Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Suboptimal Land Analysis of Agricultural Fishery Resources (Chitosan-Liquid Smoke Cocos nucifera) as Natural Food Preservatives Sari, Selly Ratna; Rizki, Rani Ria; Guttifera, Guttifera; Riswandi, Agung
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 14 No. 1 (2025): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.14.1.2025.679

Abstract

One of the suboptimal land resources is shrimp and coconut. Increasing productivity on suboptimal land is essential by utilizing typical land. A concern arises with the use of waste as a preservative. The necessity to replace preservatives made from chemical raw materials with natural alternatives is evident. The research aimed to determine and optimize the antioxidant properties of chitosan combined with liquid smoke from coconut shells (Cocos nucifera) as a natural food preservative. The study utilized a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments repeated three times. The treatments consisted of different concentrations. The results indicated that varying concentrations of Cocos nucifera liquid smoke combined with sterilized glucose and chitosan had a significant effect on antioxidant analysis and the Maillard reaction. Higher concentrations of liquid smoke resulted in increased browning, likely due to the Maillard reaction occurring when glucose and chitosan were mixed with liquid smoke and then sterilized using an autoclave. This condition was expected to be favorable as it involves a reaction between free amino acids in chitosan and reducing sugar compounds from glucose. Additionally, aldehyde ketone compounds are found in Cocos nucifera coconut shell liquid smoke. Finally, the optimal concentration for antioxidant activity was treatment A2 (total concentration of 1% chitosan + 1% glucose + 3% coconut shell liquid smoke) with an IC50 value of 6.69% and a brown absorbance of 0.45%.
PENDAMPINGAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN LELE MELALUI SISTEM TERKONTROL DALAM PENINGKATAN PRODUKSI BERKELANJUTAN DI DESA TALANG BALAI BARU I Taqwa, Ferdinand Hukama; Syaifudin, M; Fitrani, Mirna; Jubaedah, Dade; Wijayanti, Marini; Amin, Mohamad; Muslim, Muslim; Yulisman, Yulisman; Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Yonarta, Danang; Riswandi, Agung; Afriansyah, Azmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2298

Abstract

Desa Talang Balai Baru I adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Talang Balai Baru I dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Talang Balai Baru I Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya  ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Talang Balai Baru I saat  ini belum mampu memproduksi benih ikan Lele secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan lele masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan lele maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan lele yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan secara terkontrol ikan lele dan meningkatkan produksi benih ikan lele secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri.
Sosialisasi Potensi Kolong Bekas Tambang Timah Untuk Budidaya Ikan Di Desa Tepus, Bangka Selatan Kurniawan, Ardiansyah; Elgifienda, Tiara; K, Dian Fitri; Saputra, Farhan Afif; Vautrin, Hernandez Kendrick; Valina, Rahmi; Pratama, Ricky Hadi; Riswandi, Agung; Mahendra, Nadhiva; Gunawan, Gunawan
PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol 4 No 3 (2025): PRAWARA JURNAL ABDIMAS
Publisher : CV. Manha Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tepus merupakan salah satu desa di Bangka Belitung yang memiliki banyak kolong namun belum termanfaatkan secara optimal. Kolong tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan kembali, terutama di sektor perikanan. Minimnya pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ikan di kolong menjadi salah satu faktor yang menghambat pemanfaatan potensi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif melalui kegiatan sosialisasi untuk mengenalkan manfaat dan teknik budidaya ikan di kolong secara tepat guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi yang bersifat partisipatif dan melibatkan secara langsung warga dusun serta perangkat desa. Sosialisasi secara lisan terkait potensi kolong untuk budidaya ikan dihadiri warga dan perangkat pemerintahan desa. Materi dari hasil penelitian bahwa sebagian kolong di Desa Tepus termasuk kategori tercemar ringan dan memiliki potensi untuk dikembangkan budidaya ikan. Antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya pemanfaatan lahan pasca-tambang secara produktif dan berkelanjutan. Program sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang mendorong masyarakat untuk mulai melakukan praktik budidaya secara mandiri dan berkelanjutan, serta menjadi dasar bagi kegiatan pendampingan dan pelatihan lanjutan di masa mendatang.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN Indigofera zollingeriana SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG BUNGKIL KEDELAI PADA FORMULASI PAKAN IKAN BETOK (Anabas testudineus) Mukti, Retno Cahya; Yulisman, Yulisman; Sefrila, Marlin; Riswandi, Agung; Aprilia, Marsela
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.162-167

Abstract

Pakan merupakan faktor esensial yang menentukan pertumbuhan dan efisiensi produksi dalam budidaya ikan. Pakan yang diformulasi tersusun dari berbagai bahan baku, baik hewani maupun nabati. Bahan nabati yang umumnya digunakan sebagai sumber protein dalam formulasi pakan ikan adalah tepung bungkil kedelai. Namun, tepung bungkil kedelai masih diimpor dari luar negeri. Oleh sebab itu, perlu alternatif bahan nabati yang dapat digunakan sebagai sumber protein untuk mensubstitusi tepung bungkil kedelai dalam formulasi pakan. Tepung daun Indigofera zollingeriana terbukti mampu mensubstitusi tepung bungkil kedelai pada beberapa jenis ikan, diantaranya ikan gurame, ikan lele, dan ikan tambakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase terbaik tepung daun I.zollingeriana dalam mensubstitusi tepung bungkil kedelai pada formulasi pakan ikan betok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kombinasi tepung bungkil kedelai dan tepung daun I. zollingeriana dengan persentase berbeda dalam formulasi pakan ikan betok, yaitu 40%:0% (P0), 30%:10% (P1), 20%:20% (P2), dan 10%:30% (P3). Parameter yang diukur antara lain pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, rasio efisiensi protein, efisiensi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung bungkil kedelai dengan tepung daun I. zollingeriana sebesar 50% (P2) merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 1,77 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,01 cm, rasio efisiensi protein 1,57, efisiensi pakan 51,76%, dan kelangsungan hidup ikan betok sebesar 96,67%. Parameter kualitas air pada P2 meliputi suhu 26,6-29,8°C, pH 6,6-7,6, oksigen terlarut 4,4-5,8 mg L-1 dan amonia 0,04-0,10 mg L-1.