Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENAMBAHAN ASAM AMINO PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN IKAN SIDAT, Anguilla bicolor (McCelland, 1844) Pratama, Ricky Hadi; Tarsim, Tarsim; Yudha, Indra Gumay
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.507 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i2.p835-844

Abstract

Eel is one of the fisheries commodity that have not been rearing widelyin Indonesia. Constraint that occured in rearing eel is slow growth. A way to accelerate eel growth isfeeding with enrichment by using an amino acids. An amino acids can be used directly by eel for cell growth and the formation of body tissue. An amino acid that is used from the stingrays are not utilized by people  because it has no economic value to production activities. This research was aimed to study the growth rate of eel whichis fed with enrichment of an amino acids derived from stingray extract. The method in this research used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. The measure of eel that usedare 26-28 cm, the average weight is 28 grams and an amino acids dosage that used are 0 ml, 0.5 ml and 1 ml. It use FR 3% which is given at night to support the characteristic of eel that is nocturnal (active at night). The analyze result from the parameters that have been observed, there is not a significant effect (P> 0.05) and the fed with enrichment by using an amino acids with the dosage used hasn't been able to be utilized as fish feed mixture to increase growth rate.
Sosialisasi Potensi Kolong Bekas Tambang Timah Untuk Budidaya Ikan Di Desa Tepus, Bangka Selatan Kurniawan, Ardiansyah; Elgifienda, Tiara; K, Dian Fitri; Saputra, Farhan Afif; Vautrin, Hernandez Kendrick; Valina, Rahmi; Pratama, Ricky Hadi; Riswandi, Agung; Mahendra, Nadhiva; Gunawan, Gunawan
PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol 4 No 3 (2025): PRAWARA JURNAL ABDIMAS
Publisher : CV. Manha Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tepus merupakan salah satu desa di Bangka Belitung yang memiliki banyak kolong namun belum termanfaatkan secara optimal. Kolong tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan kembali, terutama di sektor perikanan. Minimnya pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ikan di kolong menjadi salah satu faktor yang menghambat pemanfaatan potensi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif melalui kegiatan sosialisasi untuk mengenalkan manfaat dan teknik budidaya ikan di kolong secara tepat guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi yang bersifat partisipatif dan melibatkan secara langsung warga dusun serta perangkat desa. Sosialisasi secara lisan terkait potensi kolong untuk budidaya ikan dihadiri warga dan perangkat pemerintahan desa. Materi dari hasil penelitian bahwa sebagian kolong di Desa Tepus termasuk kategori tercemar ringan dan memiliki potensi untuk dikembangkan budidaya ikan. Antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya pemanfaatan lahan pasca-tambang secara produktif dan berkelanjutan. Program sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang mendorong masyarakat untuk mulai melakukan praktik budidaya secara mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi dasar bagi kegiatan pendampingan dan pelatihan lanjutan di masa mendatang.
EFEKTIVITAS FREKUENSI APLIKASI PROBIOTIK DAN PEMBERIAN EKSTRAK HERBAL DALAM MENEKAN Vibrio sp. PADA BUDIDAYA UDANG VANAME Penaeus vannamei Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Wiyoto, Wiyoto; Pambudi, Shelva Alifiya; Setijani, Atiek; Pratama, Ricky Hadi
Journal of Aquatropica Asia Vol 11 No 1 (2026): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/yh43rs39

Abstract

Udang vaname (Penaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pelaku usaha menerapkan sistem budidaya superintensif guna meningkatkan produktivitas. Namun, sistem ini memiliki risiko tinggi terhadap penurunan kualitas lingkungan dan meningkatnya kejadian penyakit, terutama yang disebabkan oleh bakteri patogen oportunistik seperti Vibrio sp., yang dapat menyebabkan kematian massal dan menurunkan performa produksi. Salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk mengendalikan permasalahan penyakit tanpa penggunaan antibiotik adalah aplikasi probiotik. Probiotik berperan dalam memperbaiki kualitas air, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta meningkatkan keseimbangan mikrobiota lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas probiotik dalam menekan keberadaan bakteri Vibrio sp. di media pemeliharaan udang vaname pada sistem budidaya superintensif. Penelitian dilakukan dengan membandingkan dua frekuensi aplikasi probiotik, yaitu satu kali dan dua kali per minggu, dengan dosis 0,5 mL ton⁻¹. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup udang, kondisi klinis, dan dinamika populasi bakteri di media pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi probiotik satu kali per minggu menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, yaitu sebesar 37,38%, dibandingkan dengan aplikasi dua kali per minggu yang hanya mencapai 29,01%. Selain itu, kondisi klinis udang menunjukkan perbaikan setelah pemberian ekstrak herbal melalui pakan, yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan daya tahan tubuh udang. Nilai total plate count (TPC) bakteri pada kolam perlakuan tercatat melebihi 10³, yang mengindikasikan adanya peningkatan kualitas air dan stabilitas mikrobiologis akibat perlakuan probiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan frekuensi aplikasi probiotik yang tepat berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya udang vaname secara berkelanjutan.