Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN TINGKAT EKSPLOITASI Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Setyohadi, Daduk; Setyawan, Fahreza Okta; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selat Madura masuk dalam Sub Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 712. Perikanan di Selat Madura memiliki karakteristik multigear dan multispecies. Cantrang merupakan salah satu alat tangkap yang masih dioperasikan di Selat Madura meskipun menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor / PERMEN-KP/ 2016 melarang adanya pengoperasian alat tangkap tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman alat tangkap cantrang terutama yang berkaitan dengan panjang dan berat ikan hasil tangkapan, tingkat eksploitasi, dan fluktuasi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus tahun 2020 di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data Panjang ikan (cm) dan berat ikan (kg) hasil tangkapan Cantrang yaitu ikan kurisi, ikan swanggi, dan ikan eloso. Hasil perhitungan menunjukkan hubungan panjang dan berat ketiga ikan sample bersifat allometris negatif. Hasil perhitungan Cacth Per Unit Effort (CPUE) paling tinggi berada pada tahun 2011 untuk semua ikan. Hasil tangkapan alat tangkap sangat fluktuatif, namun cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan terutama dalam pembuatan kebijakan berkaitan dengan kebijakan pengoperasian alat tangkap cantrang.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DI KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH Setyawan, Fahreza Okta; Sari, Wahida Kartika; Aliviyanti, Dian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.22

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi pada kawasan pantai yang dapat terjadi secara terus menerus. Faktor penyebab terjadinya perubahan garis pantai dapat diakibatkan oleh adanya abrasi dan akresi. Faktor hidro – oseanografi yang juga mempengaruhi perubahan garis pantai yaitu gelombang dan pasang surut air laut. Secara umum, penyebab terjadinya gelombang laut yang dominan yaitu diakibatkan oleh faktor aingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai serta hubungan antara perubahan garis pantai dengan pasang surut dan gelombang laut yang terjadi di Pantai Gampong Lhok, Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode thresholding untuk memisahkan antara daratan dengan lautan dan pengaplikasian Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pada tahun 2016 – 2020 kawasan pesisir Pantai Gampong Lhok mengalami akresi maksimum sebesar 30,16 m/tahun, sedangkan abrasi maksimum terjadi sebesar -34,49 m/tahun. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penelitian awal dalam pembuatan kebijakan oleh pemerintah untuk kawasan pesisir Pantai Gampong Lhok.
APLIKASI FEEDBACK HARVEST CONTROL RULE SEBAGAI ALTERNATIF ATURAN KENDALI TANGKAP PERIKANAN LAYANG (Decapterus sp) DI PRIGI, TRENGGALEK Harlyan, Ledhyane Ika; Sari, Wahida Kartika; Sutjipto, Darmawan Ockto; Rhomadona, Wakhit; Rahman, Muhammad Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.6

Abstract

Perikanan layang yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi merupakan perikanan pelagis yang disusun oleh tiga spesies sumber daya ikan layang yaitu layang anggur (Decapterus kuroides), layang benggol (Decapterus ruselli) dan layang deles (Decapterus macrosoma). Aturan kendali tangkap pada perikanan layang kerap menggunakan model konvensional spesies tunggal, meski secara teknis tidak sesuai digunakan pada perikanan layang tercampur yang disusun oleh lebih dari satu spesies (multispesies). Aplikasi feedback harvest control rule (HCR) merupakan alternatif aturan kendali tangkap yang tervalidasi yang dapat digunakan untuk perikanan multispesies. Pada penelitian ini dilakukan estimasi jumlah tangkapan yang diperbolehkan (allowable biological catch/ABCy) dengan menggunakan dua aturan kendali tangkap yaitu feedback HCR dan model konvensional surplus produksi Schaefer (1954) dengan menggunakan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan (trip) dalam kurun waktu 2011 – 2020. Hasil estimasi model Schaefer (1954) menunjukkan ABCy bahwa hanya dapat diestimasi untuk layang anggur, sementara dua spesies layang lainnya, tidak memenuhi asumsi model Schaefer (1954). Penggunaan aplikasi feedback HCR pada ketiga spesies layang lebih praktis karena mampu mengestimasi ABCy tanpa perlu dilakukan pemisahan data hasil tangkapan dan upaya penangkapan berdasarkan spesies. 
POLA MUSIM PENANGKAPAN Sardinella fimbriata YANG DIDARATKAN DI PPN PRIGI – JAWA TIMUR Fuad; Sari, Wahida Kartika; Harlian, Ledhyane Ika; Akbarsyah, Nora; Budiarti, Tri Wahyu
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v13i1.38268

Abstract

Fringe-scale sardine (Sardinella fimbriata) is one of the dominant species landed in Prigi fishing port. However, in recent years the sardine fishery management might deal with some overfishing indicators of this species . The purpose of this study was to determine the trend of catches, fluctuations in catch per unit effort (CPUE), and the pattern of the fringe-scale fishing season using catch-effort data of purse seine and gillnet landed at PPN Prigi in the period 2011-2020. The results showed that the catch fluctuated every year . CPUE has tended to increase over the last ten years but decreased in 2014 and 2020. The highest CPUE value occurred in 2019 which was 0,21kg/trip. The Peak fishing season occurs in December – March.