Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Buku Ajar Keterampilan Menulis Bahasa Arab Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Penunjang Kreativitas Mahasiswa Elmubarok, Zaim; Qutni, Darul; Nawawi, Muchlisin
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.1.2.5056

Abstract

Basic Arabic writing skills are included in the competency-based curriculum and conservation of the Arabic Education Study Program. Learning basic Arabic writing skills is provided through the taroqib wa takhawiljumal course. Learning basic Arabic writing skills, based on local wisdom, introducing our nation's culture and increasing students' creativity in writing Arabic. The research subjects were students who took taroqib wa takhawiljumal totaling 30 people, data collection methods used in this study included (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision. Learning basic Arabic writing skills based on local wisdom introduces students to their culture, creative in writing Arabic, and encourages to better written language.
INNA WA AKHWATUHA DALAM ALQURAN JUZ 26-30 (ANALISIS SINTAKSIS) Aliyah, Nurikhwatun; Qutni, Darul; Amrullah, Nafis Azmi
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i2.42638

Abstract

Di dalam Alquran juz 26-30 terdapat 365 penggunaan konstruksi inna wa akhwatuha.Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui jenis Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30; 2) mengetahui jenis Isim Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30; 3) mengetahui jenis Khabar Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi Pustaka (library research). Data dalam penelitian ini adalah Inna Wa Akhwatuha sedangkan sumber data berupa Alquran juz 26-30. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan Instrumen yang digunakan berupa kartu data dan lembar rekapitulasi. Hasil penelitian ini ditemukan 365 data penggunaaan inna wa akhwatuha, dengan rincian inna 271 data, anna 63 data, lakinna 7 data, kaanna 12 data, laita 4 data, dan la’alla 8 data. data jenis isim inna wa akhwatuha dengan rincian sebagai berikut: 1) berdasarkan ada tidaknya referen terdapat 38 data isim zhahir dan 62 data Isim dlamir; 2) berdasarkan jenis huruf akhirnya terdapat 76 data isim shahih, 0 data isim maqshu:r, 2 data isim manqu:sh, dan 1 data isim mamdu:d dan 21 data tidak terdefinisi; 3) berdasarkan bilangannya terdapat 52 data isim mufrad, 0 data isim mutsana, dan 36 data isim jama’dan 12 data tidak terdefinisi. Data jenis Khabar inna wa akhwatuha dengan rincian sebagai berikut: data berupa khabar mufrad sebanyak 28 data, syibh al jumlah sebanyak 10 data, khabar jumlah sebanyak 62 data.
PEMAHAMAN ISRO’ MI’ROJ DALAM AL-QURAN Qutni, Darul; Damayanti, Nova Ayu
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i1.48223

Abstract

In the Qur ‟an, out of thousands of verses in it, there are only 4 verses that explain about Isrâ‟ Mi ‟raj, namely Q.S. Bani Isra`il Ayat 1, and Q.S. AnNajm Verses 13 to 15. That is, the greatness of Islam does not lie in the event of Isra ‟Mi‟ raj, but in its concept, system, and content. In Surat An-Najm Verses 13-15, it is described that Rasulullah met Jibril in his original form in Sidratil Muntaha during Isrâ` Mi ‟raj. Previously, Rasulullah also met the angel Jibril in his original form when he received the first verse (Q.S. Al-Alaq: 1-5) from Allah S.W.T., that is, when he was in the cave of Hira. The events of Isrâ '1 and Mi'râj are one of the miracles bestowed by Allah S.W.T. to His Messenger, Prophet Muhammad S.A.W., as a form of honor and consolation after his uncle and wife passed away. The event also served as a performer after his S.A.W. getting unfriendly treatment from the Thai population. This event is immortalized in the Qur ‟ân and Al-Hadith. Allah S.W.T. mentions this event in two places in the Qur`ân, namely Al-Isrâ ‟/17 Verse 1 and An-Najm/53 Verses 13-18. Dalam Al Qur‟an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isrâ‟ Mi‟raj, yaitu Q.S. Bani Isra`il Ayat 1, dan Q.S. AnNajm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra‟ Mi‟raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isrâ` Mi‟raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di gua Hira. Peristiwa Isrâ' 1 dan Mi'râj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thâif. Peristiwa ini diabadikan dalam AlQur‟ân dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur`ân, yaitu Al-Isrâ‟/17 Ayat 1 dan An-Najm/53 Ayat 13-18.
EFEKTIVITAS MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA NYARING (AL-JAHRIYAH) DAN MEMBACA DALAM HATI (ASH-SHAMITAH) BAHASA ARAB SISWA KELAS VIII MTs NEGERI 1 PURBALINGGA TAHUN AJARAN 2018/2019 Fauji, Vina Anisatul; Qutni, Darul; Nawawi, Muchlisin
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i1.39311

Abstract

Keterampilan membaca merupakan keterampilan berbahasa yang harus dicapai siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Keterampilan membaca ditinjau dari kegiatannya dibagi menjadi dua macam, yaitu membaca nyaring (al-qira’ah al-jahriyah) dan membaca dalam hati (al-qira’ah ash-shamitah). Kemampuan membaca nyaring dan membaca dalam hati siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Purbalingga tergolong masih rendah. Antusiasme dan keaktifan siswa masih kurang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah media pembelajaran yang diaplikasikan dalam pembelajaran kurang inovatif. Oleh karena itu perlu adanya penerapan media pembelajaran yang inovatif sehingga siswa termotivasi belajar aktif dan menyanangkan. Salah satunya menerapkan media flashcard. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan dan efektivitas media flashcard pada keterampilan membaca nyaring (al-qira’ah al-jahriyah) dan membaca dalam hati (al-qira’ah ash-shamitah) bahasa Arab siswa kelas VIII MTs N 1 Purbalingga tahun ajaran 2018/2019. Jenis dan desain penelitian ini adalah kuantitatif dan kuasi eksperimen dengan pola nonequivalent control design. Hasil penelitian diperoleh data pretest-posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan nilai rata-rata pretest-posttest keterampilan membaca nyaring kelas kontrol 60,6 dan 72,1, sedangkan nilai rata-rata pretest-posttest keterampilan membaca nyaring kelas eksperimen 49,8 dan 82,1. Nilai rata-rata pretest-posttest keterampilan membaca dalam hati kelas kontrol 67,4 dan 76,1, sedangkan nilai rata-rata pretest-posttest keterampilan membaca dalam hati kelas eksperimen 57,4 dan 84,3. Hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha maka dapat disimpulkan bahwa media flashcard efektif untuk meningkatkan keterampilan kemampuan membaca nyaring (al-qira’ah al-jahriyah) dan membaca dalam hati (al-qira’ah ash-shamitah) siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Purbalingga tahun ajaran 2018/2019.
BAHASA ARAB PEGON SEBAGAI TRADISI PEMAHAMAN AGAMA ISLAM DI PESISIR JAWA Elmubarok, Zaim; Qutni, Darul
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i1.39312

Abstract

Islam di Jawa, terutama kalangan Islam tradisional, terutama di bagian utara pesisir pulau jawa sebagian besar sangat mengenal huruf Pegon dengan baik. Huruf ini sangat populer pasca masuknya Islam ke Nusantara. Dugaan sementara penulis, bahwa munculnya Aksara Pegon disebabkan karena alasan-alasan primordial dan politis. Sebab, sebagian besar masyarakat Jawa saat itu masih menggunakan simbol-sumbol kepercayaan sebelumnya. Oleh karena itulah sinkretisme adalah fakta teologis dari proses konversi budaya yang belum tuntas dalam Islamisasi masyarakat Jawa. Elaborasi antara huruf Arab dan bahasa Jawa ini telah menjadi barometer kemandirian Islam lokal di tanah Jawa sejak berabad silam. penelitian ini berkaitan dengan data yang perlu dianalisa secara deskriptif dan upaya memecahkan masalah ada tiga tahapan yang dilakukan yaitu : (1) penyediaan data, (2) Penganalisaan data dan (3) pengkajian hasil analisa data ,Dengan demikian, Aksara Pegon telah menjadi sebuah ketahanan budaya yang dipahami dan dipelajari secara turun temurun di kalangan Islam tradisional terutama di pesisir jawa. Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik benang merah bahwa identitas masyarakat islam Jawa yang mempopulerkan aksara pegon senbagai simbol mereka merupakan ciri khas dari sebuah kelompok yang dapat membedakan kelompok tersebut dengan kelompok lain yaitu masyarakat Jawa sendiri. Pada saat yang bersamaan konstruksi sosial atas realitas (Social Construction of Reality) yang diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subyektif.
INNA WA AKHWATUHA DALAM ALQURAN JUZ 26-30 (ANALISIS SINTAKSIS) Aliyah, Nurikhwatun; Qutni, Darul; Amrullah, Nafis Azmi
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i2.42638

Abstract

Di dalam Alquran juz 26-30 terdapat 365 penggunaan konstruksi inna wa akhwatuha.Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui jenis Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30; 2) mengetahui jenis Isim Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30; 3) mengetahui jenis Khabar Inna Wa Akhwatuha yang terdapat dalam Alquran juz 26-30. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi Pustaka (library research). Data dalam penelitian ini adalah Inna Wa Akhwatuha sedangkan sumber data berupa Alquran juz 26-30. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan Instrumen yang digunakan berupa kartu data dan lembar rekapitulasi. Hasil penelitian ini ditemukan 365 data penggunaaan inna wa akhwatuha, dengan rincian inna 271 data, anna 63 data, lakinna 7 data, kaanna 12 data, laita 4 data, dan la’alla 8 data. data jenis isim inna wa akhwatuha dengan rincian sebagai berikut: 1) berdasarkan ada tidaknya referen terdapat 38 data isim zhahir dan 62 data Isim dlamir; 2) berdasarkan jenis huruf akhirnya terdapat 76 data isim shahih, 0 data isim maqshu:r, 2 data isim manqu:sh, dan 1 data isim mamdu:d dan 21 data tidak terdefinisi; 3) berdasarkan bilangannya terdapat 52 data isim mufrad, 0 data isim mutsana, dan 36 data isim jama’dan 12 data tidak terdefinisi. Data jenis Khabar inna wa akhwatuha dengan rincian sebagai berikut: data berupa khabar mufrad sebanyak 28 data, syibh al jumlah sebanyak 10 data, khabar jumlah sebanyak 62 data.
PEMAHAMAN ISRO’ MI’ROJ DALAM AL-QURAN Qutni, Darul; Damayanti, Nova Ayu
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i1.48223

Abstract

In the Qur ‟an, out of thousands of verses in it, there are only 4 verses that explain about Isrâ‟ Mi ‟raj, namely Q.S. Bani Isra`il Ayat 1, and Q.S. AnNajm Verses 13 to 15. That is, the greatness of Islam does not lie in the event of Isra ‟Mi‟ raj, but in its concept, system, and content. In Surat An-Najm Verses 13-15, it is described that Rasulullah met Jibril in his original form in Sidratil Muntaha during Isrâ` Mi ‟raj. Previously, Rasulullah also met the angel Jibril in his original form when he received the first verse (Q.S. Al-Alaq: 1-5) from Allah S.W.T., that is, when he was in the cave of Hira. The events of Isrâ '1 and Mi'râj are one of the miracles bestowed by Allah S.W.T. to His Messenger, Prophet Muhammad S.A.W., as a form of honor and consolation after his uncle and wife passed away. The event also served as a performer after his S.A.W. getting unfriendly treatment from the Thai population. This event is immortalized in the Qur ‟ân and Al-Hadith. Allah S.W.T. mentions this event in two places in the Qur`ân, namely Al-Isrâ ‟/17 Verse 1 and An-Najm/53 Verses 13-18. Dalam Al Qur‟an, dari sekian ribu ayat di dalamnya, hanya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang Isrâ‟ Mi‟raj, yaitu Q.S. Bani Isra`il Ayat 1, dan Q.S. AnNajm Ayat 13 sampai 15. Maksudnya, kebesaran Islam itu bukan terletak pada peristiwa Isra‟ Mi‟raj ini, tapi pada konsep, sistem, dan muatannya. Pada Surat An-Najm Ayat 13-15 itu, menggambarkan bahwa Rasulullah menemui Jibril dalam bentuk aslinya di Sidratil Muntaha ketika Isrâ` Mi‟raj. Sebelumnya Rasulullah juga pernah menjumpai malaikat Jibril dalam bentuk asli ketika menerima ayat pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) dari Allah S.W.T., yaitu ketika berada di gua Hira. Peristiwa Isrâ' 1 dan Mi'râj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad S.A.W., sebagai wujud penghormatan dan pelipur lara setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau S.A.W. mendapatkan perlakuan tidak bersahabat dari penduduk Thâif. Peristiwa ini diabadikan dalam AlQur‟ân dan Al-Hadits. Allah S.W.T. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur`ân, yaitu Al-Isrâ‟/17 Ayat 1 dan An-Najm/53 Ayat 13-18.
ANALISIS BENTUK DAN MAKNA JAM’ AL TAKSĪR DALAM ALQURAN JUZ 29 DAN 30 (ANALISIS MORFOLOGIS DAN SEMANTIS) Mudrofin, Mudrofin; Ahmad Hasyim, Mohamad Yusuf; Qutni, Darul
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i2.51935

Abstract

Broken plural is one of three plural study of arabic. It has special character whose make it different. Two other plural (intact masculine plural and intact feminine plural) have constant alteration of accidence measure, while it hasn’t. It has complex alteration measure. Alteration of this plural happend through augmentation, elimination, and by changing it’s vowel. Purpose of this research is to know derivate, formation method, and meaning from semantics sector of broken plural on the koran juz 29 and 30. This research is qualitative research with library research design. Data on this research are all of broken plural on the koran juz 29 and 30. Data aggregation of this research use documentation method with data card and recapitulation thread in instrument. Result of this research is from 92 data, 28 data are minor plural, 37 data are major plural, and 27 data are ultimate plural form. Based on semantics, 41 data have constant meaning, 11 data have generalization meaning, 28 data have constrict meaning, and 12 data have changing meaning.
Pengembangan Buku Ajar Keterampilan Menulis Bahasa Arab Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Penunjang Kreativitas Mahasiswa Zaim Elmubarok; Darul Qutni; Muchlisin Nawawi
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.1.2.5056

Abstract

Basic Arabic writing skills are included in the competency-based curriculum and conservation of the Arabic Education Study Program. Learning basic Arabic writing skills is provided through the taroqib wa takhawiljumal course. Learning basic Arabic writing skills, based on local wisdom, introducing our nation's culture and increasing students' creativity in writing Arabic. The research subjects were students who took taroqib wa takhawiljumal totaling 30 people, data collection methods used in this study included (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision. Learning basic Arabic writing skills based on local wisdom introduces students to their culture, creative in writing Arabic, and encourages to better written language.
PENGEMBANGAN MEDIA CERITA BERSERI BERBASIS POP-UP BOOK UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB KELAS X MA DI KABUPATEN NGANJUK Putri Ayu Oktavia; Nafis Azmi Amrullah; Darul Qutni
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 12 No 2 (2023): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v12i2.75715

Abstract

This research was launched by the problem of X-class MA students in Nganjuk district who find it difficult to understand learning Arabic-speaking skills. The difficulties of students are caused by several factors such as previous school backgrounds, the absence of learning media capable of arousing students' interest in learning, and the lack of intensity in the use of Arabic in everyday life. For this reason, researchers are trying to develop a learning medium for speaking skills that is a pop-up book-based storyline. This research is part of the type of research and development using 4D procedures aimed at delivering new innovations as well as solutions to the problem of learning Arabic-speaking skills. The data collection techniques used in this study are interviews, lifts, observations, and documentation. The results of this study show that teachers and students strongly agree with the idea of developing a pop-up book-based storytelling media for learning Arabic-speaking skills. Media products in this research have already gone through the validation phase of linguists and materials, media designers, and validation by practitioners/teachers. As for the results of validation by the linguist and material obtained a score of 4.61 which belongs to the 5 scale, the validation of the media designer obtains a scale of 4.31 which is included in the 5 Scale. From the two validation scores already obtained, it can be concluded that the whole aspect studied on Pop-Up Book-based Storytelling Media is worthy of use or development. In addition, there are test results of a Pop-Up Book-based Stories Series Media product using a student's qualifying response lift. The media responsiveness elevator obtains a 79% percentage that falls on scale 4. It means that the student fully agrees with the aspects studied in Pop-Up Book-based Storytelling Media, whether it is the material aspect, the appearance, and also the function of the media when used in learning activities.