). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 1 jam kaki tikus diinduksi karagenan 1%.Penelitian dilakukan selama 6 jam. Data hasil pengukuran volume udema dianalisis menggunakan uji analisis statistik ANOVA dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) mempunyai efektivitas dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) serta suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrotaL.) konsentrasi 14,93% mempunyai efektivitas paling tinggi dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) dengan persentase daya antiinflamasi sebesar 32,37%
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil Karsidin, Bambang; Subagja, Subagja; Permatasari, Dewi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) pada formula I, II, dan III yaitu 2%, 4%, dan 6%. Kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa krim ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 6% memiliki aktivitas antioksidan paling optimal dengan nilai IC₅₀ sebesar 167,579 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan lemah.
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DAN SABUN CAIR MCT (MEDIUM CHAIN TRYGLISERIDA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Susanti, Nina Pratiwi; Subagja, Subagja; Primadi, Yahya Ade
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.331 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.202

Abstract

Pembuatan sabun cair dapat dibuat dari bahan alami yaitu kelapa. Salah satu produk kelapa yang saat ini berkembang dan diminati adalah Minyak Kelapa Murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung asam-asam lemak jenuh diantaranya Medium Chain Fatty Acid (MCFA) dan Medium Chain Trygliserida (MCT). Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO dengan sabun cair MCT terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan media pertumbuhan nutrient agar. Variabel X dan Z yaitu VCO (Virgin Coconut Oil) dan MCT (Medium Chain Trygliserida) diformulasikan menjadi sediaan sabun cair pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% (Percobaan dilakukan pada 5 cawan petri) dan variabel Y yaitu adanya daya hambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dilihat dari adanya zona bening. Zona bening yang didapatkan untuk masing-masing kelompok perlakuan yaitu VCO (15%) 13,20mm, VCO (30%) 19,76mm dan VC0 (45%) 21,41mm sedangkan MCT (15%) 16,90 mm, MCT (30%) 21,56mm dan MCT (45%) 24,27mm. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO (Virgin Coconut Oil) dengan sabun cair MCT (Medium Chain Trygliserida) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sabun Cair MCT memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar jika dibandingkan dengan sabun cair VCO.
Perbandingan Kadar Fenolik Total Antara Seduhan Daun Tin ( Ficuc crica L.) dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficuc carica L.) Karsidin, Bambang; Subagja, Subagja; Alfarizi, Revaldi Alfarizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.455 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.180

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Kadar Fenolik Total Antara Seduhan Daun Tin (Ficus carica L.) Dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficus carica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar fenolik total antara seduhan daun tin (Ficus carica L.) dan teh kombucha daun tin (Ficus carica L.). Tanaman tin (Ficus carica L.) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Barat dan merupakan spesies dari kawasan Mediterania. Tanaman tin merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung metabolit sekunder di seluruh bagian tanamannya seperti pada bagian daun. Daun tin (Ficus carica L.) mengandung senyawa fenolik dan senyawa metabolit sekunder lainnya seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Kadar senyawa fenolik dapat dianalisa menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat dan dinyatakan dalam mg ekivalen asam galat (GAE) per gram simplisia. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun tin memiliki kadar fenolik total sebesar 126,3 mg GAE/g, dan kadar fenolik total teh kombucha daun tin sebesar 227,7 mg GAE/g. Maka kesimpulan yang diperoleh bahwa perbandingan kadar fenolik total pada seduhan daun tin berbanding teh kombucha daun tin adalah 0,5 : 1.
Pengaruh Home Visit terhadap Kepuasan Konsumen Apotek Palasari Sumedang Zuniarto, Ahmad Azrul; Subagja, Subagja; Nurhasanah, Sarah; Sundari, Retno T; Pandanwangi, Siti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3338.056 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v15i1.80

Abstract

Abstract: In the context of service of pharmaceutical at pharmacy, patients satisfaction is a pleasure feeling appearing in someone’s body after getting service taken directly. The analysis of customer’s satisfaction is based on five dimensions of service quality, which are among others responsiveness, reliability, assurance, empathy, and tangible. The purpose of the research was to find out the influence of home visit activity toward the customer’s satisfaction at Palasari pharmacy Sumedang and the satisfaction level of customer’s satisfaction before and after the home visit activity. This research was a quantitative one where the independent variable was home visit whereas the dependent variable was the customer’s satisfaction at Palasari pharmacy Sumedang. The technic of sample taking was total sampling. The samples used in the research were 34 respondents, they were the PRB patients from Palasari pharmacy at Ganeas district who never take the medicine regularly. The research instruments used in the research was questionnaire of customer’s satisfaction. The results of the study with a questionnaire on the level of consumer satisfaction at Palasari Sumedang Pharmacy before the home visit and after the home visit experienced an increase in percentage results from 75.4% to 81.5% and a simple linear regression test showed that there was an effect of home visits on satisfaction consumer Pharmacy Palasari Sumedang with a value sig. 0.000. Results study show that Home visits are influential to satisfaction consumer Pharmacy Palasari Sumedang with level satisfaction consumers 75.4 % increase to 81.5%.