Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aturan Asosiasi untuk Analisis Data Penjualan Produk Menggunakan Algoritma Apriori Ichlas, Al; Munthe, Ibnu Rasyid; Hasibuan, Mila Nirmala Sari
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 6 No. 1 : Tahun 2021
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.641 KB) | DOI: 10.54367/jtiust.v6i1.1280

Abstract

Untuk meningkatkan transaksi penjualan, perusahaan harus mampu bersaing dengan pesaing lainnya sehingga diperlukan strategi yang tepat dalam menjalankan proses penjualan yang dilakukan. Selain strategi pemasaran, perusahaan harus mampu menganalisis produk yang dijual berdasarkan jumlah penjualan yang telah terjadi sehingga perusahaan dapat melihat produk mana yang lebih dominan diminati konsumen sehingga perusahaan dapat menentukan penjualan yang lebih efektif. strategi. PT. Surya Indah City adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan berbagai macam pakaian dan aksesoris. Dalam upaya meningkatkan penjualan produknya, diperlukan suatu analisis untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dengan memanfaatkan data transaksi penjualan yang dimilikinya. Untuk menganalisis hubungan antara produk pakaian dan aksesoris yang lebih dominan dijual dengan produk pakaian dan aksesoris lainnya yang tersedia, digunakan algoritma data mining yaitu algoritma apriori. Dengan bantuan aplikasi tanagra untuk melakukan proses perhitungan, produk dominan yang diminati konsumen dapat ditentukan. Dengan menggunakan dua variabel yang memenuhi support dan minimum confidence maka dapat disimpulkan bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dari jenis pakaian yaitu baju dan celana. Disimpulkan bahwa hasil aturan asosiasi akhir diketahui, jika Anda membeli kemeja, Anda akan membeli celana dengan dukungan 50% dan kepercayaan 75%. Jika Anda membeli celana, Anda akan membeli pakaian dengan dukungan 50% dan kepercayaan 85%. Dengan bantuan aplikasi tanagra untuk melakukan proses perhitungan, produk dominan yang diminati konsumen dapat ditentukan. Dengan menggunakan dua variabel yang memenuhi support dan minimum confidence maka dapat disimpulkan bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dari jenis pakaian yaitu baju dan celana. Disimpulkan bahwa hasil aturan asosiasi akhir diketahui, jika Anda membeli kemeja, Anda akan membeli celana dengan dukungan 50% dan kepercayaan 75%. Jika Anda membeli celana, Anda akan membeli pakaian dengan dukungan 50% dan kepercayaan 85%. Dengan bantuan aplikasi tanagra untuk melakukan proses perhitungan, produk dominan yang diminati konsumen dapat ditentukan. Dengan menggunakan dua variabel yang memenuhi support dan minimum confidence maka dapat disimpulkan bahwa produk yang paling banyak terjual adalah dari jenis pakaian yaitu baju dan celana. Disimpulkan bahwa hasil aturan asosiasi akhir diketahui, jika Anda membeli kemeja, Anda akan membeli celana dengan dukungan 50% dan kepercayaan 75%. Jika Anda membeli celana, Anda akan membeli pakaian dengan dukungan 50% dan kepercayaan 85%. Disimpulkan bahwa hasil aturan asosiasi akhir diketahui, jika Anda membeli kemeja, Anda akan membeli celana dengan dukungan 50% dan kepercayaan 75%. Jika Anda membeli celana, Anda akan membeli pakaian dengan dukungan 50% dan kepercayaan 85%. Disimpulkan bahwa hasil aturan asosiasi akhir diketahui, jika Anda membeli kemeja, Anda akan membeli celana dengan dukungan 50% dan kepercayaan 75%. Jika Anda membeli celana, Anda akan membeli pakaian dengan dukungan 50% dan kepercayaan 85%.
The Liquid Smoke from Empty Oil Palm Bunches (Elaeis Guineensis Jacq.) as a Natural Fungicide and Its Ability to Inhibit the Growth of Colletotrichum sp. Fungus Adam, Dini Hariyati; Hasibuan, Mila Nirmala Sari
Jurnal Riset Kimia Vol. 16 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v16i1.758

Abstract

The primary pest of red chili plants is anthracnose disease. Anthracnose is caused by the fungus Colletotrichum sp. Anthracnose is controlled with synthetic fungicides, but their long-term usage can harm the environment by leaving residues in the soil that are difficult to degrade, causing environmental degradation and a severe impact on the health of human. The goal of this study was to see how much potential liquid smoke had as a natural fungicide in preventing Colletotrichum sp. growth. It is recognized that liquid smoke emitted by empty oil palm bunches includes antioxidant compounds that function as antifeedants, contact poisons, and stomach poisons against plant pests. These compounds have the ability to act as natural fungicides, preventing the rise of Colletotrichum sp. The pyrolysis process produces liquid smoke at temperatures ranging from 350°C to 450°C. Total phenol and total acid content are determined from the obtained liquid smoke. The total phenol a material was identified using the well diffusion method, and the findings were 12.57%. Meanwhile, the maximum total acid content was found in liquid smoke from pyrolysis at 450oC (38.4 mg/L) with a volume of liquid smoke produced of 790mL. The ideal liquid smoke concentrations for limiting the increasing number of Colletotrichum sp. fungus are 20% and 30%, with average values of 4.28 and 7.73 mm, respectively. With a very strong inhibitory response category.
Peran Guru Dalam Menerapkan Karakter Tanggung Jawab Terhadap Siswa Kelas XI (Studi Kasus SMK Al-Bukhary) Ritonga, Fitri Wahyuni; Toni, Toni; Adi, Panggih Nur; Hasibuan, Mila Nirmala Sari
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7958

Abstract

Pendidikan karakter tanggung jawab merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menerapkan karakter tanggung jawab terhadap siswa kelas XI melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru PPKn sebagai informan utama serta siswa kelas XI dan pihak sekolah sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan strategis dalam menanamkan karakter tanggung jawab siswa melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan nilai, dan pengelolaan pembelajaran. Karakter tanggung jawab siswa tercermin dalam kemampuan mengakui kesalahan, menyelesaikan tugas tepat waktu, memiliki keberanian dalam mempertahankan kebenaran, serta melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn berfungsi sebagai sarana efektif dalam pembentukan karakter tanggung jawab siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan karakter serta menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam mengoptimalkan peran pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Pengaruh Perilaku Inovatif terhadap Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Labuhan Batu Siregar, Marlina; Situmorang, Benyamin; Rohana, R.; Adi, Panggih Nur; Hasibuan, Mila Nirmala Sari; Kartikaningsih, Reni
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola hubungan antar variabel yang dilibatkan berdasarkan data empirik yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatuf yang dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu selama 4 (empat) bulan terhitung mulai Juli  2019 hingga Oktober  2019. Adapun Populasi target  dalam  penelitian ini adalah kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 241 sekolah. Instrumen yang digunakan mengumpulkan data variabel perilaku inovatif, dikembangkan dan diuji cobakan  terlebih dahulu untuk menguji validitas dan reliabilitasnya sedangkan variabel kompetensi manajerial  kepala sekolah menggunakan instrumen yang telah ada yang diambil dari dokumen milik Dinas Pendidikan sehingga tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil dari penelitian ini diketahui dari hasil olah data perilaku inovatif kepala sekolah diperoleh  nilai Mean = 68.37 dan Standar Deviasi = 13.739. Untuk mengidentifikasi kecenderungan atau pengkategorian tingkatan perilaku inovatif kepala sekolah berdasarkan nilai mean  dan standar deviasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perilaku Inovatif berpengaruh terhadap Kompetensi Manajerial.The Effect of Innovative Behavior on Managerial Competence of Primary School Principals in Labuhan Batu DistrictAbstractThis study aims to describe the pattern of relationships between variables involved based on empirical data collected using the developed instrument. This research is a quality study conducted in Labuhanbatu Regency for 4 (four) months from July 2019 to October 2019. The target population in this study is the Principal of State Elementary Schools in Labuhanbatu Regency as many as 241 schools. The instrument used to collect innovative behavioral variable data was developed and tested first to test its validity and reliability while the managerial competency variable of principals used existing instruments taken from documents belonging to the Department of Education so that validity and reliability tests were not carried out. The results of this study are known from the results of the school principal's innovative behavior data obtained by the Mean value = 68.37 and Standard Deviation = 13.739. To identify trends or categorizing the level of innovative behavior of principals based on the mean and standard deviation. Based on the results of this study concluded that Innovative Behavior affects Managerial Competence.