Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM PEMBERDAYAAN DIGITAL PENENUN SONGKET MELALUI SOSIAL MEDIA Mahayana, I Made Astu; Yoga Pratama, Agus Darma; Larasdiputra, Gde Deny; Trisnamayuni , A. A. Istri Mas
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.12359

Abstract

Desa Gelgel, Klungkung, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kain songket Bali yang memiliki nilai budaya tinggi. Namun, pemasaran produk songket oleh para penenun masih mengandalkan metode konvensional dan belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital penenun melalui pelatihan dan pendampingan strategi e-marketing berbasis Instagram, khususnya dalam hal konten visual dan bahasa iklan (copywriting). Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap: identifikasi kebutuhan mitra, workshop, pelatihan dan pendampingan yang intensif, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan mitra dalam hal peningkatan kapasitas digital dan keterampilan bahasa iklan penenun songket, memperluas jangkauan pemasaran hingga tingkat nasional, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
The Variation of Swear Word “Kleng” and its Flexibility in Denpasar Mahayana, I Made Astu; Pratama, Agus Darma Yoga
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 10 No. 2 (2023): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The paper investigates the Balinese swear word kleng and its variations used by teenagers in Denpasar. They use this word in various types whose functions differ depending on the context of the situation. Basically, kleng is a swear word used to insult others or show anger. However, some people can use this word to show intimacy toward others and humour. This study investigates variations of the word kleng and its flexibility used by the young generation in Denpasar based on linguistic anthropology. This research is descriptive research through a qualitative approach. The data were collected from conversations of the young generation in several coffee shops in Denpasar. Besides, the social media platforms, namely Instagram and Tiktok, were also used as secondary data. Based on the results, this research found several variations of the word kleng, including naskleng, kle, klieng, klie, nanas klengkeng leci, and klek. These variations reflect psychological, social, and linguistic functions. This research underscores language's importance in reflecting evolving cultures, feelings, and social dynamics, offering insights into an ever-changing society.